Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa Rasulullah ﷺ mencintai memulai dengan sisi kanan dalam hal-hal yang mengandung kemuliaan, seperti bersuci, menyisir rambut, dan memakai sandal. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah adab Islami yang berlaku umum: sesuatu yang baik dan mulia dimulai dari kanan. Sebaliknya, hal-hal yang berkaitan dengan kotoran atau hal yang tidak menyenangkan dimulai dari kiri.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, Bab Apa yang Disukai dari Memulai dengan Kanan dalam Bersuci, nomor 608. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Perawi jalurnya: Hannad → Abu al-Ahwash → Asy'ats bin Abi asy-Sya'tsa' → ayahnya → Masruq → Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِي طُهُورِهِ إِذَا تَطَهَّرَ وَفِي تَرَجُّلِهِ إِذَا تَرَجَّلَ وَفِي انْتِعَالِهِ إِذَا انْتَعَلَ
Terjemahan: "Aisyah meriwayatkan: Rasulullah ﷺ sangat menyukai memulai dengan sisi kanan ketika beliau bersuci, ketika menyisir, dan ketika mengenakan sandal."
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar kaidah "kanan untuk yang baik":
QS. Al-Waqi'ah [56]: 27
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Terjemahan: "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu."
QS. Al-Insyiqaq [84]: 7
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ
Terjemahan: "Maka adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya."
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa sisi kanan dalam syariat identik dengan kemuliaan dan keberkahan. Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ahli yamin adalah orang-orang beriman yang selamat, dan ini menunjukkan keutamaan sisi kanan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung kaidah adab yang agung. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kaidah umum syariat adalah: setiap perkara yang mengandung kemuliaan dan kebaikan, disunnahkan memulai dari kanan; sedangkan perkara yang mengandung kotoran atau hal yang tidak menyenangkan, dimulai dari kiri.
Yang dimaksud "thuhur" (طُهُور) di sini adalah bersuci, mencakup wudhu, mandi, dan tayammum. "Tarajjul" (تَرَجُّل) adalah menyisir dan merapikan rambut. "Inti'al" (انْتِعَال) adalah memakai sandal atau alas kaki.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kata "yuhibbu" (يُحِبُّ) menunjukkan bahwa ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi sesuatu yang beliau ﷺ cintai dan perintahkan. Karena itu hukumnya sunnah, bukan sekadar adab budaya.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dan Imam asy-Syafi'i rahimahullah berpendapat bahwa memulai dari kanan dalam wudhu hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan). Imam An-Nawawi menegaskan bahwa disunnahkan memulai dari kanan pada anggota wudhu yang berpasangan: tangan kanan sebelum kiri, kaki kanan sebelum kiri. Adapun wajah, kepala, dan telinga tidak berpasangan, sehingga tidak ada urutan kanan-kiri.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan hikmahnya: sisi kanan adalah sisi yang mulia, dan Allah menyukai kemuliaan. Karena itu Nabi ﷺ memulai dari kanan dalam segala hal yang baik, dan memulai dari kiri dalam hal-hal yang berkaitan dengan istinja' (bersuci dari kotoran), melepas sandal, dan semisalnya.
Adapun perbedaan pendapat di antara ulama daftar: sebagian berpendapat bahwa memulai dari kanan dalam wudhu adalah sunnah, bukan wajib. Jika seseorang memulai dari kiri, wudhunya tetap sah, tetapi ia meninggalkan keutamaan. Ini adalah pendapat jumhur ulama yang tercantum dalam daftar, termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad. Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur ini, karena hadits ini menunjukkan "yuhibbu" (menyukai), bukan "amara" (memerintahkan secara wajib).
Story Telling
Aisyah radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang kehidupan sehari-hari beliau di rumah. Beliau memperhatikan dengan sangat teliti bagaimana Nabi ﷺ bersuci, menyisir rambut, dan memakai sandal. Dari pengamatan panjang itu, beliau menyimpulkan bahwa Nabi ﷺ selalu memulai dari kanan dalam tiga hal tersebut. Ini menunjukkan betapa Aisyah sangat menjaga detail sunnah, sehingga umat Islam bisa meneladani adab-adab kecil yang penuh berkas ini. Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menyebut Aisyah sebagai salah satu ulama besar di kalangan sahabat, dan hadits-hadits beliau menjadi rujukan utama dalam bab adab dan bersuci.
Kesimpulan Praktis
- Mulailah wudhu dari tangan kanan, lalu kiri; kaki kanan, lalu kiri.
- Saat menyisir atau merapikan rambut, mulailah dari sisi kanan.
- Saat memakai sandal, dahulukan kaki kanan; saat melepas, dahulukan kaki kiri.
- Saat masuk masjid, dahulukan kaki kanan; saat keluar, dahulukan kaki kiri.
- Saat menerima atau memberi sesuatu yang baik, gunakan tangan kanan.
- Saat istinja' (bersuci dari kotoran), gunakan tangan kiri.
- Jadikan adab kanan-kiri ini sebagai kebiasaan harian, karena ia bagian dari sunnah yang dicintai Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.