Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3646 tentang Sifat fisik Rasulullah: mulut lebar, mata indah, tumit tipis

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah bagian dari sifat-sifat fisik Nabi Muhammad ﷺ yang agung, yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini menggambarkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki mulut yang lebar (dali' al-fam), mata yang indah dengan kelopak memanjang (asykal al-'ainain), dan tumit yang ramping/tidak berdaging (manhus al-'aqib). Sifat-sifat ini adalah bagian dari keindahan dan kesempurnaan penciptaan beliau yang disebutkan dalam hadits-hadits lain, dan termasuk yang diperintahkan untuk kita cintai dan teladani.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya (no. 3646), dan beliau menilai hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2339) dari jalur yang sama.

Teks Hadits (sebagaimana dalam riwayat At-Tirmidzi):

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ ضَلِيعَ الْفَمِ أَشْكَلَ الْعَيْنَيْنِ مَنْهُوسَ الْعَقِبِ

Terjemahan: Dari Jabir bin Samurah, ia berkata: "Nabi ﷺ memiliki mulut yang lebar (dali' al-fam), matanya asykal (indah dengan kelopak memanjang), dan tumitnya manhus (ramping/tidak berdaging)."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang keindahan akhlak dan penciptaan Nabi-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya' [21]: 107)

Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam, dan termasuk rahmat tersebut adalah keindahan fisik dan akhlak beliau yang menjadi teladan.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna lafaz-lafaz dalam hadits ini secara rinci, sebagaimana akan disebutkan di bawah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas sifat-sifat fisik Nabi ﷺ dalam kitab Manaqib.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna lafaz-lafaz dalam hadits ini sebagai berikut:

1. ضَلِيعَ الْفَمِ (Dali' al-Fam) — Mulut yang Lebar

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa makna dali' al-fam adalah lebar mulut. Ini adalah sifat terpuji, karena menunjukkan kefasihan bicara dan keindahan bentuk mulut. Beliau berkata: "Maknanya adalah lebar mulutnya ﷺ. Ini adalah sifat yang terpuji, karena kesempurnaan bentuk mulut dan kefasihan dalam berbicara." (Syarah Shahih Muslim, 15/105)

Sifat ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki mulut yang tidak sempit, sehingga tutur katanya jelas, fasih, dan mudah dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya. Ini sejalan dengan firman Allah tentang kefasihan beliau.

2. أَشْكَلَ الْعَيْنَيْنِ (Asykal al-'Ainain) — Mata yang Indah

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa asykal artinya putih matanya sangat putih dan hitamnya sangat hitam, serta kelopak matanya memanjang (bentuk mata yang indah). Beliau berkata: "Maknanya adalah putih matanya sangat putih dan hitamnya sangat hitam, dan bulu matanya panjang." (Syarah Shahih Muslim, 15/105)

Ini adalah sifat keindahan mata yang sempurna, yang menunjukkan keagungan penampilan beliau ﷺ. Para sahabat menggambarkan bahwa mata beliau sangat indah dan memancarkan kewibawaan.

3. مَنْهُوسَ الْعَقِبِ (Manhus al-'Aqib) — Tumit yang Ramping

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa manhus al-'aqib artinya tumitnya sedikit dagingnya (ramping). Ini adalah sifat yang menunjukkan kesempurnaan bentuk kaki dan bukan celaan. Beliau berkata: "Maknanya adalah sedikit daging pada tumitnya." (Syarah Shahih Muslim, 15/105)

Sifat ini menunjukkan bahwa tumit beliau tidak gemuk dan tidak besar, melainkan ramping dan indah. Ini adalah bagian dari keindahan fisik beliau yang sempurna.

Kesimpulan dari Para Ulama:

Para ulama seperti Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitab shahihnya. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih dan dapat dijadikan hujjah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam penjelasannya tentang sifat-sifat Nabi ﷺ menekankan bahwa kita wajib mencintai Rasulullah ﷺ dan mengikuti beliau, dan mengenal sifat-sifat beliau adalah bagian dari kecintaan tersebut. Beliau juga mengingatkan bahwa sifat-sifat fisik ini bukanlah tujuan utama, tetapi yang terpenting adalah mengikuti akhlak dan syariat beliau.

Story Telling

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ pada malam yang terang bulan. Aku melihat beliau mengenakan pakaian berwarna merah, dan aku memandang kepada beliau dan kepada bulan, maka sungguh beliau lebih indah di mataku daripada bulan." (HR. At-Tirmidzi no. 3645, dan ia berkata hasan shahih)

Kisah ini menunjukkan betapa agungnya keindahan fisik Rasulullah ﷺ di mata para sahabat. Bahkan Jabir bin Samurah yang masih muda saat itu, ketika melihat beliau di bawah cahaya bulan, bersaksi bahwa Rasulullah ﷺ lebih indah daripada bulan itu sendiri. Ini adalah bukti bahwa Allah telah menyempurnakan penciptaan Nabi-Nya, baik dari segi fisik maupun akhlak.

Hikmah: Kecintaan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ lahir dari pengenalan mereka yang mendalam terhadap beliau, baik sifat fisik maupun akhlaknya. Semakin kita mengenal beliau, semakin bertambah cinta kita kepadanya, dan semakin semangat kita untuk mengikuti sunnahnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengenal sifat-sifat Nabi ﷺ adalah bagian dari kecintaan kepada beliau, dan kecintaan kepada beliau adalah bagian dari iman.
  2. Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dan At-Tirmidzi, sehingga layak untuk dipelajari dan diamalkan.
  3. Sifat fisik yang disebutkan (mulut lebar, mata indah, tumit ramping) adalah sifat-sifat terpuji yang menunjukkan kesempurnaan penciptaan beliau.
  4. Yang terpenting adalah meneladani akhlak dan syariat beliau, bukan hanya membanggakan sifat fisiknya.
  5. Perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ sebagai wujud cinta dan penghormatan kita kepadanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.