Surat As-Saff Ayat 7

QS. As-Saff: 7 · Juz 28 · Madaniyah

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰىٓ اِلَى الْاِسْلَامِۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Wa man aẓlamu mimmaniftarā ‘alallāhil-każiba wa huwa yud‘ā ilal-islām(i), wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, padahal dia diseru kepada (agama) Islam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Baca dalam Surat As-Saff

Tafsir QS. As-Saff: 7

Allah menyatakan, "Siapakah yang lebih zalim dari orang-orang yang mengada-adakan sesuatu tentang Allah", seperti mengatakan bahwa Allah mempunyai sekutu dalam mengatur alam ini. Dari ayat ini dipahami bahwa orang yang paling zalim ialah orang yang diajak memeluk agama Allah, agama yang benar dan membawa manusia kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat yaitu Islam, mereka menolak ajakan itu. Bahkan mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, seperti mendustakan Nabi Muhammad, memandang Al-Qur'an sebagai sihir ciptaan tukang sihir yang bernama Muhammad, dan sebagainya.

Orang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah itu berarti menganiaya diri mereka sendiri, dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Orang-orang yang mengerjakan perbuatan itu tidak akan memperoleh taufik dari Allah.

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. As-Saff: 7

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ghunnah (1), qalqalah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • مِمَّنِMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يُدْعٰىٓد mati