Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ yang namanya dan sifatnya telah disebutkan dalam kitab-kitab terdahulu, termasuk Taurat. Hadits ini juga mengabarkan bahwa Nabi Isa 'alaihis salam akan dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad ﷺ di kota Madinah. Ini adalah salah satu tanda kebenaran kenabian beliau ﷺ dan bukti bahwa risalah beliau telah dinantikan oleh para nabi sebelumnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat dari Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu, seorang ulama Yahudi dari Bani Israil yang masuk Islam di masa Nabi ﷺ. Beliau adalah orang yang paling tahu tentang sifat-sifat Nabi ﷺ yang tercantum dalam Taurat.
Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ الطَّائِيُّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو قُتَيْبَةَ، سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ حَدَّثَنِي أَبُو مَوْدُودٍ الْمَدَنِيُّ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الضَّحَّاكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلاَمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ مَكْتُوبٌ فِي التَّوْرَاةِ صِفَةُ مُحَمَّدٍ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ يُدْفَنُ مَعَهُ
Makna ringkas: Dari Abdullah bin Salam, beliau berkata: "Tertulis di dalam Taurat sifat Muhammad ﷺ dan [sifat] Isa putra Maryam, yang akan dimakamkan bersamanya (di sampingnya)."
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ
"Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka."
(QS. Al-A'raf [7]: 157)
Ayat ini dengan jelas menegaskan bahwa nama dan sifat Nabi Muhammad ﷺ telah tertulis di dalam Taurat dan Injil. Hadits di atas adalah salah satu bukti nyata dari hal tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Abdullah bin Salam yang sebelumnya adalah seorang ahli kitab.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam At-Tirmidzi (dalam Sunan-nya) menilai hadits ini hasan gharib (baik dan asing, karena hanya diriwayatkan dari satu jalur).
- Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 348) menilai hadits ini shahih berdasarkan jalur-jalur penguatnya.
- Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menyebutkan bahwa berita tentang Nabi Isa 'alaihis salam yang akan dimakamkan di samping Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian dari ilmu gaib yang Allah kabarkan kepada para nabi-Nya, dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad ﷺ.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Bukti Kebenaran Kenabian Muhammad ﷺ
Abdullah bin Salam adalah seorang pemuka Yahudi di Madinah. Ketika beliau mendengar kedatangan Nabi ﷺ, beliau datang untuk memeriksa tanda-tanda kenabian yang beliau ketahui dari Taurat. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari (no. 4480), Abdullah bin Salam berkata: "Ketika aku melihat wajah beliau ﷺ, aku tahu bahwa wajah ini bukanlah wajah seorang pendusta." Lalu beliau bertanya tentang tiga hal yang hanya diketahui para nabi, dan Nabi ﷺ menjawabnya dengan benar. Maka Abdullah bin Salam pun masuk Islam.
Hadits ini menegaskan bahwa sifat-sifat Nabi ﷺ telah tertulis dalam kitab suci sebelumnya, dan ini adalah salah satu mukjizat terbesar yang membuktikan bahwa beliau adalah utusan Allah yang sejati.
2. Kabar tentang Dimakamkannya Nabi Isa 'alaihis salam di Samping Nabi Muhammad ﷺ
Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Isa 'alaihis salam belum wafat, melainkan diangkat oleh Allah ke langit. Kelak di akhir zaman, beliau akan turun ke bumi, memimpin umat Islam, menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, lalu beliau akan wafat dan dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Nabawi.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa di Masjid Nabawi saat ini terdapat tiga kuburan: Nabi Muhammad ﷺ, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhuma. Masih ada satu tempat kosong yang disiapkan untuk Nabi Isa 'alaihis salam. Ini adalah bagian dari tanda-tanda hari akhir yang pasti terjadi.
3. Keutamaan Kota Madinah
Hadits ini juga menunjukkan keutamaan kota Madinah, karena di sanalah akan berkumpul para nabi dan manusia terbaik: Nabi Muhammad ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan kelak Nabi Isa 'alaihis salam.
4. Perhatian Ulama terhadap Sanad
Imam At-Tirmidzi dalam komentarnya menyebutkan bahwa nama perawi yang benar adalah Adh-Dhahhak bin Utsman al-Madani, bukan Utsman bin adh-Dhahhak. Ini menunjukkan ketelitian para ulama hadits dalam menjaga sanad dan matan hadits.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Abdullah bin Salam mendengar kabar tentang diutusnya Nabi Muhammad ﷺ di Madinah, beliau yang saat itu masih seorang Yahudi terkemuka berkata kepada kaumnya: "Aku akan mendatangi orang ini untuk melihat apakah benar apa yang aku ketahui dari Taurat."
Ketika beliau melihat wajah Nabi ﷺ, beliau langsung berkata: "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Nabi ﷺ bertanya: "Siapa namamu?" Beliau menjawab: "Al-Hushain bin Salam." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Bahkan engkau adalah Abdullah bin Salam."
Setelah masuk Islam, Abdullah bin Salam berkata kepada kaumnya: "Wahai kaum Yahudi, bertakwalah kepada Allah. Demi Allah, sesungguhnya kalian mengetahui bahwa dia (Muhammad) adalah utusan Allah, dan kalian telah menemukan namanya tertulis dalam Taurat." Namun mereka tetap mendustakannya.
Kisah ini menunjukkan bahwa orang yang jujur mencari kebenaran akan mendapat hidayah, sebagaimana Abdullah bin Salam yang tidak ragu meninggalkan agama lamanya setelah melihat kebenaran yang jelas.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah yang sejati, karena namanya dan sifatnya telah diberitakan dalam kitab-kitab sebelumnya.
- Jadikan kabar tentang turunnya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman sebagai penguat iman kepada hari akhir dan tanda-tandanya.
- Cintailah kota Madinah, karena di sanalah tempat peristirahatan terakhir para nabi dan sahabat terbaik.
- Teladani sikap Abdullah bin Salam yang tidak takut meninggalkan kebatilan demi kebenaran, dan bersegera masuk Islam ketika kebenaran telah jelas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.