Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bershalawat kepada Nabi ﷺ. Setiap satu kali shalawat yang diucapkan oleh seorang mukmin, Allah ﷻ akan membalasnya dengan sepuluh rahmat dan keberkahan. Ini adalah dorongan untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(QS. Al-Ahzab [33]: 56)
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Hadits:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
"Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. At-Tirmidzi no. 485, beliau berkata: hadits hasan shahih)
Penjelasan Ulama:
Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Sunan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Sufyan Ats-Tsauri dan ulama lainnya berkata: "Shalawat dari Allah adalah rahmat, dan shalawat dari malaikat adalah istigfar (permohonan ampunan)." (Lihat: Sunan At-Tirmidzi, bab witir, no. 485)
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan kabar gembira bagi setiap muslim. Makna "shalawat dari Allah" adalah rahmat dan pujian-Nya kepada hamba di hadapan para malaikat. Sedangkan "shalawat dari malaikat" adalah doa dan istigfar untuk orang tersebut.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Jala'ul Afham menjelaskan bahwa shalawat dari Allah kepada hamba-Nya memiliki beberapa makna, di antaranya:
- Allah memuji hamba tersebut di hadapan para malaikat.
- Allah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya.
- Allah mengangkat derajat hamba tersebut.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Adzkar mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar karunia Allah. Satu shalawat dari seorang hamba dibalas sepuluh kali lipat. Ini adalah bentuk kemurahan Allah yang tidak terhingga.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah yang paling mudah namun pahalanya sangat besar. Tidak memerlukan waktu khusus, tenaga berat, atau harta, cukup dengan lisan yang basah menyebut nama Nabi ﷺ.
Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ disyariatkan setiap saat, terutama setelah adzan, ketika menyebut namanya, pada hari Jumat, dan dalam doa.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, aku memperbanyak shalawat kepadamu, berapa banyak aku harus bershalawat?" Beliau bersabda: "Terserah engkau." Ubay berkata: "Seperempat?" Beliau bersabda: "Terserah engkau, jika engkau tambah maka itu lebih baik." Ubay berkata: "Setengah?" Beliau bersabda: "Terserah engkau, jika engkau tambah maka itu lebih baik." Ubay berkata: "Dua pertiga?" Beliau bersabda: "Terserah engkau, jika engkau tambah maka itu lebih baik." Ubay berkata: "Aku jadikan seluruh doaku untukmu." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika demikian, maka Allah akan mencukupkan segala urusanmu dan mengampuni dosamu." (HR. At-Tirmidzi, hasan)
Kisah ini menunjukkan betapa mulianya orang yang memperbanyak shalawat. Ubay bin Ka'ab adalah sahabat yang sangat mencintai Nabi ﷺ, dan beliau mendapat kabar gembira bahwa Allah akan mencukupkan segala urusannya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ setiap hari, terutama di waktu-waktu mustajab.
- Shalawat adalah ibadah ringan namun pahalanya besar: satu shalawat dibalas sepuluh rahmat.
- Shalawat bisa diucapkan kapan saja, di mana saja, tanpa perlu wudhu atau tempat khusus.
- Bacalah shalawat ketika mendengar nama Nabi ﷺ disebut, ketika berdoa, dan pada hari Jumat.
- Jangan lupa mengajarkan shalawat kepada keluarga dan anak-anak sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.