Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 603 tentang Pahala setiap langkah menuju masjid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar berjalan menuju masjid setelah berwudhu dengan sempurna. Setiap langkah yang diambil seorang hamba untuk shalat akan mengangkat derajatnya atau menghapus dosanya. Ini menunjukkan betapa Allah Maha Pemurah kepada hamba-Nya yang ikhlas menuju rumah-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Jami' At-Tirmidzi (no. 603), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan beliau menilainya hasan shahih. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah dengan lafaz yang semakna.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan langkah menuju masjid dan pahala amal:

QS. At-Taubah [9]: 105

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Terjemahan: "Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.'"

QS. Al-Kahfi [18]: 30

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

Terjemahan: "Sungguh, mereka yang beriman dan beramal saleh, sungguh Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal dengan baik."

QS. Al-Ankabut [29]: 69

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan menyempurnakan wudhu.

Nabi ﷺ memulai hadits dengan "فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ" (lalu ia menyempurnakan wudhunya). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyempurnakan wudhu mencakup menunaikan kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, serta adab-adabnya. Wudhu yang sempurna menjadi sebab terbukanya pintu pahala langkah menuju masjid.

Kedua: Keikhlasan niat.

Ungkapan "لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا إِيَّاهَا" (tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali shalat itu) menunjukkan syarat ikhlas. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa yang dimaksud adalah tidak ada motivasi lain selain mencari ridha Allah dan menunaikan shalat. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa amal yang ikhlas akan dilipatgandakan pahalanya, sedangkan amal yang tercampur riya' akan sia-sia.

Ketiga: Setiap langkah bernilai pahala atau penghapus dosa.

Sabda "لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً" menunjukkan dua bentuk balasan: pengangkatan derajat atau penghapusan dosa. Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Allah, karena seorang hamba kadang membutuhkan pengangkatan derajat, kadang membutuhkan penghapusan dosa. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menambahkan bahwa langkah-langkah menuju masjid adalah ibadah yang dicatat malaikat, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain tentang catatan langkah menuju masjid.

Keempat: Hadits ini hasan shahih menurut At-Tirmidzi.

Penilaian ini menunjukkan hadits dapat dijadikan hujjah dalam bab keutamaan amal (fadhailul a'mal). Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menguatkan keshahihan hadits ini dan menyebutkan syawahid (penguat) dari riwayat lain.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama memahami "أَوْ" (atau) sebagai pilihan (takhyir), artinya bisa jadi Allah mengangkat derajat atau menghapus dosa sesuai hikmah-Nya. Sebagian lain memahami bahwa keduanya bisa terjadi sekaligus bagi orang yang berbeda atau kondisi yang berbeda. Yang paling kuat menurut Ibnu Hajar dan An-Nawawi adalah bahwa Allah memberikan salah satu atau keduanya sesuai kehendak-Nya, dan ini menunjukkan luasnya rahmat Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat mengamalkan hadits ini. Beliau dikenal sering berjalan kaki menuju masjid meskipun rumahnya cukup jauh, dan beliau berkata bahwa setiap langkahnya adalah pahala yang tidak ingin beliau lewatkan. Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari menyebutkan bahwa Abu Hurairah memiliki kebiasaan mengulang-ulang hadits tentang keutamaan langkah menuju masjid kepada para muridnya, agar mereka termotivasi menjaga shalat berjamaah.

Al-Hasan al-Bashri — seorang tabi'in yang terkenal zuhud — pernah berkata kepada murid-muridnya: "Janganlah kalian meremehkan langkah-langkah kecil menuju masjid, karena sesungguhnya langkah itu adalah tabungan pahala yang akan kalian temui di hari kiamat." (Disebutkan dalam kitab-kitab az-Zuhd karya Abdullah bin al-Mubarak dan Waki' bin al-Jarrah).

Kesimpulan Praktis

  1. Sempurnakan wudhu sebelum berangkat shalat, karena itu pintu pembuka pahala langkah.
  2. Ikhlaslah — jadikan shalat satu-satunya dorongan keluar rumah, bukan urusan dunia.
  3. Jangan remehkan langkah kecil menuju masjid; setiap langkah dicatat sebagai pengangkat derajat atau penghapus dosa.
  4. Perbanyak shalat berjamaah di masjid, terutama bagi lelaki, karena keutamaan ini berlaku bagi yang berjalan menuju masjid.
  5. Berhusnuzan kepada Allah — Dia tidak menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang ikhlas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?