Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3798 tentang Keutamaan Ammar bin Yasir sebagai sahabat yang suci

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi pujian Nabi ﷺ kepada sahabat mulia Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu, dengan menyebutnya sebagai "ath-thayyib al-muthayyab" (yang suci lagi dimurnikan). Ini menunjukkan keutamaan besar Ammar, pengakuan Nabi ﷺ atas kesucian hati dan keimanannya, serta adab memuliakan tamu dan sahabat yang mulia. Hadits ini hasan shahih menurut Imam At-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Manaqib, Bab Manaqib Ammar bin Yasir, dari jalur Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu:

Teks Arab hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ هَانِئِ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: جَاءَ عَمَّارٌ يَسْتَأْذِنُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: «ائْذَنُوا لَهُ، مَرْحَبًا بِالطَّيِّبِ الْمُطَيَّبِ». هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Terjemahan:

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Hani' bin Hani', dari Ali, ia berkata: "Ammar datang meminta izin kepada Nabi ﷺ, maka beliau bersabda: 'Izinkanlah dia, selamat datang kepada yang suci lagi dimurnikan.'" Ini adalah hadits hasan shahih.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan sahabat:

QS. At-Taubah [9]: 100

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Ammar bin Yasir termasuk golongan orang-orang yang terdahulu masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun), sehingga ayat ini mencakup keutamaannya.

Penjelasan Rinci

Kedudukan Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu

Ammar bin Yasir adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam. Ia termasuk keluarga yang disiksa di Mekkah karena keimanannya — ia, ayahnya Yasir, dan ibunya Sumayyah. Ibunya Sumayyah adalah syahidah pertama dalam Islam. Nabi ﷺ pernah melewati mereka yang sedang disiksa dan bersabda: "Sabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kalian adalah surga."

Makna "ath-thayyib al-muthayyab"

Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa "ath-thayyib" berarti orang yang baik, suci, bersih dari kotoran dosa dan akhlak tercela. Sedangkan "al-muthayyab" berarti yang telah dimurnikan dan dibersihkan oleh Allah, atau yang memiliki kebaikan yang berlipat. Sebagian ulama menjelaskan bahwa "ath-thayyib" merujuk pada kesucian asal kejadiannya, dan "al-muthayyab" merujuk pada kesucian yang diperoleh melalui tarbiyah Nabi ﷺ dan keimanan yang kuat.

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menyebutkan bahwa pujian Nabi ﷺ ini merupakan pengakuan atas keimanan Ammar yang kokoh dan keteguhannya dalam menghadapi ujian.

Adab memuliakan tamu dan sahabat

Dalam hadits ini Nabi ﷺ mengajarkan adab mulia: ketika ada sahabat yang datang, beliau memerintahkan untuk mengizinkan dan menyambutnya dengan pujian. Ini menunjukkan bahwa memuliakan tamu dan menyanjung orang saleh di hadapannya (bukan untuk riya, tetapi untuk menguatkan hatinya) adalah sunnah yang baik. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memuji seseorang di hadapannya diperbolehkan jika aman dari fitnah (ujub) dan tujuannya untuk menyenangkan hati serta menguatkan iman.

Status hadits

Imam At-Tirmidzi menyatakan hadits ini "hasan shahih". Imam Al-Albani juga menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi. Sanadnya melalui Sufyan (ats-Tsauri), dari Abu Ishaq (Amr bin Abdullah as-Sabi'i), dari Hani' bin Hani', dari Ali bin Abi Thalib. Para ulama hadits seperti Yahya bin Ma'in dan Ali bin al-Madini menilai Abu Ishaq sebagai perawi yang tsiqah (terpercaya), meskipun di akhir hayatnya hafalannya sedikit berubah, namun riwayat Sufyan ats-Tsauri darinya dianggap baik karena Sufyan meriwayatkan sebelum perubahan tersebut.

Keutamaan Ammar dalam hadits-hadits lain

Nabi ﷺ juga bersabda tentang Ammar: "Ammar dipenuhi keimanan sampai ke tulang sumsumnya." (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Al-Albani). Dan dalam hadits lain: "Ammar bersama kebenaran, dan kebenaran bersama Ammar, ke mana pun ia berpaling." (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh At-Tirmidzi). Ini semua menunjukkan kedudukan Ammar yang sangat tinggi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu adalah seorang yang sangat rindu bertemu Nabi ﷺ dan selalu berusaha berada di dekat beliau. Pada suatu hari, ia datang ke rumah Nabi ﷺ dan meminta izin untuk masuk. Nabi ﷺ yang sedang bersama para sahabatnya, termasuk Ali bin Abi Thalib, langsung bersabda dengan penuh kasih: "Izinkanlah dia, selamat datang kepada yang suci lagi dimurnikan."

Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini tentu merasakan betapa besar cinta Nabi ﷺ kepada Ammar. Padahal Ali sendiri adalah menantu dan sepupu Nabi ﷺ, namun ia tetap meriwayatkan keutamaan Ammar dengan jujur dan penuh penghormatan. Ini menunjukkan akhlak para sahabat yang saling mengakui keutamaan satu sama lain tanpa rasa dengki.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menyebutkan bahwa para sahabat saling mencintai karena Allah, dan mereka tidak segan mengakui keutamaan saudaranya. Inilah pelajaran bagi kita: janganlah iri terhadap keutamaan orang lain, tetapi jadikanlah itu motivasi untuk meningkatkan iman dan amal.

Kesimpulan Praktis

  1. Memuliakan orang saleh — Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk menyambut dan memuliakan orang-orang yang memiliki keutamaan iman dan ketakwaan.
  2. Mengakui keutamaan orang lain — Seperti Ali yang meriwayatkan keutamaan Ammar, hendaknya kita tidak iri tetapi mengakui dan menghargai kebaikan saudara kita.
  3. Keteguhan iman di tengah ujian — Ammar dan keluarganya disiksa karena iman, namun mereka tetap teguh. Ini pelajaran bagi kita untuk sabar dalam menghadapi ujian.
  4. Adab memuji — Memuji orang saleh di hadapannya diperbolehkan selama tidak menimbulkan ujub (bangga diri) dan tujuannya untuk menyenangkan hatinya.
  5. Mengenali keutamaan sahabat — Mempelajari manaqib (keutamaan) para sahabat menumbuhkan cinta kepada mereka dan kepada Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?