Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3903 tentang Keutamaan Anshar yang sopan dan sabar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang akhlak mulia Rasulullah ﷺ yang sangat menghargai dan memuji kaumnya, yaitu Anshar, dengan sifat 'iffah (menjaga diri dari hal haram) dan shabr (sabar). Ini menunjukkan betapa pentingnya seorang pemimpin atau da'i untuk memberikan penghargaan dan pengakuan kepada orang-orang yang beriman dan berakhlak mulia, serta menjadi teladan dalam menyampaikan salam dan doa kepada sesama muslim.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Keutamaan Rasulullah ﷺ, Bab Tentang Keutamaan Anshar dan Quraisy, nomor 3903. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan gharib (baik dan asing dalam periwayatannya).

Teks Hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ الْبَصْرِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، وَعَبْدُ الصَّمَدِ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ الْبُنَانِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي طَلْحَةَ، قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ اقْرَأْ قَوْمَكَ السَّلاَمَ فَإِنَّهُمْ مَا عَلِمْتُ أَعِفَّةٌ صُبُرٌ ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏

Terjemahan: Dari Abu Talhah, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: 'Sampaikan salamku kepada kaummu, karena aku tahu mereka adalah orang-orang yang 'afif (menjaga kehormatan) dan sabar.'"

Penjelasan Ulama:

  • Imam Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (syarah Jami' At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa kata أَعِفَّةٌ (a'iffah) adalah bentuk jamak dari عَفِيفٌ ('afif), yang berarti orang yang menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat, serta tidak meminta-minta. Sedangkan صُبُرٌ (shubur) adalah bentuk jamak dari صَبُورٌ (shabur), yang berarti orang yang sangat sabar dalam menghadapi kesulitan dan dalam menaati Allah.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) ketika membahas keutamaan Anshar, seringkali menukil bahwa sifat 'iffah dan shabr ini adalah puncak akhlak mulia yang dimiliki oleh para sahabat Anshar. Mereka tidak pernah mengeluh dalam berkorban harta dan jiwa demi menolong agama Allah dan Rasul-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

  1. Keutamaan Kaum Anshar: Rasulullah ﷺ secara khusus memuji kaum Anshar (penduduk Madinah yang menolong beliau) dengan dua sifat utama: 'iffah dan shabr. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa sering menyebut bahwa keimanan Anshar adalah iman yang kokoh karena mereka beriman tanpa melihat mukjizat secara langsung (seperti penduduk Mekkah), namun mereka tetap teguh dan sabar dalam menghadapi cobaan.
  2. Makna 'Iffah (Menjaga Diri): Sifat ini mencakup menjaga diri dari segala hal yang diharamkan Allah, baik dalam hal harta (tidak serakah, tidak meminta-minta), kehormatan (tidak berzina), maupun lisan (tidak menggunjing). Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan banyak kisah tentang kedermawanan Anshar yang tidak pernah mengharap imbalan duniawi.
  3. Makna Shabr (Sabar): Kesabaran mereka teruji ketika mereka menerima kaum Muhajirin yang datang tanpa harta, berbagi tempat tinggal dan kebun kurma, serta bersabar dalam peperangan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Anshar tidak pernah mengeluh meskipun hidup dalam kesederhanaan.
  4. Adab Menyampaikan Salam: Perintah Rasulullah ﷺ kepada Abu Thalhah untuk menyampaikan salam kepada kaumnya menunjukkan bahwa menyampaikan salam adalah doa dan penghormatan yang sangat dianjurkan, terutama kepada orang-orang shalih. Ini juga menjadi contoh bagi para pemimpin untuk selalu berkomunikasi dengan rakyatnya dengan penuh kasih sayang.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, bahwa ketika perang Hunain, kaum Anshar merasa kurang dihargai karena Rasulullah ﷺ memberikan banyak harta rampasan perang kepada para pemuka Quraisy yang baru masuk Islam. Maka Rasulullah ﷺ mengumpulkan mereka dan bersabda, "Wahai kaum Anshar, bukankah kalian dahulu dalam kesesatan lalu Allah memberi petunjuk melalui diriku? Bukankah kalian dahulu miskin lalu Allah memberi kekayaan melalui diriku? Bukankah kalian dahulu bermusuhan lalu Allah mempersatukan hati kalian melalui diriku?" Mereka menjawab, "Benar, Allah dan Rasul-Nya lebih berhak atas kebaikan." Lalu beliau bersabda, "Tidakkah kalian rela jika orang-orang pergi dengan membawa kambing dan unta, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah ﷺ?" Maka menangislah mereka dan berkata, "Kami rela, wahai Rasulullah." (HR. Bukhari no. 4330, Muslim no. 1061). Kisah ini menunjukkan betapa sabar dan 'iffah-nya kaum Anshar, mereka tidak iri dengan harta dunia, tetapi lebih mencintai Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladan dalam Memuji: Jadilah pribadi yang mudah melihat kebaikan orang lain dan memujinya dengan jujur, sebagaimana Rasulullah ﷺ memuji Anshar.
  2. Hiasi Diri dengan 'Iffah: Jauhkan diri dari perbuatan dosa, jangan meminta-minta, dan jaga kehormatan diri.
  3. Latih Kesabaran: Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi takdir Allah.
  4. Sampaikan Salam: Biasakan menyampaikan salam kepada sesama muslim, karena itu adalah doa dan tanda cinta.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.