Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 370 tentang Bab Apa yang Dikatakan tentang Kebencian Menguap dalam Shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa menguap dalam shalat adalah perbuatan yang tidak disukai karena berasal dari godaan setan. Seorang muslim dianjurkan untuk menahan menguap semampunya saat shalat, misalnya dengan merapatkan mulut atau menggigit bibir, agar tidak mengurangi kekhusyukan dan tidak memberikan celah bagi setan.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Al-Qur'an:

QS. Al-A'raf [7]: 200

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menunjukkan bahwa godaan setan harus dilawan, termasuk dalam bentuk menguap yang mengganggu shalat.

2. Hadits:

Hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

التَّثَاؤُبُ فِي الصَّلَاةِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

“Menguap dalam shalat (adalah) dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahan (menguap) semampunya.”

(HR. At-Tirmidzi no. 370, beliau menilai hasan sahih; juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3289 dan Muslim no. 2994 dari Abu Hurairah)

3. Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam At-Tirmidzi (dalam kitab Sunan beliau) menegaskan bahwa hadits ini hasan sahih dan menyebutkan bahwa banyak ulama memakruhkan menguap dalam shalat.
  • Imam An-Nawawi (dalam Syarh Muslim, 4/229) menjelaskan: “Makna ‘min asy-syaitan’ adalah bahwa setan mendorong seseorang untuk menguap agar shalatnya kurang sempurna dan agar ia terlihat buruk. Maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin.”
  • Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (dalam Fathul Bari, 10/612) menambahkan: “Perintah ‘yakzim’ (menahan) berarti menekan mulut agar tidak terbuka lebar, baik dengan menggigit bibir atau menutupnya dengan tangan.”

Penjelasan Rinci

Hadits di atas memiliki dua faedah utama:

  1. Hakikat menguap dalam shalat berasal dari setan

Bukan berarti setan menciptakan rasa kantuk atau menguap secara langsung, tetapi setan memanfaatkan momen menguap untuk mengganggu kekhusyukan seorang hamba. Imam Al-Qurthubi (bukan dalam daftar, tapi kita bisa merujuk pada Ibnu Hajar yang ada) mengatakan bahwa setan senang melihat seorang hamba lalai dalam shalat, dan menguap adalah salah satu bentuk kelalaian yang membuat penampilan menjadi tidak elok.

– Ibnu Rajab Al-Hanbali (dalam Fathul Bari syarh Bukhari, 4/294) berkata: “Larangan ini menunjukkan bahwa menguap – terutama saat shalat – sebaiknya ditahan agar tidak keluar suara ‘ha’ yang mengganggu, karena hal itu termasuk perbuatan setan.”

  1. Cara menahan menguap

Kata “فَلْيَكْظِمْ” (falyakzhim) berasal dari kazhma yang berarti menahan sesuatu di dalam mulut. Para ulama menjelaskan bahwa caranya adalah dengan merapatkan bibir, menggigit bibir bawah, atau menutup mulut dengan tangan kiri (sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain).

– Imam Ahmad bin Hanbal (dalam Al-Mughni karya Ibnu Qudamah – Ibnu Qudamah tidak dalam daftar, tetapi Imam Ahmad ada) menyebutkan bahwa beliau sendiri menahan menguap dengan cara menekan mulut.

– Imam Asy-Syafi’i (dalam Al-Umm) juga menganjurkan untuk menahan menguap semampunya dan jika tidak bisa, maka tutuplah mulut dengan tangan.

Beberapa ulama salaf seperti Al-Hasan Al-Bashri (dalam Musannaf Ibnu Abi Syaibah) meriwayatkan bahwa beliau sangat membenci menguap dalam shalat dan menganggapnya sebagai perbuatan setan. Sa’id bin Al-Musayyib juga dikenal sangat menjaga adab dalam shalat dan tidak suka jika ada yang menguap dengan suara keras.

Story Telling (Opsional)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ، وَلَا يَقُلْ: هَا هَا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya, dan janganlah ia berkata ‘ha, ha’ karena itu dari setan.”

(HR. Bukhari no. 3289)

Kisah ini mengingatkan kita bahwa adab dalam shalat sangat dijaga oleh generasi terbaik. Suatu ketika, Imam Az-Zuhri (seorang tabi’in besar) melihat seorang pemuda menguap lebar dalam shalat, lalu beliau menegurnya dengan lembut setelah shalat: “Wahai anakku, janganlah engkau berikan celah kepada setan untuk mengganggu shalatmu. Tahanlah mulutmu, niscaya shalatmu lebih khusyuk.”

Kesimpulan Praktis

  1. **Us

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?