Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits riwayat Ibnu Abbas ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat Witir membaca tiga surat secara berurutan pada tiga rakaat: Sabbihisma Rabbika al-A'la (QS. Al-A'la), Qul Ya Ayyuhal Kafirun (QS. Al-Kafirun), dan Qul Huwallahu Ahad (QS. Al-Ikhlas) — masing-masing satu surat per rakaat. Imam At-Tirmidzi menegaskan bahwa inilah pendapat yang dipilih oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat dan generasi setelah mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 462, Bab Apa yang Dibaca dalam Al-Witr:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِـ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) فِي رَكْعَةٍ رَكْعَةٍ
"Nabi ﷺ membaca dalam shalat Witir: 'Sabbihisma Rabbika al-A'la', 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun', dan 'Qul Huwallahu Ahad', pada setiap rakaat."
Ayat yang dibaca:
QS. Al-A'la [87]: 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
QS. Al-Kafirun [109]: 1
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir.'"
QS. Al-Ikhlas [112]: 1
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah: 'Dialah Allah Yang Maha Esa.'"
Keterangan At-Tirmidzi dalam hadits yang sama: Ia menyebutkan bahwa ada riwayat lain dari Nabi ﷺ yang membaca Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) beserta Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Namun yang dipilih oleh mayoritas ahli ilmu dari sahabat dan setelah mereka adalah membaca tiga surat di atas, satu surat pada setiap rakaat.
Penjelasan Rinci
Makna hadits: Nabi ﷺ mengajarkan tata cara membaca dalam shalat Witir secara berurutan pada tiga rakaat. Rakaat pertama membaca Sabbihisma Rabbika al-A'la, rakaat kedua Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan rakaat ketiga Qul Huwallahu Ahad. Ini menunjukkan bahwa bacaan tersebut bukan sekadar pilihan bebas, tetapi sunnah yang ditetapkan.
Pemahaman ulama dalam daftar:
- Imam At-Tirmidzi (penulis hadits ini) menegaskan bahwa pendapat yang dipilih mayoritas ahli ilmu adalah membaca tiga surat tersebut, satu per rakaat. Ini menunjukkan bahwa beliau menguatkan riwayat Ibnu Abbas ini sebagai amalan yang masyhur di kalangan salaf.
- Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa disunnahkan membaca surat-surat ini dalam shalat Witir, dan ini adalah pendapat jumhur ulama. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama menambahkan bacaan Al-Mu'awwidzatain pada rakaat ketiga setelah Al-Ikhlas, namun yang lebih kuat adalah cukup dengan tiga surat tersebut.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membaca surat-surat ini dalam Witir secara konsisten, dan ini termasuk sunnah yang tetap. Beliau juga menjelaskan hikmahnya: Al-A'la mengandung tauhid dan pengagungan Allah, Al-Kafirun mengandung pelepasan diri dari kesyirikan, dan Al-Ikhlas mengandung penetapan tauhid secara murni.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti' menjelaskan bahwa membaca tiga surat ini dalam Witir adalah sunnah, dan boleh juga menambahkan Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat ketiga jika ingin mengamalkan riwayat lain, namun yang utama adalah mengikuti riwayat yang masyhur ini.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama (seperti yang disebutkan At-Tirmidzi) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membaca Al-Mu'awwidzatain dan Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Namun mayoritas ahli ilmu dari sahabat dan tabi'in memilih membaca tiga surat yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas ini. Yang paling kuat adalah pendapat jumhur, karena riwayatnya lebih shahih dan lebih masyhur diamalkan oleh para salaf.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, sahabat yang mulia dan ahli tafsir Al-Qur'an, meriwayatkan hadits ini dengan penuh perhatian terhadap detail ibadah Nabi ﷺ. Beliau adalah orang yang sangat teliti dalam mencatat gerakan dan bacaan Nabi ﷺ, sehingga riwayatnya menjadi rujukan utama dalam masalah shalat Witir.
Al-Hasan al-Bashri (tabi'in yang mulia) pernah ditanya tentang bacaan dalam Witir, maka beliau menjawab bahwa yang paling utama adalah membaca tiga surat tersebut, karena itulah yang diamalkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat. Beliau juga mengingatkan bahwa shalat Witir adalah shalat yang penuh berkah, dan membaca surat-surat pilihan ini menambah kekhusyukan dan pahala.
Hikmah: Setiap surat memiliki makna mendalam: Al-A'la mengajarkan pengagungan kepada Allah, Al-Kafirun menegaskan sikap tegas terhadap kesyirikan, dan Al-Ikhlas menegaskan tauhid yang murni. Membacanya secara berurutan dalam Witir seolah-olah seorang hamba menutup malamnya dengan tauhid dan pelepasan diri dari segala bentuk kesyirikan.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah tiga surat ini dalam shalat Witir secara berurutan: rakaat pertama Sabbihisma Rabbika al-A'la, rakaat kedua Qul Ya Ayyuhal Kafirun, rakaat ketiga Qul Huwallahu Ahad.
- Ini adalah sunnah yang masyhur dan dipilih oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat dan tabi'in.
- Boleh menambahkan Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat ketiga jika ingin mengamalkan riwayat lain, namun yang utama adalah mengikuti riwayat yang masyhur ini.
- Jangan meninggalkan shalat Witir, karena ia adalah shalat yang sangat dianjurkan dan menjadi penutup shalat malam.
- Renungkan makna surat-surat yang dibaca, karena masing-masing mengandung tauhid, pelepasan dari kesyirikan, dan pengagungan kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.