Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ yang sangat agung dan mengharukan: batang pohon kurma yang biasa dijadikan sandaran beliau saat berkhutbah menangis dan merindukan beliau ketika ditinggalkan setelah mimbar digunakan. Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak dan kedudukan Nabi ﷺ di sisi Allah, bahkan makhluk yang tidak berakal pun merasakan keagungannya. Pelajaran utamanya adalah kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ dan pentingnya menghormati tempat-tempat ibadah serta hal-hal yang berkaitan dengan beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda berikan):
حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ، عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ الْفَلاَّسُ الصَّيْرَفِيُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، وَيَحْيَى بْنُ كَثِيرٍ أَبُو غَسَّانَ الْعَنْبَرِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ الْعَلاَءِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَخْطُبُ إِلَى جِذْعٍ فَلَمَّا اتَّخَذَ النَّبِيُّ ﷺ الْمِنْبَرَ حَنَّ الْجِذْعُ حَتَّى أَتَاهُ فَالْتَزَمَهُ فَسَكَنَ
Terjemahan: Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwasanya Nabi ﷺ biasa berkhutbah di samping batang pohon kurma. Ketika Nabi ﷺ membuat mimbar, batang pohon itu merintih (menangis) hingga beliau mendatanginya lalu memeluknya, maka batang pohon itu pun tenang. (HR. At-Tirmidzi no. 505)
Komentar Ulama:
Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini sebagai hadits hasan gharib shahih (hadits yang baik, asing, dan sahih). Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki derajat yang dapat diterima dan menjadi hujjah dalam agama.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman tentang keagungan ciptaan-Nya yang bertasbih:
وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
"Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah menundukkan malam dan siang bagimu." (QS. Ibrahim [14]: 33)
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta tunduk dan patuh kepada Allah, dan mukjizat Nabi ﷺ seperti menangisnya batang pohon adalah bagian dari kekuasaan Allah yang memperlihatkan kemuliaan Nabi-Nya.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kenabian Muhammad ﷺ yang nyata dan dapat disaksikan. Kisah ini diriwayatkan oleh banyak sahabat, di antaranya:
- Ibnu Umar (perawi hadits ini)
- Anas bin Malik
- Jabir bin Abdullah
- Sahl bin Sa'd
- Ubay bin Ka'ab
- Ibnu Abbas
- Ummu Salamah
Banyaknya sahabat yang meriwayatkan kisah ini menunjukkan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi dan disaksikan oleh banyak orang.
Penjelasan Para Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa menangisnya batang pohon ini adalah mukjizat yang jelas dan disepakati oleh para ulama. Beliau menukil bahwa batang pohon itu merintih seperti suara anak unta yang merindukan induknya, hingga masjid bergema dengan suara tangisannya.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah memberikan pemahaman kepada makhluk-Nya yang tidak berakal sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi-Nya. Ini adalah perkara yang berada di luar kebiasaan (khariqul 'adah) yang hanya dimiliki oleh para nabi.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa alam semesta ini bertasbih dan merasakan, sebagaimana firman Allah:
وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ
"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya." (QS. Al-Isra' [17]: 44)
Namun tasbih dan perasaan makhluk selain manusia dan jin tidak kita ketahui caranya, tetapi Allah mengetahuinya. Peristiwa ini adalah pengecualian yang Allah perlihatkan kepada para sahabat sebagai mukjizat.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan kecintaan alam kepada Nabi ﷺ, dan ini adalah pelajaran bagi umat manusia agar lebih mencintai Rasulullah ﷺ daripada makhluk lainnya.
Pelajaran Penting dari Hadits Ini:
- Mukjizat yang nyata: Peristiwa ini adalah bukti kenabian yang tidak bisa dibantah oleh akal sehat.
- Kecintaan alam kepada Nabi ﷺ: Jika batang pohon saja merindukan Nabi ﷺ, maka manusia yang berakal seharusnya lebih mencintai beliau.
- Adab menghormati mimbar: Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil untuk memuliakan mimbar dan tempat-tempat ibadah.
- Kisah ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ: Beliau tidak membiarkan batang pohon itu menangis, tetapi segera mendatanginya dan memeluknya hingga tenang.
Story Telling
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
"Ketika masjid Nabawi dibangun, Nabi ﷺ berkhutbah di samping batang pohon kurma. Ketika mimbar dibuat dan Nabi ﷺ naik ke atasnya, kami mendengar suara seperti suara anak unta. Ternyata itu adalah batang pohon kurma yang menangis karena ditinggalkan Nabi ﷺ. Maka Nabi ﷺ turun dari mimbar, mendekati batang pohon itu, lalu memeluknya. Maka batang pohon itu pun diam dan tenang. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya aku tidak memeluknya, ia akan terus menangis hingga hari kiamat karena merindukan Rasulullah ﷺ." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dengan sanad yang shahih)
Hikmah dari kisah ini:
Kisah ini menunjukkan bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya kewajiban bagi manusia, tetapi bahkan alam semesta ikut merasakannya. Batang pohon yang tidak berakal pun merindukan beliau. Maka bagaimana dengan kita yang mengaku beriman dan berakal? Sudahkah cinta kita kepada Rasulullah ﷺ melebihi cinta kita kepada dunia dan segala isinya?
Kesimpulan Praktis
- Meyakini mukjizat Nabi ﷺ: Hadits ini menegaskan bahwa Nabi ﷺ adalah utusan Allah yang benar, dengan bukti-bukti yang nyata.
- Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ: Kita harus berusaha mencintai beliau melebihi cinta kepada diri sendiri, keluarga, dan harta.
- Menghormati tempat ibadah: Mimbar dan masjid adalah tempat yang mulia, maka kita harus menjaganya dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
- Meneladani kelembutan Nabi ﷺ: Beliau memperlakukan batang pohon dengan lembut, maka kita harus lebih lembut lagi kepada sesama manusia.
- Menjauhi perbuatan yang menyakiti Rasulullah ﷺ: Sebagaimana batang pohon merasakan sakit karena ditinggalkan, maka kita harus berhati-hati agar tidak melakukan perbuatan yang menyakiti beliau, seperti bid'ah dan maksiat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.