Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 436 tentang Shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan shalat sunnah rawatib yang menyertai shalat wajib: dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelah Zhuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh. Hadits ini menunjukkan bahwa shalat sunnah setelah Isya adalah sunnah yang tetap (bukan bid'ah), dan menjadi dalil disyariatkannya shalat rawatib ba'diyah Isya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Abdullah bin Syaqiq dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 436, kitab Ash-Shalah, bab "Apa yang Dikatakan tentang Dua Rakaat Setelah Isya". At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Ayat yang menjadi landasan umum tentang shalat sunnah dan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ:

QS. Al-Ahzab [33]: 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Terjemahan: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Hadits pendukung — dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda tentang shalat sunnah rawatib:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ ﷺ عَشْرَ رَكَعَاتٍ...

Terjemahan ringkas: "Aku hafal dari Nabi ﷺ sepuluh rakaat (shalat sunnah rawatib): dua sebelum Zhuhur, dua setelah Zhuhur, dua setelah Maghrib, dua setelah Isya, dan dua sebelum Subuh." (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim; disebutkan juga oleh At-Tirmidzi dalam bab ini bahwa ada riwayat dari Ali dan Ibnu Umar).

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat rawatib muakkadah ada sepuluh rakaat, dan menyebutkan ba'diyah Isya termasuk di dalamnya.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa shalat sunnah setelah Isya termasuk rawatib yang dijaga Nabi ﷺ.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan keutamaan menjaga shalat sunnah di malam hari, khususnya setelah Isya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa meneladani Nabi ﷺ dalam ibadah adalah wujud cinta kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Abdullah bin Syaqiq bertanya langsung kepada Aisyah radhiyallahu 'anha — istri Nabi ﷺ yang paling mengetahui shalat beliau di rumah — tentang shalat sunnah Rasulullah ﷺ. Aisyah menyebutkan lima waktu shalat sunnah rawatib: sebelum dan sesudah Zhuhur, setelah Maghrib, setelah Isya, dan sebelum Subuh. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menjaga shalat sunnah ini secara rutin.

Pemahaman ulama daftar:

  1. Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat rawatib yang muakkadah (sangat ditekankan) berjumlah sepuluh rakaat, dan beliau memasukkan dua rakaat setelah Isya sebagai bagian darinya. Beliau juga menyebutkan bahwa menjaga shalat sunnah ini adalah tanda kesungguhan seorang hamba dalam beribadah.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits Aisyah ini menjadi dalil bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan shalat sunnah setelah Isya, baik dalam perjalanan maupun di rumah. Beliau juga menjelaskan bahwa shalat sunnah ini boleh dilakukan di rumah atau di masjid.
  3. Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa shalat sunnah setelah Isya memiliki keutamaan karena dilakukan di waktu malam yang penuh berkah, dan menjadi penutup amalan siang dengan ketaatan.
  4. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam shalat sunnah adalah bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta sarana mendekatkan diri kepada-Nya.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa shalat sunnah setelah Isya boleh dilakukan dua rakaat atau lebih, dan tidak ada batasan ketat selama tidak memberatkan. Sedangkan Imam asy-Syafi'i dan Imam Malik menekankan bahwa yang paling utama adalah dua rakaat sebagaimana disebutkan dalam hadits. Namun kesimpulan yang paling kuat — berdasarkan hadits Aisyah ini dan hadits Ibnu Umar — adalah bahwa dua rakaat setelah Isya adalah sunnah yang tetap dan dianjurkan, dan boleh menambah jika mampu, karena Nabi ﷺ pernah shalat malam lebih dari dua rakaat.

Catatan penting:

Hadits ini juga menunjukkan adab bertanya kepada ahli ilmu. Abdullah bin Syaqiq bertanya langsung kepada Aisyah karena beliau adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan mengetahui ibadah beliau di rumah. Ini mengajarkan kita untuk merujuk kepada orang yang berilmu dan amanah dalam urusan agama.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Syaqiq — seorang tabi'in — pernah datang kepada Aisyah radhiyallahu 'anha dan bertanya dengan penuh adab: "Wahai Ummul Mukminin, bagaimana shalat Rasulullah ﷺ?" Aisyah tidak menjawab dengan panjang lebar, tetapi langsung menyebutkan shalat-shalat sunnah yang beliau jaga. Ini menunjukkan bahwa Aisyah benar-benar memperhatikan ibadah Nabi ﷺ di rumah, dan beliau menyampaikannya dengan jelas kepada umat.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para salaf sangat bersemangat menanyakan ibadah Nabi ﷺ kepada orang yang paling mengetahui, dan mereka tidak merasa malu untuk bertanya demi memahami agama. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita untuk terus belajar dan bertanya kepada ahlinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat sunnah rawatib — terutama dua rakaat setelah Isya, karena termasuk sunnah yang dijaga Nabi ﷺ.
  2. Lakukan dengan ikhlas dan rutin — meskipun hanya dua rakaat, konsistensi lebih baik daripada banyak tetapi jarang.
  3. Teladani Nabi ﷺ dalam ibadah — sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 21, Rasulullah adalah suri teladan terbaik.
  4. Bertanyalah kepada ahli ilmu — seperti Abdullah bin Syaqiq yang bertanya kepada Aisyah, kita pun harus merujuk kepada ulama yang amanah.
  5. Jangan tinggalkan shalat sunnah setelah Isya — karena ini adalah sunnah yang tetap dan memiliki keutamaan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?