Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menerangkan dua amalan sunnah yang paling utama: puasa sunnah paling utama adalah puasa di bulan Muharram (bulan Allah), dan shalat sunnah paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (qiyamul lail/tahajjud). Keduanya adalah pintu besar menuju kedekatan dengan Allah, dan para ulama Ahlus Sunnah menjadikannya dalil keutamaan memperbanyak ibadah sunnah secara istiqamah, bukan sekadar banyak di awal lalu berhenti.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Shalat, Bab Keutamaan Shalat Malam, no. 438, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan menyebut ada riwayat serupa dari Jabir, Bilal, dan Abu Umamah.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ».
Terjemahan: "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah bulan Allah, Al-Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."
Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan shalat malam, firman Allah:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
QS. Al-Isra' [17]: 79 — "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Juga firman Allah:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
QS. As-Sajdah [32]: 16 — "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan."
Penjelasan Rinci
Pertama: keutamaan puasa Muharram. Nabi ﷺ menyebut Muharram sebagai syahrullah (bulan Allah). Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungannya, karena Allah hanya menyandarkan kepada-Nya sesuatu yang mulia. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa Muharram, dan yang paling ditekankan adalah puasa hari 'Asyura (10 Muharram), sebagaimana hadits lain yang menyebut puasa 'Asyura menghapus dosa setahun lalu.
Kedua: keutamaan shalat malam. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa shalat sunnah paling utama adalah shalat malam, karena ia lebih dekat kepada keikhlasan, jauh dari riya', dan dilakukan saat manusia tidur. Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. As-Sajdah [32]: 16 menyebutkan bahwa para salaf seperti Al-Hasan al-Bashri dan Mujahid memahami ayat ini sebagai pujian bagi orang yang meninggalkan tempat tidurnya untuk shalat malam.
Ketiga: urutan keutamaan. Hadits ini menunjukkan bahwa shalat wajib (fardhu) tetap yang paling utama, kemudian shalat malam sebagai sunnah yang paling utama. Demikian pula puasa Ramadan paling utama, lalu puasa Muharram. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa keutamaan ini berlaku umum sepanjang Muharram, dan shalat malam mencakup tahajjud maupun witir.
Keempat: perbedaan pendapat ringan. Sebagian ulama memandang keutamaan shalat malam mencakup semua shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari, termasuk witir dan tarawih. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa shalat malam yang dimaksud adalah qiyamul lail secara umum, dengan tahajjud setelah tidur sebagai bentuk yang paling utama, sebagaimana dipahami Ibnu Rajab dan Ibnu Hajar.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang rahasia keindahan wajah para ahli shalat malam. Beliau menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang berduaan dengan Allah di kegelapan malam, lalu Allah memberikan cahaya dari ibadah mereka ke wajah-wajah mereka di siang hari. Kisah ini masyhur di kalangan salaf dan menggambarkan bagaimana shalat malam membentuk akhlak dan cahaya batin seorang hamba. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menyebut shalat malam sebagai salah satu sebab utama kelembutan hati dan ketenangan jiwa.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak puasa sunnah di bulan Muharram, terutama hari 'Asyura dan Tasu'a.
- Jaga shalat wajib terlebih dahulu, karena keutamaan shalat malam dibangun di atasnya.
- Biasakan shalat malam walau dua rakaat, dan istiqamahkan meski sedikit.
- Lakukan dengan ikhlas dan tenang, tidak perlu berlebihan hingga meninggalkan kewajiban lain.
- Ingat bahwa keutamaan ini menunjukkan kasih sayang Allah yang membuka pintu ibadah sunnah bagi hamba-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.