Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan asal-usul kunyah (gelar panggilan) sahabat mulia Abu Hurairah رضي الله عنه, yaitu karena kegemarannya bermain dengan seekor kucing kecil (hurairah) ketika ia menggembala domba keluarganya. Hadits ini diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Keutamaan Rasulullah ﷺ, dan beliau menilainya sebagai hadits hasan gharib. Kisah ini menunjukkan kelembutan hati Abu Hurairah dan sekaligus menjadi pengantar untuk mengenal keutamaannya sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini tidak memuat ayat Al-Qur'an secara langsung, namun sangat erat kaitannya dengan pujian Allah terhadap para sahabat Nabi ﷺ:
QS. At-Taubah [9]: 100
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
Hadits terkait (shahih): Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda tentang keutamaannya dalam menyimpan hadits. Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi ﷺ pernah menggelar selendangnya dan Abu Hurairah menampung hadits-hadits di dalamnya, lalu beliau tidak pernah lupa setelah itu. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitab shahih mereka.
Kaitan dengan ulama: Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H) meriwayatkan hadits ini dalam Jami'-nya dan menilainya "hasan gharib". Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan keutamaan Abu Hurairah dan banyaknya hadits yang beliau riwayatkan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini berisi dialog antara Abdullah bin Rafi' dengan Abu Hurairah رضي الله عنه. Abdullah bertanya mengapa beliau diberi kunyah "Abu Hurairah". Abu Hurairah awalnya balik bertanya dengan nada menegur: "Apakah kamu tidak takut padaku?" — ini menunjukkan wibawa beliau sebagai sahabat senior, bukan ancaman. Abdullah menjawab dengan penuh adab: "Demi Allah, aku sangat mengagumimu." Lalu Abu Hurairah menjelaskan asal kunyahnya: ia dahulu menggembala domba keluarganya, memiliki seekor kucing kecil (hurairah), meletakkannya di pohon pada malam hari, dan membawanya bermain pada siang hari. Karena itu orang-orang memanggilnya "Abu Hurairah" (bapak si kucing kecil).
Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, kunyah ini bukanlah gelar kebanggaan yang dibuat-buat, melainkan kebiasaan masyarakat Arab memberi kunyah berdasarkan sesuatu yang melekat pada seseorang. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa nama asli beliau adalah Abdurrahman bin Shakhr (ada beberapa pendapat), dan kunyah "Abu Hurairah" menjadi lebih masyhur daripada namanya sendiri.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Kelembutan hati Abu Hurairah — beliau menyayangi hewan kecil, dan ini sesuai dengan ajaran Nabi ﷺ tentang kasih sayang kepada makhluk.
- Kesederhanaan beliau — beliau tidak malu mengakui pekerjaannya sebagai penggembala domba.
- Adab Abdullah bin Rafi' — ia bertanya dengan sopan dan menyatakan rasa kagum, bukan mengejek.
- Keutamaan Abu Hurairah — Imam At-Tirmidzi memasukkan hadits ini dalam bab keutamaan Abu Hurairah, menunjukkan kedudukan beliau di sisi para ulama.
Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini "hasan gharib". Gharib berarti diriwayatkan oleh jalur yang relatif sedikit. Meski demikian, maknanya shahih dan tidak bertentangan dengan hadits-hadits lain yang lebih kuat tentang keutamaan Abu Hurairah.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ. Beliau masuk Islam pada tahun Khaibar (7 H) dan sejak itu selalu menyertai majelis Nabi ﷺ. Karena kegigihannya, beliau menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — lebih dari 5.000 hadits. Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala' menyebutkan bahwa Abu Hurairah membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk shalat, sepertiga untuk tidur, dan sepertiga untuk mengingat hadits Nabi ﷺ. Kisah kucing kecilnya menjadi pengingat bahwa kelembutan hati terhadap makhluk Allah adalah bagian dari akhlak seorang mukmin, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Rahmat itu hanya diberikan kepada orang yang berhati penyayang." (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya kita meneladani kelembutan Abu Hurairah رضي الله عنه terhadap hewan kecil, karena kasih sayang kepada makhluk adalah bagian dari iman.
- Jangan malu dengan pekerjaan atau asal-usul kita yang sederhana, karena kemuliaan di sisi Allah datang dari ketakwaan.
- Beradablah dalam bertanya kepada orang yang lebih berilmu, seperti adab Abdullah bin Rafi' kepada Abu Hurairah.
- Kenalilah para sahabat Nabi ﷺ dan keutamaan mereka, karena mereka adalah generasi terbaik yang menjadi perantara sampainya ilmu kepada kita.
- Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.