Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan kedermawanan luar biasa Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu yang memberikan seribu dinar untuk mempersiapkan pasukan Perang Tabuk (Jaisyul 'Usrah). Sebagai balasannya, Nabi ﷺ mendoakan dan memberi kabar gembira bahwa apa pun yang dilakukan Utsman setelah itu tidak akan membahayakannya. Ini adalah keutamaan besar yang menunjukkan bahwa amal kebaikan yang ikhlas dan besar di saat sulit akan diabadikan oleh Allah dan menjadi sebab ampunan serta keridhaan-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat At-Tirmidzi:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Manaqib, Bab Keutamaan Utsman bin Affan, no. 3701. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan gharib dari jalur ini."
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
"Dan apa saja yang kamu infakkan, atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun."
(QS. Al-Baqarah [2]: 270)
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap infak dan pengorbanan harta diketahui oleh Allah dan tidak akan hilang sia-sia. Ini sesuai dengan konteks hadits, di mana infak Utsman untuk Jaisyul 'Usrah diketahui dan dibalas oleh Allah.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan bahwa Allah mengetahui semua pengorbanan hamba-Nya dan akan memberikan balasan yang setimpal. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di juga menjelaskan bahwa infak yang ikhlas akan dicatat dan dibalas oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil tentang keutamaan Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Mari kita pahami beberapa poin penting:
1. Konteks Sejarah: Jaisyul 'Usrah (Pasukan Kesulitan)
Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-9 Hijriah, saat Rasulullah ﷺ mempersiapkan pasukan untuk menghadapi Kekaisaran Romawi di Tabuk. Waktu itu adalah musim panas yang sangat terik, buah-buahan sedang matang, dan jarak tempuh sangat jauh. Banyak orang yang berat hati untuk ikut. Allah menamakan pasukan ini Jaisyul 'Usrah (pasukan kesulitan) karena kondisi yang sangat sulit.
2. Kedermawanan Utsman bin Affan
Dalam kondisi sulit ini, Utsman datang membawa seribu dinar — jumlah yang sangat besar pada masa itu. Beliau menumpahkannya di pangkuan Nabi ﷺ. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Utsman juga membawa seribu unta dan seratus kuda untuk pasukan ini. Bahkan dalam riwayat lain, Utsman membawa tiga ratus unta beserta perlengkapannya.
3. Reaksi Nabi ﷺ dan Kabar Gembira
Nabi ﷺ membolak-balikkan dinar itu di pangkuannya sambil bersabda: "Apa pun yang dilakukan Utsman setelah hari ini tidak akan membahayakannya," diucapkan dua kali. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung. Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah Sunan At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa maknanya adalah: karena amal besar ini, dosa-dosa Utsman setelahnya akan diampuni, atau ia telah mencapai derajat yang tidak akan dicelakakan oleh perbuatan setelahnya selama ia tetap di atas keimanan.
4. Pelajaran dari Ulama
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa peristiwa ini termasuk keutamaan Utsman yang sangat masyhur. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa amal-amal besar seperti ini menunjukkan keikhlasan dan kecintaan yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Allah membalasnya dengan keridhaan dan ampunan.
5. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Makna "Tidak Membahayakannya"
- Sebagian ulama memaknai: dosa-dosanya setelah itu diampuni karena besarnya amal ini.
- Sebagian lain memaknai: ia dijaga dari fitnah dan kesesatan setelah itu.
- Pendapat yang lebih kuat: ia diampuni dan dijaga dari hal-hal yang membinasakan, karena ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ yang merupakan wahyu dari Allah.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan bahwa ketika perintah untuk mempersiapkan pasukan Tabuk tiba, Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang menyiapkan perlengkapan pasukan ini, baginya surga." Maka Utsman bin Affan segera menyiapkan perlengkapan untuk seribu orang. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi: "Siapa yang menambah perlengkapan pasukan ini, baginya surga." Maka Utsman kembali menambah seribu lagi. Bahkan disebutkan bahwa Utsman membeli sumur Raumah dengan harga yang sangat mahal untuk kepentingan kaum muslimin, dan Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa membeli sumur Raumah, baginya surga." Maka Utsman membelinya.
Sahabat Abdurrahman bin Samurah yang meriwayatkan hadits ini adalah saksi langsung. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Nabi ﷺ membolak-balikkan dinar itu di pangkuannya. Ini menunjukkan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi dan disaksikan oleh para sahabat.
Hikmah dari kisah ini: Allah Maha Melihat setiap pengorbanan hamba-Nya. Utsman tidak mencari pujian manusia, tetapi ia mencari keridhaan Allah. Dan Allah membalasnya dengan kabar gembira melalui lisan Nabi-Nya ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Bersegeralah berinfak di saat sulit — pahala dan balasannya lebih besar daripada berinfak di saat lapang.
- Keikhlasan adalah kunci — Utsman tidak mengharap balasan dari manusia, tetapi dari Allah.
- Amal besar bisa menjadi penutup dosa — jika dilakukan dengan ikhlas dan di saat dibutuhkan.
- Jangan meremehkan kebaikan kecil — karena kebaikan yang tampak kecil bisa menjadi besar di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas.
- Teladani kedermawanan Utsman — beliau adalah contoh terbaik dalam berkorban untuk agama Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.