Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3695 tentang Kepercayaan Nabi, Abu Bakr, dan Umar pada mukjizat serigala

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan seekor serigala yang berbicara kepada seorang penggembala, dan Nabi ﷺ menyatakan bahwa beliau, Abu Bakr, dan Umar mempercayai kejadian itu. Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Abu Bakr dan Umar رضي الله عنهما, karena keimanan mereka yang kuat membuat mereka membenarkan perkara luar biasa yang diberitakan Nabi ﷺ tanpa ragu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 3695, Kitab Keutamaan Rasulullah ﷺ, Bab Keutamaan Umar bin Al-Khattab. Imam At-Tirmidzi berkata: "هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ" (ini hadits hasan shahih).

Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna, dari Abu Hurairah رضي الله عنه.

Ayat Al-Qur'an yang relevan — tentang keimanan yang kuat dan membenarkan berita Nabi ﷺ:

QS. Al-Hujurat [49]: 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian tidak ragu-ragu, dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."

Kaitan dengan ulama: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakr dan Umar, karena keduanya disebut khusus oleh Nabi ﷺ dalam membenarkan perkara yang luar biasa ini. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa penyebutan Abu Bakr dan Umar di sini adalah bentuk pujian dan pengangkatan derajat keduanya.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Hadits ini menceritakan sebuah peristiwa menakjubkan: seekor serigala berbicara dengan manusia. Serigala itu mengambil seekor domba, lalu penggembalanya merebutnya kembali. Serigala kemudian berkata: "Bagaimana kamu akan melakukannya pada Hari Pemangsa (يَوْمَ السَّبُعِ), hari ketika tidak ada gembala selain aku?" Yakni, pada hari kiamat atau hari-hari akhir zaman ketika manusia sibuk dengan urusannya sendiri, serigala akan menjadi "gembala" bagi domba-domba karena tidak ada manusia yang menjaganya.

Mendengar kisah ini, Nabi ﷺ bersabda: "Maka aku percaya akan hal itu, aku dan Abu Bakr, dan Umar." Ini menunjukkan bahwa keimanan beliau dan kedua sahabat mulia ini sangat kuat, sehingga langsung membenarkan berita yang tampak mustahil bagi akal biasa.

Pemahaman ulama:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan Abu Bakr dan Umar secara khusus di sini menunjukkan keutamaan mereka yang sangat tinggi. Karena keimanan mereka yang kokoh, mereka langsung membenarkan perkara yang luar biasa tanpa ragu.
  2. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil keutamaan Abu Bakr dan Umar, dan bahwa keduanya memiliki keimanan yang sempurna. Beliau juga menjelaskan bahwa ucapan Nabi ﷺ "aku percaya" menunjukkan bahwa beliau sendiri membenarkan kisah itu, dan beliau menyebut Abu Bakr dan Umar karena keduanya adalah orang yang paling cepat membenarkan.
  3. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa mukjizat tidak hanya terjadi pada Nabi ﷺ, tetapi juga bisa terjadi pada umatnya sebagai karomah. Namun yang paling utama adalah keimanan yang kuat terhadap berita Nabi ﷺ.
  4. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa keimanan yang benar adalah membenarkan semua berita Nabi ﷺ, baik yang masuk akal maupun yang tampak mustahil, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Catatan penting:

Abu Salamah (perawi dari Abu Hurairah) berkata: "Dan keduanya (Abu Bakr dan Umar) tidak ada di antara orang-orang pada hari itu." Ini menunjukkan bahwa peristiwa serigala berbicara itu terjadi sebelum Abu Bakr dan Umar masuk Islam, atau sebelum keduanya bersama Nabi ﷺ. Namun Nabi ﷺ menyebut mereka karena beliau mengetahui bahwa mereka akan beriman dan membenarkan.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama menjelaskan bahwa "Hari Pemangsa" (يَوْمَ السَّبُعِ) merujuk pada hari kiamat, ketika manusia sibuk dengan urusan masing-masing dan binatang buas akan berkeliaran tanpa ada yang menggembalakan. Sebagian lagi mengatakan itu adalah isyarat tentang akhir zaman ketika manusia meninggalkan kewajiban mereka. Namun yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa itu adalah hari kiamat, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dan an-Nawawi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya. Beliau menceritakan kisah seorang penggembala yang didatangi serigala yang berbicara. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian. Ketika Nabi ﷺ menyebut bahwa beliau, Abu Bakr, dan Umar mempercayai kisah itu, para sahabat pun memahami bahwa ini adalah pujian besar bagi kedua sahabat mulia tersebut.

Abu Hurairah رضي الله عنه, yang meriwayatkan hadits ini, adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi ﷺ. Beliau dikenal sangat hafal dan teliti dalam meriwayatkan. Dalam kisah ini, beliau menyampaikan bahwa Abu Salamah (salah satu perawi) menegaskan bahwa Abu Bakr dan Umar tidak hadir dalam majelis itu, namun Nabi ﷺ tetap menyebut mereka karena keimanan mereka yang luar biasa.

Hikmahnya: keimanan yang kuat adalah karunia Allah yang paling berharga. Abu Bakr dan Umar mendapat pujian langsung dari Nabi ﷺ karena mereka membenarkan berita beliau tanpa ragu, bahkan sebelum mereka mendengarnya secara langsung.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani keimanan Abu Bakr dan Umar — keduanya membenarkan berita Nabi ﷺ tanpa ragu, bahkan untuk perkara yang tampak mustahil. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak meragukan hadits-hadits shahih.
  2. Yakinlah bahwa Allah Maha Kuasa — serigala bisa berbicara jika Allah menghendaki. Jangan batasi kekuasaan Allah dengan akal kita yang terbatas.
  3. Keutamaan sahabat — hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakr dan Umar رضي الله عنهما sebagai sahabat yang paling utama setelah Nabi ﷺ.
  4. Hindari keraguan terhadap hadits shahih — jika hadits sudah dinilai shahih oleh ulama seperti At-Tirmidzi, Bukhari, dan Muslim, maka wajib bagi kita membenarkannya.
  5. Jaga keimanan — keimanan bisa naik dan turun. Perbanyaklah mendengarkan dan membaca hadits Nabi ﷺ untuk memperkuat iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?