Surat Yunus Ayat 1
QS. Yunus: 1 · Juz 11 · Makkiyah
الٓرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-ḥakīm(i).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang penuh hikmah
Baca dalam Surat YunusQS. Yunus: 1 · Juz 11 · Makkiyah
الٓرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-ḥakīm(i).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang penuh hikmah
Baca dalam Surat YunusLihat arti "Alif Lam Ra", pada keterangan tentang "mafatihus suwar" pada jilid pertama.
Allah menerangkan bahwa ayat-ayat yang dibaca ini adalah ayat-ayat yang tinggi nilainya, tersusun rapi lagi kokoh, baik lafaz maupun maknanya, berisi petunjuk bagi orang-orang yang mau mengikutinya. Dari ayat-ayat ini tersusun surah-surah itu dan disusun Al-Quran. Pada firman-Nya yang lain Allah menjelaskan sifat ayat Al-Quran.
Alif Lam Ra, (inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. (Hud/11: 1)
Dari susunan ayat ini dipahami bahwa Allah memerintahkan manusia agar mengetahui, mempelajari dan mengingat ayat-ayat yang menjadi petunjuk itu, agar dapat dipahami dan diamalkan.
Penjelasan ayat 1–2 sekaligus.
"Alif lam ra. Inilah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang ber-iman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka.' Orang-orang kafir berkata, 'Sesungguhnya orang ini (Mu-hammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata'." (Yunus: 1-2).
Makkiyah
(1) Allah تعالى berfirman, ﴿ الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ﴾ "Alif lam ra. Ini-lah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah." Ia adalah al-Qur`an yang berisi hikmah dan hukum, ayat-ayatNya menunjukkan haki-kat-hakikat iman, larangan-larangan dan perintah-perintah syar'i yang wajib diterima dengan kerelaan dan sambutan serta ketun-dukan oleh seluruh umat.
(2) Meskipun demikian, kebanyakan mereka berpaling, maka mereka tidak mengetahui, mereka heran, ﴿ أَنۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ رَجُلٖ مِّنۡهُمۡ أَنۡ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ ﴾ "bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Be-rilah peringatan kepada manusia," terhadap azab Allah, takut-takutilah mereka dengan siksaNya dan ingatkanlah mereka dengan ayat-ayat Allah, ﴿ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴾ "dan gembirakanlah orang-orang beriman", dengan iman yang benar, ﴿ أَنَّ لَهُمۡ قَدَمَ صِدۡقٍ عِندَ رَبِّهِمۡۗ ﴾ "bahwa mereka mempunyai ke-dudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka." Maksudnya mereka mem-punyai balasan yang melimpah dan pahala yang tersimpan di sisi Allah karena amal-amal shalih yang benar yang mereka kerjakan dahulu. Orang-orang kafir merasa heran terhadap orang agung ini dengan keheranan yang membuat mereka mengingkarinya. ﴿ قَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴾ "Orang-orang kafir berkata," yaitu tentangnya ﴿ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٞ مُّبِينٌ ﴾ "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata." Yakni dengan sihir yang jelas, tidak samar bagi siapa pun menurut mereka. Ini adalah kebodohan dan pengingkaran mereka. Mereka merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak layak dianggap suatu keheranan dan keanehan. Padahal seharus-nya yang dianggap suatu yang mengherankan itu justru kebodohan mereka terhadap kemaslahatan mereka, bagaimana (mungkin bisa terjadi) mereka tidak beriman kepada Rasulullah yang mulia yang diutus oleh Allah dari kalangan mereka sendiri. Mereka benar-benar mengenalnya, akan tetapi menentang dakwahnya dan berusaha membatalkan agamanya. Allah akan tetap menyempurnakan caha-yaNya meskipun orang-orang kafir membencinya. 9
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.