Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan sunnah yang lembut dan indah: Nabi ﷺ sebelum berangkat shalat Idul Fitri, beliau makan terlebih dahulu dengan beberapa butir kurma. Ini berbeda dengan Idul Adha, di mana beliau tidak makan sebelum shalat. Tujuannya agar kaum muslimin tidak berpuasa pada hari raya, dan meneladani cara Nabi ﷺ memuliakan hari Fitr.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama (yang ditanyakan):
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ:
<p>كَانَ يُفْطِرُ عَلَى تَمَرَاتٍ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْمُصَلَّى</p>
"Beliau biasa berbuka (makan) dengan beberapa butir kurma pada Hari Fitr sebelum berangkat ke Musalla."
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Makanan pada Hari Fitr, no. 543. At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan gharib shahih."
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
<p>وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</p>
QS. Al-Baqarah [2]: 185
"…dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
Hadits pendukung lain:
Dari Buraidah رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ tidak keluar pada hari Idul Fitri sebelum makan, dan tidak makan pada hari Idul Adha sebelum shalat. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Anas bin Malik رضي الله عنه — pelayan Nabi ﷺ yang lama menyertai beliau — mengabarkan bahwa pada hari Idul Fitri, Nabi ﷺ makan beberapa butir kurma sebelum berangkat ke tempat shalat (musalla). Ini menunjukkan dua hal penting:
- Hari Idul Fitri adalah hari berbuka, bukan berpuasa. Maka disunnahkan makan terlebih dahulu agar tidak berpuasa pada hari raya.
- Makan sebelum shalat Idul Fitri, berbeda dengan Idul Adha di mana beliau tidak makan sebelum shalat.
Bagaimana ulama memahami hadits ini:
At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini hasan gharib shahih, artinya dapat diterima dan diamalkan.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah makan sebelum shalat Idul Fitri adalah untuk menegaskan bahwa hari itu adalah hari berbuka dan bukan hari puasa, sekaligus bersegera dalam melaksanakan kebaikan. Sedangkan pada Idul Adha, beliau tidak makan sebelum shalat karena daging kurban akan dimakan setelah shalat.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa disunnahkan makan sebelum keluar untuk shalat Idul Fitri, dan ini merupakan kesepakatan (ijma') di kalangan ulama mazhab Syafi'i.
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ makan pada hari Idul Fitri sebelum shalat, dan tidak makan pada hari Idul Adha sebelum shalat. Ini adalah petunjuk beliau yang konsisten.
Jumlah kurma: Dalam riwayat lain disebutkan beliau makan dengan bilangan ganjil (tiga, lima, atau tujuh butir). Namun hadits yang ditanyakan di sini hanya menyebut "beberapa butir kurma" (tamarât) tanpa menentukan jumlah pasti.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berpendapat makan sebelum shalat Idul Fitri hukumnya sunnah, bukan wajib. Jika seseorang tidak makan, shalatnya tetap sah. Ini adalah pendapat yang kuat berdasarkan hadits ini dan hadits Buraidah.
Story Telling
Anas bin Malik رضي الله عنه adalah seorang anak yang tumbuh di rumah Nabi ﷺ. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Rasulullah ﷺ menjalani hari-hari besar Islam. Ia memperhatikan bahwa pada pagi Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat, Nabi ﷺ menyantap beberapa butir kurma dengan tenang. Anas kecil mungkin bertanya-tanya mengapa berbeda dengan hari-hari puasa. Namun ia menyimpan dengan baik apa yang dilihatnya, lalu menyampaikannya kepada generasi setelahnya — sehingga sampai kepada kita melalui At-Tirmidzi.
Hikmahnya: sunnah-sunnah kecil seperti ini pun dijaga oleh para sahabat, karena mereka tahu bahwa mengikuti Nabi ﷺ dalam hal sekecil apa pun adalah jalan mendekat kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan makan sebelum shalat Idul Fitri, meskipun hanya dengan beberapa butir kurma atau makanan ringan lainnya.
- Berbeda dengan Idul Adha, di mana disunnahkan tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat.
- Jangan berpuasa pada hari Idul Fitri, karena hari itu adalah hari berbuka dan bergembira.
- Ikuti sunnah ini dengan niat meneladani Nabi ﷺ, bukan sekadar kebiasaan.
- Jika tidak ada kurma, boleh makan makanan lain yang halal dan mudah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.