Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3597 tentang Keutamaan dzikir melebihi seluruh dunia seisinya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan kalimat dzikir: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar. Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa membaca keempat kalimat ini lebih dicintai beliau daripada seluruh dunia dan seisinya. Ini mengajarkan bahwa pahala dzikir jauh melebihi semua harta dan kenikmatan dunia yang fana.

---

Rujukan Ulama & Dalil

Teks Hadits Lengkap dengan Harakat (sesuai riwayat at-Tirmidzi):

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَأَنْ أَقُولَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ». قَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

(رواه الترمذي، رقم 3597، كتاب الدعوات)

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh aku mengucapkan: Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang disinari matahari (dunia seisinya).” (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasan shahih)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam at-Tirmidzi (w. 279 H) – salah satu imam hadits dalam daftar – menghukumi hadits ini hasan shahih.
  • Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam kitabnya al-Adzkar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir yang agung, dan beliau meriwayatkan pula dalam Shahih Muslim dengan makna serupa (lihat: Muslim, no. 2695).
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bari (11/215) menukil penjelasan ulama bahwa “lebih aku cintai” bermakna pahala dan ganjarannya di sisi Allah lebih besar dari seluruh dunia.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam (2/254) menegaskan bahwa kalimat-kalimat ini adalah al-baqiyat ash-shalihât (amal-amal yang kekal) dan pahalanya tidak terbatas.

---

Penjelasan Rinci

1. Makna Kalimat-Kalimat Mulia

  • Subhanallah – Mahasuci Allah dari segala kekurangan dan keburukan.
  • Alhamdulillah – Segala puji bagi Allah atas semua nikmat dan sifat-Nya yang sempurna.
  • La ilaha illallah – Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Ini inti tauhid.
  • Allahu Akbar – Allah Mahabesar, melebihi segala sesuatu.

Keempat kalimat ini mencakup tasbih (pensucian), tahmid (pujian), tahlil (tauhid), dan takbîr (pengagungan). Menurut Imam asy-Syafi’i – yang termasuk dalam daftar ulama – kalimat-kalimat ini adalah inti dzikir dan merupakan al-baqiyât ash-shâlihât yang disebut dalam QS. Al-Kahfi [18]: 46.

2. Keutamaan di Atas Segala Dunia

Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa mengucapkan keempat kalimat ini lebih dicintai beliau daripada seluruh dunia. Ibnu Rajab menjelaskan bahwa Nabi ﷺ bukan bermaksud membandingkan pahala dengan kesenangan duniawi yang kecil, tetapi pahala dzikir ini sangat besar hingga melebihi nilai seluruh bumi dan isinya.

3. Hadits Lain yang Memperkuat

Dalam Shahih Muslim (no. 2695) dari Samurah bin Jundub, Nabi ﷺ bersabda:

> أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: …”

Hadits ini semakin menegaskan bahwa keempat kalimat ini termasuk amalan utama di sisi Allah.

4. Amalan Ringan, Pahala Berat

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar (bab keutamaan tasbih, tahmid, tahlil, takbir) mengatakan bahwa dzikir ini sangat mudah diucapkan, namun ganjarannya luar biasa. Ini merupakan rahmat Allah agar kaum muslimin bisa meraih pahala besar tanpa harus mengeluarkan harta atau tenaga berat.

---

Story Telling

Kisah Abu Hurairah dan para sahabat yang rajin berdzikir

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari (no. 6406) bahwa Abu Hurairah r.a. pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku ingin masuk surga. Maka Abu Hurairah mengajarkan:

> أَكْثِرْ مِنْ قَوْلِ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Artinya: “Perbanyaklah ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan La haula wala quwwata illa billah.”

Hikmah: Para sahabat sangat bersemangat mengamalkan dzikir ini karena mereka yakin bahwa pahala amalan ini melebihi dunia. Maka hendaknya kita meneladani mereka.

---

Kesimpulan Praktis

  • Amalkan setiap hari: Ucapkan keempat kalimat ini sebanyak-banyaknya, terutama setelah shalat, saat pagi dan petang, serta di waktu luang.
  • Pahami maknanya: Jangan hanya lisan, tetapi hayati bahwa kita sedang menyanjung Allah yang Mahasuci, Maha Terpuji, Satu-satunya Ilah, dan Mahabesar.
  • Niatkan karena Allah: Yakinlah bahwa pahala dzikir ini lebih berharga daripada semua harta dan kesenangan dunia.
  • Dakwahkan: Ajak keluarga dan sesama muslim untuk gemar berdzikir dengan kalimat mulia ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk istiqamah dalam mengingat-Nya, mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.