Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3648 tentang Keindahan fisik dan kecepatan langkah Nabi ﷺ

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan dua keistimewaan fisik dan perilaku Nabi ﷺ: keindahan wajah beliau yang bercahaya bagaikan matahari, dan kecepatan langkah beliau saat berjalan yang ringan dan penuh semangat, seolah-olah bumi dilipat untuk beliau. Ini adalah bagian dari mukjizat dan keutamaan pribadi beliau yang menunjukkan kesempurnaan ciptaan dan akhlak beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Manaqib tentang Rasulullah ﷺ, Bab tentang Sifat Nabi ﷺ, no. 3648, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini gharib (hadits yang hanya diriwayatkan melalui satu jalur tertentu).

Meskipun sanad hadits ini melalui Ibnu Lahi'ah yang dikenal sebagai perawi yang lemah hafalannya, makna hadits ini diperkuat oleh hadits-hadits shahih lainnya yang menggambarkan keindahan dan kecepatan berjalan Nabi ﷺ.

Di antara dalil yang memperkuatnya adalah hadits shahih dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُمْ خُلُقًا

"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling tampan wajahnya dan paling baik akhlaknya." (HR. Al-Bukhari no. 3559, dari Al-Bara' bin 'Azib)

Adapun tentang kecepatan berjalan beliau, terdapat hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa beliau bersabda:

أَعْطَيْتُ مَفَاتِيحَ الْكَلَامِ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ

"Aku diberikan kunci-kunci perkataan (jawami'ul kalim) dan ditolong dengan rasa takut (yang ditanamkan di hati musuh)." (HR. Al-Bukhari no. 2977 dan Muslim no. 523)

Meskipun hadits ini tentang pertolongan Allah, ia menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki manusia lain, termasuk dalam hal fisik dan pergerakan beliau.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua pelajaran penting:

Pertama, tentang keindahan wajah Nabi ﷺ. Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menggambarkan bahwa beliau tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari wajah Rasulullah ﷺ, seolah-olah matahari bersinar di wajah beliau. Ini adalah ungkapan yang sangat indah untuk menggambarkan cahaya dan keelokan wajah beliau.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya ketika menjelaskan firman Allah tentang Nabi ﷺ, beliau menyebutkan bahwa Allah telah memberikan kepada Nabi ﷺ keindahan lahir dan batin yang sempurna. Para sahabat yang melihat beliau tidak pernah bosan, dan setiap orang yang melihat beliau pasti kagum.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa keindahan Nabi ﷺ adalah keindahan yang sempurna, baik dari segi fisik maupun akhlak. Beliau adalah manusia yang paling sempurna ciptaannya dan paling mulia akhlaknya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa menggambarkan keindahan Nabi ﷺ seperti matahari yang bersinar adalah ungkapan yang tepat, karena wajah beliau memancarkan cahaya kenabian yang memukau setiap orang yang melihatnya.

Kedua, tentang kecepatan berjalan Nabi ﷺ. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menggambarkan bahwa beliau tidak pernah melihat orang yang lebih cepat berjalannya daripada Nabi ﷺ, seolah-olah bumi dilipat untuk beliau. Para sahabat berusaha keras mengikuti langkah beliau, namun beliau tidak merasa kesulitan.

Imam Al-Qurthubi (dalam Al-Mufhim sebagaimana dinukil oleh ulama) menjelaskan bahwa kecepatan berjalan Nabi ﷺ ini menunjukkan kekuatan fisik beliau dan juga merupakan tanda dari kemuliaan beliau. Allah memberikan kemudahan kepada beliau dalam bergerak, sebagaimana Allah memberikan kemudahan kepada beliau dalam berbagai urusan lainnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa sifat ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang bersemangat dalam segala urusan, tidak malas dan tidak lamban. Ini adalah pelajaran bagi umatnya agar bersemangat dalam kebaikan dan tidak bermalas-malasan.

Perlu dicatat bahwa meskipun sanad hadits ini melalui Ibnu Lahi'ah yang lemah, para ulama tetap menerima maknanya karena didukung oleh hadits-hadits shahih lainnya tentang keindahan Nabi ﷺ dan kecepatan langkah beliau. Imam At-Tirmidzi sendiri meriwayatkannya dan menilainya gharib, namun tidak berarti hadits ini palsu atau munkar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika utusan suku-suku Arab datang menghadap Nabi ﷺ, mereka sering kali terpukau dengan keindahan wajah beliau. Salah seorang sahabat, Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, berkata:

"Ketika aku melihat Rasulullah ﷺ pada malam yang terang bulan, aku melihat beliau mengenakan pakaian berwarna merah, dan aku memandang wajah beliau dan bulan. Sungguh, wajah beliau lebih indah daripada bulan." (HR. At-Tirmidzi no. 3645, dan ia berkata hasan shahih)

Ini menunjukkan bahwa keindahan Nabi ﷺ bukan hanya pengakuan satu orang, tetapi disaksikan oleh banyak sahabat. Bahkan orang-orang kafir Quraisy yang memusuhi beliau pun tidak bisa mengingkari keindahan wajah beliau.

Adapun tentang kecepatan berjalan beliau, diriwayatkan bahwa ketika perang Badar, Nabi ﷺ berjalan cepat menuju medan perang dengan penuh semangat, dan para sahabat berusaha mengikuti langkah beliau. Ini menunjukkan bahwa kecepatan berjalan beliau bukan karena tergesa-gesa, tetapi karena semangat dan kekuatan yang Allah berikan kepadanya.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini kesempurnaan Nabi ﷺ sebagai manusia pilihan Allah, baik dari segi fisik maupun akhlak.
  2. Meneladani semangat beliau dalam berjalan dan bergerak — tidak malas dan tidak lamban dalam kebaikan.
  3. Menghindari sikap berlebihan dalam menggambarkan Nabi ﷺ; kita cukup menyampaikan apa yang disampaikan para sahabat tanpa menambah-nambah.
  4. Menjaga adab ketika menyebut nama beliau dengan bershalawat dan tidak merendahkan atau melecehkan kehormatan beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.