Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 111 tentang Tata cara wudhu lengkap sesuai contoh Nabi Muhammad

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu riwayat yang sangat berharga yang menggambarkan secara praktis tata cara wudhu Nabi ﷺ, yang diajarkan langsung oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Hadits ini menjelaskan bahwa wudhu Nabi ﷺ dilakukan dengan tertib, dimulai dari mencuci kedua tangan, berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung), membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki—masing-masing tiga kali, kecuali mengusap kepala yang hanya sekali. Ini adalah dalil bahwa wudhu yang dicontohkan Nabi ﷺ itu sederhana, tidak berlebihan, dan penuh kehati-hatian dalam menjaga kebersihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Sifat Wudhu Nabi ﷺ, nomor 111. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dan Imam Ahmad, serta dinilai shahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Ma'idah [5]: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah tentang anggota wudhu yang wajib dibasuh atau diusap. Hadits Ali di atas adalah penjelasan praktis bagaimana Nabi ﷺ melaksanakan perintah ini.

Hadits terkait lainnya:

Dari Humran, budak Utsman bin Affan, bahwa Utsman berwudhu di hadapan para sahabat, lalu berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini memperkuat bahwa tata cara wudhu Nabi ﷺ adalah seperti yang dipraktikkan para sahabat.

Kaitan dengan ulama:

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm dan Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mendahulukan anggota wudhu yang kanan, dan bahwa mengusap kepala cukup sekali, tidak diulang tiga kali. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' juga menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa wudhu Nabi ﷺ tidak pernah lebih dari tiga kali untuk setiap anggota, dan ini adalah batas maksimal yang tidak boleh dilampaui.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Abd Khair, seorang tabi'in yang meriwayatkan langsung dari Ali bin Abi Thalib. Dalam riwayat ini, Ali radhiyallahu 'anhu sengaja memperagakan wudhu di hadapan orang-orang setelah beliau selesai shalat, untuk mengajarkan mereka bahwa wudhu Nabi ﷺ itu seperti ini.

Beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama dari hadits ini:

1. Membasuh kedua tangan tiga kali di awal wudhu.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa membasuh kedua tangan di awal wudhu adalah sunnah, baik sebelum berkumur maupun setelahnya. Ini dilakukan untuk membersihkan tangan sebelum digunakan mengambil air ke wajah dan anggota lainnya.

2. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) tiga kali.

Dalam hadits ini, Ali berkumur dan beristinsyaq tiga kali, dan beliau mengambil air untuk itu dari satu cidukan tangan yang sama. Ini menunjukkan bahwa berkumur dan istinsyaq dilakukan bersamaan dalam satu kali cidukan, dan ini adalah pendapat yang dipegang oleh Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad. Namun, sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa berkumur dan istinsyaq dilakukan dengan tiga cidukan terpisah. Kedua pendapat ini sah, karena keduanya memiliki dalil dari hadits yang shahih.

3. Membasuh wajah tiga kali.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa membasuh wajah tiga kali adalah sunnah, sedangkan yang wajib hanyalah membasuhnya sekali secara merata. Ini berdasarkan hadits Utsman yang juga membasuh wajahnya tiga kali.

4. Membasuh tangan kanan dan kiri tiga kali.

Dalam hadits ini, Ali mendahulukan tangan kanan sebelum tangan kiri. Ini adalah dalil bahwa mendahulukan anggota kanan dalam wudhu adalah sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu 'anha: "Rasulullah ﷺ suka mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mengusap kepala sekali.

Ini adalah poin yang sangat penting. Ali mengusap kepalanya hanya sekali, tidak tiga kali. Imam Ibnu Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menegaskan bahwa tidak ada satu pun riwayat shahih yang menyebutkan Nabi ﷺ mengusap kepalanya tiga kali. Yang shahih hanyalah sekali usapan. Ini adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad.

6. Membasuh kedua kaki tiga kali.

Sama seperti anggota lainnya, kaki dibasuh tiga kali, dan didahulukan yang kanan.

7. Tidak ada pembasuhan telinga dalam riwayat ini.

Ini bukan berarti telinga tidak diusap, tetapi karena riwayat ini tidak menyebutkannya. Dalam hadits-hadits lain yang shahih, Nabi ﷺ mengusap telinga bersamaan dengan kepala. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid bahwa Nabi ﷺ mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, lalu mengusap telinga bagian luar dan dalam.

8. Wudhu Nabi ﷺ tidak pernah lebih dari tiga kali.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menjelaskan bahwa tidak ada satu pun riwayat shahih yang menyebutkan Nabi ﷺ membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali. Mencuci lebih dari tiga kali adalah perbuatan yang tidak dicontohkan dan termasuk berlebihan dalam agama, yang dilarang oleh Nabi ﷺ.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang keteladanan para sahabat dalam mengajarkan wudhu. Suatu hari, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu meminta air wudhu di hadapan para sahabat. Beliau berwudhu dengan sangat teliti, membasuh setiap anggota tiga kali. Setelah selesai, beliau berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini. Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat tanpa berkata-kata dalam hatinya, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian untuk mengajarkan sunnah Nabi ﷺ secara praktik, bukan hanya teori. Mereka memperagakan langsung di hadapan orang banyak agar mudah ditiru. Ini adalah metode pengajaran terbaik yang dicontohkan oleh generasi terbaik umat ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Wudhu itu mudah dan sederhana—tidak perlu berlebihan. Cukup tiga kali untuk setiap anggota, dan sekali untuk mengusap kepala.
  2. Dahulukan anggota kanan dalam wudhu, karena ini adalah kebiasaan Nabi ﷺ.
  3. Berkumur dan istinsyaq adalah bagian dari wudhu yang disunnahkan, dilakukan tiga kali.
  4. Jangan menambah lebih dari tiga kali dalam membasuh anggota wudhu, karena ini bertentangan dengan contoh Nabi ﷺ.
  5. Niatkan wudhu untuk ibadah, bukan sekadar bersih-bersih, agar mendapatkan pahala dan pengampunan dosa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?