Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 661 tentang Keutamaan sedekah dari harta yang baik

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa sedekah yang berasal dari harta yang halal dan baik (thayyib) akan diterima langsung oleh Allah Ar-Rahman dengan tangan-Nya. Meskipun sedekah itu hanya berupa sebiji kurma, Allah akan memelihara dan mengembangkannya hingga menjadi lebih besar dari gunung. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan sedekah yang ikhlas dan berasal dari harta yang halal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Zakat, Bab Apa yang Dikatakan tentang Keutamaan Sedekah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan shahih.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ إِلَّا أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً تَرْبُو فِي كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنَ الْجَبَلِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ"

Terjemahan: "Tidak ada seorang pun yang bersedekah dari yang baik - dan Allah tidak menerima kecuali yang baik - melainkan Ar-Rahman menerimanya dengan tangan-Nya. Bahkan jika itu hanya sebuah kurma, ia akan dipelihara di tangan Ar-Rahman hingga ia lebih besar dari gunung, sebagaimana salah satu dari kalian memelihara anak kuda atau unta mudanya."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Baqarah [2]: 267

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan:

1. Syarat Sedekah yang Diterima: Harta yang Thayyib (Baik dan Halal)

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Allah tidak menerima kecuali yang thayyib. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "thayyib" adalah harta yang halal dan diperoleh dengan cara yang baik. Ini sejalan dengan QS. Al-Baqarah [2]: 267 di atas. Imam As-Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berinfak dari harta yang baik, bukan dari harta yang buruk atau haram.

2. Allah Menerima Sedekah dengan Tangan-Nya

Hadits ini menetapkan sifat "tangan" bagi Allah, yang merupakan salah satu sifat yang wajib kita imani tanpa menyerupakan dengan makhluk. Imam Ibn Taymiyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah seperti tangan, wajah, dan lainnya adalah sifat yang hakiki dan wajib diimani sebagaimana datangnya dalam Al-Qur'an dan hadits, tanpa tahrif (mengubah makna), ta'thil (menolak), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (menyerupakan). Imam Adz-Dzahabi juga menegaskan hal yang sama dalam kitabnya tentang sifat-sifat Allah.

3. Sedekah Tumbuh dan Berkembang

Rasulullah ﷺ mengumpamakan sedekah yang diterima Allah seperti anak kuda atau anak unta yang dipelihara dan diberi makan hingga tumbuh besar. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah perumpamaan tentang bagaimana Allah mengembangkan sedekah seseorang, meskipun hanya sebiji kurma, hingga menjadi lebih besar dari gunung. Ini menunjukkan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang yang bersedekah dengan ikhlas.

4. Keikhlasan dalam Bersedekah

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa sedekah yang diterima adalah sedekah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena riya' atau sum'ah. Beliau juga menjelaskan bahwa sedekah yang berasal dari harta haram tidak akan diterima, bahkan menjadi sebab datangnya azab.

5. Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Para ulama dalam daftar rujukan sepakat bahwa sedekah harus berasal dari harta yang halal. Namun, mereka berbeda pendapat tentang apakah sedekah dari harta haram tetap sah secara fiqih (menggugurkan kewajiban zakat misalnya) tetapi tidak berpahala, atau tidak sah sama sekali. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa jumhur ulama berpendapat bahwa sedekah dari harta haram tidak diterima dan tidak menggugurkan kewajiban. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa sedekah harus berasal dari harta yang halal untuk mendapatkan pahala, dan jika dari harta haram, maka tidak ada pahala baginya, bahkan ia berdosa.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, seorang sahabat Nabi ﷺ bernama Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu memiliki kebun kurma yang sangat ia cintai. Ketika turun ayat QS. Ali Imran [3]: 92 tentang berinfak dari apa yang dicintai, Abu Thalhah segera bersedekah dengan kebun kurmanya tersebut. Nabi ﷺ menerima sedekah itu dan bersabda bahwa itu adalah harta yang menguntungkan. Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat berlomba-lomba bersedekah dengan harta terbaik mereka, bukan dengan harta yang buruk. (Kisah ini disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dan dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari).

Hikmahnya adalah bahwa sedekah yang berasal dari harta yang baik dan dicintai akan mendapatkan penerimaan yang istimewa dari Allah, dan Allah akan mengembangkannya menjadi pahala yang berlipat ganda.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersedekahlah dari harta yang halal dan baik. Pastikan harta yang kita sedekahkan bukan berasal dari cara yang haram atau syubhat.
  2. Jangan meremehkan sedekah kecil. Sebiji kurma yang disedekahkan dengan ikhlas bisa menjadi lebih besar dari gunung di sisi Allah.
  3. Ikhlaslah dalam bersedekah. Sedekah yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah.
  4. Yakinlah bahwa Allah akan mengembangkan sedekah kita. Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Balasan yang terbaik.
  5. Jauhi harta haram. Harta haram tidak akan diterima sedekahnya dan akan menjadi sebab datangnya azab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?