Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3621 tentang Usia Nabi saat diutus dan wafat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ diangkat menjadi nabi dan menerima wahyu pada usia 40 tahun, berdakwah di Makkah selama 13 tahun, lalu di Madinah selama 10 tahun, dan wafat pada usia 63 tahun. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi, dan menjadi rujukan penting dalam bab manakib (keutamaan) serta sirah Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur 'Ikrimah, dan dicatat oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Manakib, no. 3621. Imam At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas tentang usia Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas perbedaan riwayat tentang usia Nabi ﷺ, dan keduanya menyimpulkan bahwa riwayat 63 tahun adalah yang paling kuat dan masyhur.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan usia kenabian, Allah ﷻ berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya' [21]: 107

"Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Ayat ini menunjukkan bahwa pengutusan Nabi ﷺ adalah rahmat, dan hal ini dimulai ketika beliau diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama:

Pertama: Usia kenabian 40 tahun.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan bahwa usia 40 tahun adalah usia kematangan akal dan kesempurnaan hikmah. Inilah hikmah mengapa Allah memilih usia ini untuk mengangkat para nabi. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa wahyu pertama turun di Gua Hira ketika Nabi ﷺ berusia 40 tahun, tepatnya pada bulan Ramadhan.

Kedua: 13 tahun di Makkah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa masa dakwah di Makkah berlangsung selama 13 tahun, di mana fokus utamanya adalah menanamkan tauhid, aqidah, dan akhlak. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menambahkan bahwa pada fase ini kaum Muslimin menghadapi berbagai ujian dan penindasan, namun tetap teguh dalam keimanan.

Ketiga: 10 tahun di Madinah.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa masa Madinah adalah fase pembinaan masyarakat Islam, penetapan syariat, dan penyebaran Islam ke seluruh jazirah Arab. Di sini turun banyak hukum-hukum fiqih, muamalah, dan jinayah.

Keempat: Wafat pada usia 63 tahun.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ada beberapa riwayat tentang usia Nabi ﷺ saat wafat: 60, 63, dan 65 tahun. Namun riwayat 63 tahun adalah yang paling shahih dan disepakati oleh mayoritas ulama, berdasarkan hadits Ibnu 'Abbas ini dan hadits-hadits lain yang semakna. Imam An-Nawawi juga menegaskan hal yang sama dalam Syarh Shahih Muslim.

Perbedaan pendapat:

Sebagian riwayat menyebutkan usia 60 tahun (seperti dalam sebagian riwayat Al-Bukhari), dan sebagian menyebut 65 tahun. Namun para ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi menjelaskan bahwa riwayat 63 tahun adalah yang paling kuat karena didukung oleh banyak jalur dan sesuai dengan perhitungan masa dakwah 13 + 10 tahun.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ berusia 40 tahun, beliau sering menyendiri di Gua Hira untuk beribadah dan merenung. Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5. Nabi ﷺ pulang dengan tubuh menggigil dan hati yang berdebar, lalu meminta Khadijah radhiyallahu 'anha untuk menyelimutinya. Khadijah dengan penuh kasih menenangkan beliau dan berkata, "Allah tidak akan menghinakanmu, engkau menyambung silaturahmi, menanggung beban orang lain, memberi kepada yang kekurangan, dan menolong kebenaran." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sejak saat itu, selama 13 tahun di Makkah, Nabi ﷺ berdakwah dengan sabar menghadapi berbagai rintangan, kemudian 10 tahun di Madinah membangun peradaban Islam, hingga akhirnya beliau wafat pada usia 63 tahun dengan meninggalkan umat yang kuat dalam tauhid dan sunnah.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa meskipun masa kenabian hanya 23 tahun, namun pengaruhnya sangat luas dan abadi, karena Allah menjadikan beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengenal sirah Nabi ﷺ adalah bagian dari agama, karena membantu kita memahami konteks turunnya wahyu dan perjalanan dakwah Islam.
  2. Usia 40 tahun mengajarkan bahwa kematangan dan hikmah datang seiring dengan kedewasaan, sehingga kita tidak perlu tergesa-gesa dalam menuntut ilmu dan beramal.
  3. 13 tahun di Makkah mengajarkan kesabaran dalam menghadapi ujian dakwah dan keteguhan dalam tauhid.
  4. 10 tahun di Madinah mengajarkan pentingnya membangun masyarakat Islam yang berlandaskan syariat dan akhlak.
  5. Usia 63 tahun mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat, maka hendaknya kita isi dengan amal shalih dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?