Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3643 tentang Melihat tanda kenabian di punggung Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan pengalaman sahabat kecil As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu yang dibawa bibinya kepada Nabi ﷺ karena sakit. Nabi ﷺ mengusap kepalanya, mendoakan keberkahan, dan beliau berwudhu lalu air wudhu itu diminum oleh As-Sa'ib. Ia juga melihat "Khatamun Nubuwwah" (segel kenabian) di antara kedua pundak Nabi ﷺ yang menyerupai telur burung. Hadits ini menunjukkan bukti kenabian, keberkahan tubuh dan bekas wudhu Nabi ﷺ, serta kasih sayang beliau kepada anak-anak.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan tanda-tanda kenabian:

QS. Al-Fath [48]: 29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Muhammad adalah Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia dan keridhaan Allah. Tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud..."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi, Kitab Manaqib, Bab Ciri-Ciri Kenabian, no. 3643. Perawi sahabat: As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini."

Hadits serupa juga diriwayatkan dari beberapa sahabat lain sebagaimana disebutkan Imam At-Tirmidzi: Salman, Qurrah bin Iyas Al-Muzani, Jabir bin Samurah, Abu Rimtsah, Buraidah Al-Aslami, Abdullah bin Sarjis, Amr bin Akhthab, dan Abu Sa'id radhiyallahu 'anhum.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "Khatamun Nubuwwah" adalah tanda kenabian yang Allah khususkan pada Nabi ﷺ, dan para ulama berbeda pendapat tentang bentuknya, namun yang shahih adalah seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa keberkahan air wudhu Nabi ﷺ dan tubuhnya adalah kekhususan beliau yang tidak dimiliki orang lain.
  • Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan riwayat-riwayat tentang Khatamun Nubuwwah sebagai bagian dari bukti-bukti kenabian.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak.

As-Sa'ib bin Yazid saat itu masih kecil, dibawa bibinya kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ tidak menolak, bahkan mengusap kepala As-Sa'ib dan mendoakan keberkahan untuknya. Ini menunjukkan akhlak beliau yang lembut terhadap anak-anak. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa mengusap kepala anak kecil dan mendoakan mereka adalah sunnah yang dianjurkan.

Kedua: Keberkahan air wudhu Nabi ﷺ.

As-Sa'ib meminum sisa air wudhu Nabi ﷺ. Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa bertabarruk (mencari berkah) dengan bekas wudhu Nabi ﷺ adalah kekhususan beliau yang tidak boleh dilakukan pada selain beliau. Ini menunjukkan kemuliaan fisik dan bekas ibadah Nabi ﷺ.

Ketiga: Khatamun Nubuwwah (Segel Kenabian).

As-Sa'ib melihat tanda di antara kedua pundak Nabi ﷺ yang menyerupai "zirr al-hajalah" (telur burung perdik). Imam At-Tirmidzi menjelaskan bahwa "zirr" berarti telur. Ini adalah salah satu bukti kenabian yang disebutkan dalam banyak hadits shahih, termasuk dari Jabir bin Samurah dan Abu Rimtsah radhiyallahu 'anhum.

Perbedaan pendapat ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang sifat Khatamun Nubuwwah. Sebagian menyebutkan seperti telur burung, sebagian menyebutkan seperti tahi lalat besar, sebagian menyebutkan ada tulisan di atasnya. Namun Ibnu Hajar menguatkan bahwa semua riwayat shahih saling melengkapi dan menunjukkan tanda tersebut adalah mukjizat yang nyata.

Keempat: Doa Nabi ﷺ mustajab.

Nabi ﷺ mendoakan keberkahan untuk As-Sa'ib, dan doa beliau dikabulkan. As-Sa'ib bin Yazid kemudian menjadi salah satu sahabat yang hidup panjang dan diberkahi umurnya.

Story Telling

As-Sa'ib bin Yazid radhiyallahu 'anhu bercerita: "Bibiku membawaku kepada Nabi ﷺ. Saat itu aku masih kecil dan sedang sakit. Bibiku berkata, 'Wahai Rasulullah, keponakanku sedang sakit.' Maka Nabi ﷺ mengusap kepalaku dengan tangan beliau yang penuh berkah, dan mendoakan keberkahan untukku. Kemudian beliau berwudhu, dan aku meminum air wudhu beliau. Lalu aku berdiri di belakang beliau, dan aku melihat segel kenabian di antara kedua pundak beliau, menyerupai telur burung perdik."

Hikmah: Kisah ini menunjukkan betapa besar keberkahan yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ, sampai-sampai air wudhu beliau pun menjadi obat dan berkah. Juga menunjukkan bahwa mendekatkan anak-anak kepada orang shalih dan meminta doa mereka adalah tradisi para salaf. Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang mengusap kepala anak yatim, dan beliau menganjurkannya sebagai bentuk kasih sayang dan doa.

Kesimpulan Praktis

  1. Mencintai Nabi ﷺ dengan mengenal bukti-bukti kenabiannya, termasuk Khatamun Nubuwwah.
  2. Mendoakan anak-anak dan mengusap kepala mereka sebagai bentuk kasih sayang, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
  3. Bertabarruk hanya kepada Nabi ﷺ — tidak kepada selain beliau, karena ini kekhususan beliau.
  4. Mengajarkan anak-anak untuk mencintai Nabi ﷺ dan mengenal sifat-sifat beliau.
  5. Meyakini kebenaran hadits shahih tentang mukjizat Nabi ﷺ sebagai penguat iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?