Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar kaum Anshar dan kelembutan Nabi ﷺ dalam memimpin. Nabi ﷺ memberi bagian dunia kepada sebagian Quraisy yang baru masuk Islam untuk melunakkan hati mereka, lalu beliau menghibur kaum Anshar dengan menyatakan bahwa mereka mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu kembali bersama Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ juga menegaskan bahwa beliau akan mengikuti jalan kaum Anshar, sebagai bentuk pengakuan atas keutamaan dan pengorbanan mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. At-Taubah [9]: 60
وَاَلَّذِيْنَ لَمْ يُهَاجِرُوْا لَا تَتَوَلَّوْهُمْ حَتّٰى يُهَاجِرُوْاۚ وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Catatan: Ayat yang paling relevan dengan tema "melunakkan hati" adalah QS. At-Taubah [9]: 60 tentang zakat, namun untuk konteks hadits ini, ayat yang lebih tepat adalah tentang kaum Muhajirin dan Anshar:
QS. At-Taubah [9]: 100
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Kitab Keutamaan tentang Rasulullah, Bab Keutamaan Anshar dan Quraisy, nomor 3901. Imam at-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan shahih."
Hadits ini juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
- Imam at-Tirmidzi (penyusun hadits ini) menilai hadits ini hasan shahih.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memberikan bagian lebih kepada sebagian Quraisy yang baru masuk Islam (muallaf) untuk melunakkan hati mereka, dan ini termasuk kebijaksanaan beliau dalam berdakwah.
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Anshar dan bahwa Nabi ﷺ mencintai mereka serta akan mengikuti jalan mereka.
- Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan keutamaan Anshar yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama: Kelembutan Nabi ﷺ dalam memimpin dan berdakwah.
Nabi ﷺ mengumpulkan kaum Anshar secara khusus. Beliau bertanya apakah ada orang dari selain mereka. Mereka menjawab tidak ada kecuali anak saudara mereka (yakni dari pihak ibu, bukan dari kabilah Anshar asli). Nabi ﷺ kemudian menegaskan bahwa anak saudara suatu kaum adalah bagian dari mereka. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ ingin berbicara kepada Anshar secara murni, namun tetap mengakui bahwa kerabat dari pihak lain tetap dianggap bagian dari kaum tersebut.
Kedua: Kebijaksanaan Nabi ﷺ dalam memberikan bagian dunia.
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Quraisy baru saja keluar dari masa jahiliyah dan mengalami musibah (kekalahan dan kesulitan). Beliau ingin "menundukkan mereka dan melunakkan hati mereka" (أَجْبُرَهُمْ وَأَتَأَلَّفَهُمْ). Ini adalah bentuk strategi dakwah yang dikenal dalam fiqih sebagai "ta'lif al-qulub" (melunakkan hati), yang dalam Al-Qur'an disebutkan sebagai salah satu golongan yang berhak menerima zakat (QS. At-Taubah [9]: 60).
Ketiga: Penghiburan bagi Anshar dengan sesuatu yang lebih berharga.
Nabi ﷺ bertanya: "Apakah kalian tidak senang jika orang-orang kembali dengan dunia ini dan kalian kembali ke rumah-rumah kalian bersama Rasulullah?" Ini adalah penghiburan yang sangat indah. Kaum Anshar memang tidak mendapatkan bagian dunia yang banyak, tetapi mereka mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: kebersamaan dengan Rasulullah ﷺ, yang berarti kebersamaan dengan wahyu, petunjuk, dan ridha Allah.
Keempat: Pernyataan Nabi ﷺ tentang mengikuti jalan Anshar.
Nabi ﷺ bersabda: "Jika orang-orang melewati lembah atau jalan, dan Anshar melewati lembah atau jalan, maka aku akan melewati lembah atau jalan Anshar." Ini adalah pernyataan yang sangat tinggi dalam memuliakan Anshar. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini menunjukkan kecintaan Nabi ﷺ yang mendalam kepada Anshar dan pengakuan atas jasa-jasa mereka.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama membahas apakah pemberian khusus kepada Quraisy ini bertentangan dengan prinsip keadilan. Namun, Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah kebijaksanaan Nabi ﷺ sebagai pemimpin, dan kaum Anshar sendiri telah meridhai hal itu setelah dijelaskan. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama yang tercantum dalam daftar tentang keutamaan Anshar dan kebolehan ta'lif al-qulub dalam keadaan tertentu.
Story Telling
Dikisahkan bahwa setelah pembebasan Mekkah (Fathu Makkah), banyak orang Quraisy yang baru masuk Islam. Nabi ﷺ memberikan bagian harta rampasan yang lebih besar kepada mereka untuk melunakkan hati mereka. Sebagian kaum Anshar merasa kurang senang karena mereka yang berjuang keras namun mendapatkan bagian yang lebih sedikit.
Maka Nabi ﷺ mengumpulkan mereka dan menjelaskan dengan penuh kasih sayang. Beliau mengingatkan bahwa kaum Quraisy baru saja keluar dari kekafiran dan masih lemah imannya, sehingga perlu dikuatkan dengan harta. Sementara kaum Anshar, iman mereka sudah kokoh dan mereka telah terbukti pengorbanannya.
Kemudian Nabi ﷺ bertanya: "Apakah kalian tidak senang jika orang-orang kembali dengan dunia ini, sedangkan kalian kembali ke rumah-rumah kalian bersama Rasulullah?"
Mendengar itu, kaum Anshar menangis dan berkata: "Kami ridha, ya Rasulullah. Kami ridha."
Nabi ﷺ kemudian bersabda: "Jika orang-orang melewati lembah, dan Anshar melewati lembah, maka aku akan melewati lembah Anshar."
Kisah ini menunjukkan betapa besar kecintaan Nabi ﷺ kepada Anshar, dan betapa mulianya hati kaum Anshar yang menerima penjelasan beliau dengan lapang dada. (Sumber: Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Syarah Imam an-Nawawi)
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya kita mencintai kaum Anshar karena Nabi ﷺ mencintai mereka dan memuliakan mereka. Mencintai mereka adalah bagian dari iman.
- Dalam berdakwah, hendaknya kita memperhatikan keadaan orang yang didakwahi. Nabi ﷺ memberikan perlakuan khusus kepada muallaf yang baru masuk Islam untuk menguatkan iman mereka.
- Harta dunia bukanlah ukuran kemuliaan. Kaum Anshar tidak mendapatkan banyak harta, tetapi mereka mendapatkan kemuliaan yang jauh lebih besar, yaitu kebersamaan dengan Rasulullah ﷺ.
- Hendaknya kita ridha dengan pembagian yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan, dan tidak iri kepada orang lain yang mendapatkan bagian dunia lebih banyak.
- Hendaknya kita meneladani kelembutan Nabi ﷺ dalam menyelesaikan perbedaan, dengan menjelaskan hikmah dan memberikan penghiburan yang menenangkan hati.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.