Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 593 tentang Doa diawali pujian dan shalawat sebelum meminta

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab berdoa yang agung, yaitu memulai dengan memuji Allah, lalu bershalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian baru menyampaikan hajat kita. Ini adalah urutan yang dicontohkan oleh sahabat dan ditegaskan langsung oleh Nabi ﷺ. Hadits ini juga menunjukkan bahwa doa yang diawali dengan pujian dan shalawat memiliki keutamaan besar, yaitu dikabulkan oleh Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Bab Perjalanan, Bab Apa yang Disebutkan tentang Memuji Allah dan Shalat kepada Nabi sebelum Berdoa, nomor 593. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (baik dan sahih).

Ayat Al-Qur'an yang Relevan

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

(QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Ayat ini menunjukkan perintah Allah kepada kita untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ. Para ulama menjelaskan bahwa shalawat adalah bentuk penghormatan dan doa kita kepada Nabi, dan ia menjadi wasilah (perantara) agar doa kita lebih dekat untuk dikabulkan.

Kaitan dengan Ulama

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Jala' al-Afham menjelaskan secara panjang lebar tentang keutamaan shalawat dan bagaimana shalawat menjadi sebab terkabulnya doa. Beliau menukil banyak hadits yang menunjukkan bahwa doa yang diselipi shalawat akan diangkat dan diterima oleh Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memberikan tuntunan adab berdoa yang sangat penting. Urutan ini bukanlah sekadar formalitas, tetapi memiliki hikmah yang dalam.

1. Makna Hadits

Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa ketika beliau duduk dalam shalat (tasyahhud), beliau memulai dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ, lalu berdoa untuk dirinya sendiri. Ketika Nabi ﷺ melihat hal ini, beliau bersabda: "Mintalah, permintaanmu akan dikabulkan, mintalah, permintaanmu akan dikabulkan." Ini adalah pengakuan dan dorongan dari Nabi ﷺ atas cara berdoa yang dilakukan Ibnu Mas'ud.

2. Urutan Adab Berdoa

Para ulama, di antaranya Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, menjelaskan bahwa adab berdoa yang paling utama adalah:

  • Memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.
  • Bershalawat kepada Nabi ﷺ sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas kerasulan beliau.
  • Baru kemudian menyampaikan hajat yang kita inginkan.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa doa yang tidak disertai pujian dan shalawat adalah seperti seseorang yang datang menghadap raja tanpa memberi salam dan penghormatan terlebih dahulu, lalu langsung meminta. Sedangkan doa yang diawali pujian dan shalawat adalah seperti orang yang datang dengan sopan, memberi salam, lalu menyampaikan keperluannya. Tentu yang kedua lebih berkenan dan lebih mungkin dikabulkan.

3. Keutamaan Shalawat

Shalawat kepada Nabi ﷺ bukan hanya sekadar doa, tetapi juga merupakan perintah langsung dari Allah dalam Al-Qur'an. Para ulama menjelaskan bahwa shalawat menjadi sebab doa kita terangkat ke langit. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Fadhalah bin 'Ubaid radhiyallahu 'anhu yang juga disebut dalam bab ini, bahwa Nabi ﷺ mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya tanpa memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi, maka beliau bersabda: "Orang ini tergesa-gesa." Kemudian beliau mengajarkannya untuk memulai dengan pujian dan shalawat.

4. Penerapan dalam Kehidupan

Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Kita harus memulai dengan hal-hal yang menjadi pembuka, yaitu pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi-Nya. Ini berlaku baik dalam shalat maupun di luar shalat. Ketika kita berdoa, biasakanlah untuk memulai dengan "Alhamdulillahi rabbil 'alamin", lalu bershalawat, kemudian baru menyebutkan hajat kita.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang seorang sahabat yang belajar adab berdoa ini. Diriwayatkan bahwa Fadhalah bin 'Ubaid radhiyallahu 'anhu mendengar Nabi ﷺ bersabda tentang seseorang yang berdoa dalam shalatnya tanpa memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Nabi ﷺ bersabda: "Orang ini tergesa-gesa." Kemudian beliau memanggil orang itu dan berkata kepadanya, atau kepada para sahabat: "Jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian berdoa dengan doa yang ia kehendaki." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya adab ini, bahkan Nabi ﷺ secara langsung mengajarkannya kepada para sahabat. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua agar doa kita tidak tertolak karena kurang adab.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan memulai doa dengan pujian kepada Allah, seperti membaca "Alhamdulillahi rabbil 'alamin" atau menyebut sifat-sifat Allah yang agung.
  2. Setelah itu, bershalawat kepada Nabi ﷺ, misalnya dengan membaca "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad".
  3. Baru kemudian sampaikan hajat kita dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.
  4. Jangan tergesa-gesa dalam berdoa, tetapi lakukan dengan tenang dan penuh penghayatan.
  5. Ajarkan adab ini kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita, karena ini adalah sunnah yang mulia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?