Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3855 tentang Keutamaan suara merdu seperti keluarga Nabi Dawud

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah pujian mulia dari Nabi ﷺ kepada Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu karena suaranya yang sangat merdu saat membaca Al-Qur'an. Nabi ﷺ menyerupakan suara indahnya dengan "mizmar" (seruling) dari keluarga Nabi Dawud 'alaihissalam, yang terkenal dengan bacaan Zaburnya yang sangat indah. Ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan memperindahnya tanpa melampaui batas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

<p>حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكِنْدِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ، عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ ‏"‏ يَا أَبَا مُوسَى لَقَدْ أُعْطِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ ‏"‏ ‏.‏</p>

Terjemahan: Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Wahai Abu Musa! Sungguh engkau telah diberikan mizmar (suara merdu) di antara mizmar-mizmar (suara-suara merdu) keluarga Dawud."

Imam At-Tirmidzi berkata setelah meriwayatkannya: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 5048) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 793) dari jalur lain, dengan lafaz yang semakna.

Dalil pendukung tentang keutamaan suara indah dalam membaca Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

"Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), 'Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud.' Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (QS. Saba' [34]: 10)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Fadhail Al-Qur'an) menjelaskan bahwa "mizmar" di sini adalah kinayah (kiasan) untuk suara yang sangat indah dan merdu. Beliau menukil dari para ulama bahwa maksudnya adalah suara yang bagus dalam membaca Al-Qur'an, sebagaimana Nabi Dawud 'alaihissalam memiliki suara yang sangat merdu.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pujian Nabi ﷺ ini adalah keutamaan yang nyata bagi Abu Musa, dan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur'an adalah perkara yang dianjurkan selama tidak berlebihan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa hal penting dari hadits ini:

1. Makna "Mizmar" dan "Mazamir"

Kata "mizmar" (مِزْمَار) secara bahasa berarti alat musik tiup (seruling). Namun dalam konteks ini, ia adalah kiasan untuk suara yang sangat merdu dan indah. "Mazamir" adalah bentuk jamaknya. Jadi, "mizmar dari mazamir keluarga Dawud" artinya: suara merdu yang dianugerahkan kepadamu seperti suara merdu yang dianugerahkan kepada keluarga Nabi Dawud.

2. Keutamaan Nabi Dawud 'alaihissalam dalam Suara

Nabi Dawud 'alaihissalam terkenal dengan suaranya yang sangat indah ketika membaca Zabur. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menyebutkan bahwa ketika Dawud membaca Zabur, gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih bersamanya karena keindahan suaranya. Ini adalah mukjizat yang Allah berikan kepadanya.

3. Pujian Nabi ﷺ kepada Abu Musa

Nabi ﷺ secara khusus memuji Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu karena suaranya yang merdu dalam membaca Al-Qur'an. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah mendengar bacaan Abu Musa di malam hari dan bersabda: "Sungguh orang ini telah diberikan mizmar dari mazamir keluarga Dawud."

4. Adab Membaca Al-Qur'an dengan Suara Indah

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan dianjurkannya membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan merdu, tanpa berlebihan. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur'an adalah sunnah, selama tidak keluar dari kaidah tajwid dan tidak meniru lagu-lagu yang haram.

5. Peringatan dari Ghuluw (Berlebihan)

Meskipun suara indah dianjurkan, para ulama mengingatkan agar tidak berlebihan hingga mengganggu makna Al-Qur'an. Imam Asy-Syafi'i dan para ulama lainnya menekankan bahwa tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah tadabbur (perenungan) dan pemahaman makna, bukan sekadar keindahan suara.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling merdu suaranya dalam membaca Al-Qur'an. Suatu malam, Nabi ﷺ mendengar bacaannya yang sangat indah. Beliau berhenti dan mendengarkan dengan khusyuk. Keesokan harinya, Nabi ﷺ bersabda kepadanya: "Wahai Abu Musa, sungguh engkau telah diberikan mizmar dari mazamir keluarga Dawud."

Abu Musa radhiyallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, seandainya aku tahu engkau mendengarku, niscaya aku perindah lagi bacaanku untukmu."

Kisah ini menunjukkan betapa perhatiannya Nabi ﷺ terhadap para sahabatnya, dan betapa besar keutamaan membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah. Ini juga mengajarkan kita untuk saling mendengarkan dan menghargai bacaan Al-Qur'an saudara kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah memperindah suara saat membaca Al-Qur'an, karena ini adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ dan dipuji oleh beliau.
  2. Jaga adab membaca Al-Qur'an — perhatikan tajwid, makna, dan tadabbur, jangan hanya mengejar keindahan suara.
  3. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam melagukan bacaan hingga keluar dari kaidah atau mengganggu makna.
  4. Dengarkan dan hargai bacaan orang lain — sebagaimana Nabi ﷺ mendengarkan bacaan Abu Musa dan memujinya.
  5. Yakinlah bahwa suara merdu adalah anugerah Allah — gunakan untuk ketaatan, bukan untuk hal-hal yang sia-sia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.