Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan salah satu bukti kenabian yang agung, yaitu adanya segel kenabian (khatam an-nubuwwah) di tubuh Rasulullah ﷺ. Segel ini terletak di antara kedua pundak beliau, berwarna merah seperti telur merpati. Keberadaan segel ini adalah tanda fisik yang telah diberitakan dalam kitab-kitab sebelumnya dan menjadi bukti nyata bagi siapa saja yang melihatnya, sebagaimana disepakati oleh para ulama.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Manaqib Rasulullah ﷺ, Bab Mengenai Segel Kenabian, nomor 3644. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَعْقُوبَ الطَّالْقَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ جَابِرٍ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ - يَعْنِي الَّذِي بَيْنَ كَتِفَيْهِ غُدَّةً حَمْرَاءَ مِثْلَ بَيْضَةِ الْحَمَامَةِ
Makna ringkas: Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa segel kenabian yang ada di antara dua pundak Rasulullah ﷺ adalah seonggok daging berwarna merah, besarnya seperti telur merpati.
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Firman Allah ﷻ tentang tanda-tanda Rasul-Nya yang disebutkan dalam kitab-kitab terdahulu:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).'" (QS. Ash-Shaff [61]: 6)
Kaitan dengan ulama: Para ulama seperti Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa sifat-sifat fisik Nabi ﷺ, termasuk segel kenabian, adalah bagian dari kabar gembira yang disebutkan dalam kitab-kitab terdahulu. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membahas tentang segel kenabian ini sebagai salah satu mukjizat hissiyah (yang dapat dirasakan/dilihat) Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa segel kenabian ini adalah tanda fisik yang diletakkan Allah ﷻ pada tubuh Nabi-Nya sebagai bukti kebenaran risalah beliau. Bentuknya bukanlah seperti stempel atau tulisan, melainkan seonggok daging yang menonjol, berwarna merah, sebesar telur merpati.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Kitab Al-Fadhail) menjelaskan bahwa segel kenabian ini adalah salah satu dari tanda-tanda kenabian yang nyata. Beliau menukil bahwa para sahabat dan tabi'in yang melihatnya langsung bersaksi tentang keberadaannya. Ini menunjukkan bahwa tanda ini bukanlah sesuatu yang tersembunyi, melainkan bisa dilihat oleh orang-orang di sekitar beliau.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) juga membahas masalah ini. Beliau menjelaskan bahwa segel kenabian ini berada di antara dua pundak, sedikit condong ke arah pundak kiri. Ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat lain yang shahih.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa segel kenabian ini adalah salah satu bukti bahwa Muhammad ﷺ adalah benar-benar utusan Allah. Karena tanda ini telah diberitakan oleh para nabi sebelumnya, dan ketika orang-orang Ahli Kitab melihatnya, mereka langsung mengenali beliau sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa tanda-tanda fisik seperti ini adalah bagian dari rahmat Allah untuk memperkuat keimanan orang-orang yang melihatnya, terutama di awal-awal kenabian sebelum tersebarnya mukjizat-mukjizat lainnya.
Perlu dicatat bahwa segel kenabian ini bukanlah sesuatu yang wajib dipercaya secara terperinci oleh setiap muslim, namun mempercayainya adalah bagian dari mengimani berita-berita shahih dari Nabi ﷺ. Ini adalah bagian dari mukjizat hissiyah yang telah berlalu, dan kita mengimaninya sebagaimana adanya tanpa perlu mempertanyakan hikmah di baliknya secara berlebihan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ masih kecil, sebelum diangkat menjadi rasul, seorang pendeta bernama Buhaira melihat tanda kenabian tersebut. Dalam perjalanan dagang bersama pamannya Abu Thalib ke Syam, ketika rombongan berhenti di dekat biara Buhaira, pendeta itu melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad ﷺ. Ia bertanya kepada Abu Thalib tentang anak tersebut, dan setelah memeriksa, ia menemukan segel kenabian di antara kedua pundaknya, persis seperti yang ia ketahui dari kitab-kitab suci. Buhaira kemudian berpesan kepada Abu Thalib agar segera membawa keponakannya pulang, karena khawatir orang-orang Yahudi akan mencelakainya jika mengetahui siapa dia sebenarnya.
Kisah ini menunjukkan bahwa segel kenabian adalah tanda yang telah dikenal oleh para Ahli Kitab, dan menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad ﷺ. Ini juga menunjukkan penjagaan Allah ﷻ terhadap Nabi-Nya sejak kecil hingga diutus menjadi rasul.
Kesimpulan Praktis
- Mengimani berita shahih tentang segel kenabian sebagai bagian dari mukjizat Nabi ﷺ, tanpa mempertanyakan hikmahnya secara berlebihan.
- Menjadikan kisah ini sebagai penguat keimanan bahwa Muhammad ﷺ adalah benar-benar utusan Allah, karena tanda-tanda kenabiannya telah diberitakan dalam kitab-kitab sebelumnya.
- Tidak menjadikan hal-hal fisik seperti ini sebagai bahan perdebatan, karena yang terpenting adalah mengikuti petunjuk beliau dalam syariat.
- Meneladani kecintaan sahabat yang memperhatikan detail-detail fisik Nabi ﷺ karena kecintaan mereka yang mendalam, namun tidak berlebihan dalam mengagungkan hal-hal seperti ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.