Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ ketika memohon hujan (istisqa') mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, dan hal ini dilakukan di tempat bernama Ahjar Az-Zait. Hadits ini menjadi dalil disyariatkannya mengangkat tangan dalam doa istisqa', khususnya dengan cara iqna' (mengangkat tangan hingga terlihat bagian dalam ketiak). Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini dalam bab shalat istisqa'.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 557), dari jalur Qutaibah → Al-Layts bin Sa'd → Khalid bin Yazid → Sa'id bin Abi Hilal → Yazid bin Abdullah → Umair (mantan budak Abi Al-Lahm) → dari Abi Al-Lahm, bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ di Ahjar Az-Zait memohon hujan dengan mengangkat kedua tangannya berdoa.
Ayat Al-Qur'an yang relevan — tentang perintah berdoa dan adab mengangkat tangan kepada Allah:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
QS. Ghafir [40]: 60
Terjemahan: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
Ayat tentang istisqa' (memohon hujan):
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
QS. Nuh [71]: 10-11
Terjemahan: "Maka aku katakan: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat."
Kaitan dengan ulama daftar:
- Imam At-Tirmidzi sendiri meriwayatkan hadits ini dan menyebutkan bahwa Umair (mantan budak Abi Al-Lahm) memiliki shuhbah (pernah bertemu Nabi ﷺ) dan meriwayatkan beberapa hadits.
- Al-Layts bin Sa'd (salah satu perawi dalam sanad) adalah ulama yang termasuk dalam daftar rujukan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membahas adab mengangkat tangan dalam doa, termasuk saat istisqa'.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Hadits ini menggambarkan secara visual bagaimana Nabi ﷺ berdoa memohon hujan. Ada beberapa poin penting:
- Tempat: Ahjar Az-Zait — sebuah lokasi di dekat Madinah yang dikenal dengan batu-batu zaitun. Ini menunjukkan bahwa istisqa' bisa dilakukan di luar masjid, tidak harus di dalam masjid.
- Cara mengangkat tangan: muqni' (مُقْنِعٌ) — para ulama menjelaskan bahwa iqna' berarti mengangkat kedua tangan hingga punggung tangan menghadap ke atas dan telapak tangan menghadap ke langit, atau mengangkat tangan hingga terlihat bagian dalam ketiak. Ini adalah bentuk mubalaghah (bersungguh-sungguh) dalam memohon.
- Doa langsung kepada Allah — Nabi ﷺ berdoa langsung tanpa perantara, menunjukkan tauhid dalam berdoa.
Pemahaman ulama dalam daftar:
- Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan adalah adab doa yang dianjurkan, dan dalam istisqa' lebih ditekankan lagi karena kebutuhan yang mendesak.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa istisqa' bisa dilakukan dengan doa saja, meskipun shalat istisqa' juga disyariatkan berdasarkan hadits-hadits lain.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa cara dalam istisqa': kadang dengan shalat, kadang dengan doa saja, dan kadang dengan mengangkat tangan di atas mimbar.
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menekankan bahwa doa adalah ibadah dan mengangkat tangan adalah bentuk tawadhu' kepada Allah.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah istisqa' harus dengan shalat atau cukup dengan doa. Namun, mayoritas ulama dari daftar (Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Malik) berpendapat bahwa shalat istisqa' disyariatkan, dan doa dengan mengangkat tangan juga sah dilakukan, sebagaimana hadits ini menunjukkan.
Yang paling kuat: Istisqa' bisa dilakukan dengan shalat berjamaah (seperti yang dilakukan Nabi ﷺ dalam hadits lain) dan bisa juga dengan doa saja dengan mengangkat tangan, sebagaimana hadits Abi Al-Lahm ini. Keduanya memiliki dalil.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Umair, mantan budak Abi Al-Lahm, adalah seorang yang pernah melihat langsung Nabi ﷺ. Ia menceritakan pengalaman langkanya itu kepada generasi setelahnya: bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ berdiri di antara batu-batu zaitun, mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, memohon kepada Allah agar menurunkan hujan.
Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa Umair memiliki shuhbah (pernah bertemu Nabi ﷺ) dan meriwayatkan beberapa hadits. Ini menunjukkan betapa para sahabat dan tabi'in sangat teliti dalam menjaga detail ibadah Nabi ﷺ, bahkan sampai cara mengangkat tangan pun mereka riwayatkan.
Hikmah: Kesungguhan dalam berdoa, terutama saat kaum muslimin membutuhkan hujan, adalah sunnah yang harus dijaga. Mengangkat tangan adalah simbol kerendahan hati di hadapan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Istisqa' (memohon hujan) disyariatkan dan bisa dilakukan dengan doa sambil mengangkat kedua tangan.
- Mengangkat tangan dalam doa adalah adab yang dianjurkan, terutama saat istisqa', dengan cara iqna' (mengangkat tinggi hingga terlihat ketiak) sebagai bentuk kesungguhan.
- Doa langsung kepada Allah tanpa perantara adalah inti tauhid dalam berdoa.
- Mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam tata cara berdoa, termasuk tempat dan cara mengangkat tangan, adalah bentuk kecintaan kepada beliau.
- Bersungguh-sungguh dalam doa saat kaum muslimin dilanda kekeringan, karena ini adalah saat kebutuhan mendesak.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.