Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah dalil disyariatkannya ruqyah (bacaan doa perlindungan) bagi orang yang sakit, dan bahwa ruqyah dengan bacaan yang baik dan tidak mengandung kesyirikan adalah boleh bahkan dianjurkan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa malaikat Jibril 'alaihis salam sendiri yang meruqyah Nabi ﷺ, yang menunjukkan keutamaan dan keberkahan ruqyah dengan nama Allah. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk saling mendoakan kesembuhan bagi saudara kita yang sakit dengan lafadz-lafadz yang diajarkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Jana'iz (Jenazah), Bab "Ma Ja'a fi Ad-Du'a lil-Maridh" (Bab tentang Doa untuk Orang Sakit), nomor 972. Imam At-Tirmidzi berkata setelah meriwayatkannya: "Hadits ini hasan shahih."
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلاَلٍ الْبَصْرِيُّ الصَّوَّافُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ جِبْرِيلَ، أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ قَالَ " نَعَمْ " . قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ وَعَيْنِ حَاسِدٍ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ وَاللَّهُ يَشْفِيكَ .
Terjemahan: Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, "Wahai Muhammad, apakah engkau sakit?" Beliau menjawab, "Ya." Jibril berkata, "Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari keburukan setiap jiwa dan mata yang hasad (dengki). Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dan Allah-lah yang menyembuhkanmu."
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar (syifa') dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra' [17]: 82)
Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah obat dan penawar, dan ini menjadi dasar utama disyariatkannya ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur'an.
Pandangan Ulama dari Daftar Rujukan:
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa ruqyah dengan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang ma'tsur (berasal dari Nabi ﷺ) adalah sunnah yang dianjurkan, dan para ulama sepakat akan kebolehannya selama tidak mengandung syirik.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya meruqyah orang sakit, dan bahwa ruqyah itu bermanfaat dengan izin Allah. Beliau juga menegaskan bahwa ruqyah yang disyariatkan adalah yang menggunakan bacaan Al-Qur'an, doa-doa dari Nabi ﷺ, atau kalimat-kalimat yang jelas maknanya dan tidak mengandung kesyirikan.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa ruqyah adalah salah satu bentuk doa yang disyariatkan, dan seorang mukmin hendaknya meruqyah dirinya sendiri atau orang lain dengan bacaan-bacaan yang shahih dari Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
1. Makna Ruqyah dalam Hadits:
Kata arqika (أَرْقِيكَ) berasal dari kata ruqyah (رُقْيَة) yang artinya bacaan perlindungan atau doa kesembuhan yang dibacakan kepada orang sakit. Dalam hadits ini, Jibril 'alaihis salam mengajarkan kepada Nabi ﷺ lafadz ruqyah yang sangat ringkas namun penuh makna.
2. Kandungan Doa Ruqyah Jibril:
Doa yang diajarkan Jibril ini mengandung beberapa permohonan penting:
- "Bismillahi arqika" (Dengan nama Allah aku meruqyahmu): Ini menunjukkan bahwa ruqyah hanya boleh dilakukan dengan menyebut nama Allah, bukan dengan nama jin, dukun, atau selain Allah.
- "Min kulli syai'in yu'dzika" (Dari segala sesuatu yang mengganggumu): Mencakup semua jenis penyakit, baik fisik maupun non-fisik, termasuk gangguan dari makhluk halus.
- "Min syarri kulli nafsin" (Dari keburukan setiap jiwa): Ini mencakup keburukan dari manusia dan jin.
- "Wa 'aini hasidin" (Dan dari mata yang hasad/dengki): Ini adalah dalil tentang adanya penyakit 'ain (pengaruh buruk dari pandangan mata yang dengki atau kagum tanpa menyebut nama Allah), dan bahwa ruqyah adalah obatnya.
3. Kedudukan Hadits:
Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan lafadz yang hampir sama. Ini menunjukkan kekuatan sanad hadits ini.
4. Pelajaran dari Kisah Jibril:
Kisah ini menunjukkan betapa mulianya Nabi ﷺ di sisi Allah, sampai-sampai malaikat Jibril turun khusus untuk meruqyah beliau. Ini juga menjadi dalil bahwa meruqyah orang sakit adalah perbuatan para malaikat, dan tentu saja ini adalah perbuatan yang sangat dianjurkan bagi kita.
5. Adab Meruqyah:
Para ulama menjelaskan beberapa adab dalam meruqyah:
- Niatkan untuk kebaikan dan kesembuhan karena Allah.
- Gunakan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang shahih dari Nabi ﷺ.
- Hindari bacaan yang tidak jelas maknanya atau mengandung unsur syirik.
- Orang yang meruqyah hendaknya ikhlas dan yakin bahwa kesembuhan hanya dari Allah, ruqyah hanyalah sebab.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (salah satu ulama besar dalam daftar rujukan kita) pernah ditanya tentang ruqyah. Beliau menjawab bahwa ruqyah dengan Al-Qur'an dan doa-doa yang ma'tsur adalah boleh. Bahkan, beliau sendiri pernah meruqyah sebagian orang dengan membacakan doa-doa perlindungan.
Kisah lain yang sangat terkenal adalah ketika Nabi ﷺ meruqyah salah seorang sahabatnya. Dalam Shahih Al-Bukhari, diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah menjenguk sahabatnya yang sakit, lalu beliau membaca doa:
"أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا"
"Hilangkanlah penyakit ini, wahai Rabb manusia. Sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri mempraktikkan ruqyah, dan ini menjadi teladan bagi kita semua.
Kesimpulan Praktis
- Ruqyah adalah sunnah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ dan dipraktikkan oleh para sahabat serta ulama salaf.
- Boleh meruqyah diri sendiri atau orang lain dengan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang shahih.
- Gunakan lafadz ruqyah dari hadits ini ketika menjenguk orang sakit, atau bacaan-bacaan lain yang ma'tsur.
- Yakinlah bahwa kesembuhan hanya dari Allah, ruqyah hanyalah sebab yang Allah tetapkan.
- Jauhi ruqyah yang mengandung syirik seperti meminta bantuan jin, dukun, atau menggunakan bacaan yang tidak jelas maknanya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.