Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Ubayy bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu. Puncak kemuliaan tersebut adalah Allah ﷻ secara khusus memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk membacakan surat Al-Bayyinah kepadanya, dan Allah menyebut namanya di sisi para malaikat. Ini adalah kehormatan yang sangat agung, yang membuat Ubayy bin Ka'ab menangis karena takjub dan haru.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Manaqib, Bab Manaqib Mu'adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Ubayy bin Ka'ab, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, no. 3792. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
Berikut adalah teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لأُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ " إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ : ( لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا ) " . قَالَ وَسَمَّانِي قَالَ " نَعَمْ " . فَبَكَى .
Artinya: "Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ubayy bin Ka'ab: 'Sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk membacakan kepadamu: "Orang-orang yang kafir tidak akan... (QS. Al-Bayyinah [98]: 1)"' Ubayy bertanya: 'Apakah Allah menyebut namaku?' Beliau menjawab: 'Ya.' Maka Ubayy pun menangis."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3809) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 799) dari jalur lain, dengan lafaz yang serupa.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil yang menunjukkan keutamaan sahabat mulia, Ubayy bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, yang merupakan salah satu penghafal Al-Qur'an terbaik di kalangan sahabat. Beliau adalah salah satu dari empat orang yang Rasulullah ﷺ perintahkan umatnya untuk mengambil Al-Qur'an dari mereka.
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Keutamaan Membacakan Al-Qur'an kepada Orang Lain: Perintah Allah kepada Nabi ﷺ untuk membacakan surat Al-Bayyinah kepada Ubayy bin Ka'ab menunjukkan bahwa membacakan Al-Qur'an kepada orang lain adalah ibadah yang mulia. Ini juga menjadi dalil tentang bolehnya seseorang meminta orang lain untuk membacakan Al-Qur'an kepadanya, sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama.
- Keutamaan Ubayy bin Ka'ab: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ubayy bin Ka'ab yang sangat tinggi. Beliau adalah orang yang paling pandai dalam membaca Al-Qur'an di antara para sahabat. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ dan keutamaan yang nyata bagi Ubayy bin Ka'ab.
- Tangisan Ubayy bin Ka'ab: Tangisan Ubayy bin Ka'ab bukanlah karena kesedihan, melainkan karena perasaan takjub, haru, dan syukur yang mendalam atas kemuliaan yang Allah berikan kepadanya. Ini menunjukkan adab seorang hamba ketika menerima kabar gembira dari Allah dan Rasul-Nya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa menangis karena takut kepada Allah atau karena merasakan keagungan nikmat Allah adalah perbuatan yang terpuji.
- Penyebutan Nama di Sisi Allah: Pertanyaan Ubayy bin Ka'ab, "Apakah Allah menyebut namaku?" dan jawaban Nabi ﷺ, "Ya," menunjukkan bahwa Allah ﷻ menyebut nama hamba-hamba-Nya yang mulia di hadapan para malaikat. Ini adalah kehormatan yang tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan duniawi apa pun. Ini juga menjadi motivasi bagi kita untuk beramal shalih agar nama kita disebut di sisi Allah.
Story Telling
Kisah ini mengingatkan kita pada keutamaan para sahabat yang menjadi tempat rujukan dalam Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ bersabda:
خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَأُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ
Artinya: "Ambillah Al-Qur'an dari empat orang: dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal, dan Ubayy bin Ka'ab." (HR. Al-Bukhari no. 3758)
Ubayy bin Ka'ab adalah seorang sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah ﷺ. Beliau adalah pemimpin para qari' (penghafal Al-Qur'an) di kalangan sahabat. Ketika Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar gembira ini, Ubayy bin Ka'ab menangis. Beliau tidak menyangka akan mendapatkan kehormatan sebesar ini. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dengan harta atau jabatan, tetapi dengan keimanan, ketakwaan, dan pelayanan terhadap Al-Qur'an.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Allah ﷻ memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shalih, sebagaimana Dia memuliakan Ubayy bin Ka'ab.
- Perbanyaklah membaca, mempelajari, dan mengajarkan Al-Qur'an, karena ini adalah jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat.
- Jadikanlah para sahabat sebagai teladan dalam kecintaan mereka kepada Al-Qur'an dan Rasulullah ﷺ.
- Jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi amal itulah yang mengangkat derajat kita di sisi Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.