Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3595 tentang Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan waktu antara adzan dan iqamah sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut tidak ditolak (yakni sangat besar peluang dikabulkan). Karena itu, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak doa pada waktu itu, terutama doa memohon ampunan dan keselamatan sebagaimana judul bab dalam kitab At-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (At-Tirmidzi no. 3595):

Nabi ﷺ bersabda:

«الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ»

"Doa tidak ditolak antara adzan dan iqamah."

(HR. At-Tirmidzi no. 3595, dari Anas bin Malik رضي الله عنه; dihasankan oleh At-Tirmidzi dan dikuatkan jalur-jalurnya. Al-Albani menghasankannya dalam Shahih At-Tirmidzi.)

Ayat yang berkaitan dengan doa dan pengabulan:

QS. Al-Baqarah [2]: 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."

Hadits pendukung tentang waktu mustajab:

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Nabi ﷺ juga bersabda:

«إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ»

(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i; dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadits dari daftar rujukan, seperti Al-Albani.)

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Sabda Nabi ﷺ «لَا يُرَدُّ» artinya "tidak ditolak", yaitu doa pada waktu itu sangat dekat dengan pengabulan. Ini adalah bentuk dorongan (targhib) agar umat Islam memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa, karena waktu itu termasuk waktu-waktu yang diberkahi.

Pemahaman ulama dari daftar rujukan:

  • At-Tirmidzi sendiri setelah meriwayatkan hadits ini menyebutkan bahwa Abu Ishaq Al-Hamdani juga meriwayatkannya dari Buraid bin Abu Maryam dari Anas, dan beliau menilai jalur itu "lebih sahih". Ini menunjukkan perhatian At-Tirmidzi terhadap penguatan jalur hadits, sebagaimana kebiasaan beliau dalam kitab Sunan-nya.
  • Imam An-Nawawi dalam penjelasan hadits-hadits tentang waktu mustajab (seperti dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Adzkar) menerangkan bahwa di antara waktu yang dianjurkan berdoa adalah antara adzan dan iqamah, karena hadits-hadits shahih menunjukkan demikian. Beliau menganjurkan memperbanyak doa pada waktu tersebut, baik doa dunia maupun akhirat.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas bab doa antara adzan dan iqamah menyebutkan bahwa waktu ini termasuk waktu yang diharapkan pengabulan doa, dan beliau menyebutkan hadits Anas ini sebagai dalilnya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya ketika menjelaskan QS. Al-Baqarah [2]: 186 menerangkan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang berdoa, dan Dia mengabulkan doa orang yang berdoa. Ini menjadi landasan bahwa doa pada waktu-waktu khusus yang disebutkan dalam sunnah—termasuk antara adzan dan iqamah—sangat dianjurkan dan diharapkan pengabulannya.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Irwa' al-Ghalil menghasankan hadits ini serta menyebutkan jalur-jalurnya yang saling menguatkan, sehingga hadits ini dapat diamalkan.

Catatan tentang perawi:

Dalam sanad hadits ini terdapat Zaid Al-'Ammi (Zaid bin Al-Hawari), yang oleh sebagian ahli hadits dinilai lemah hafalannya. Namun hadits ini memiliki jalur lain (sebagaimana disebutkan At-Tirmidzi sendiri melalui Abu Ishaq Al-Hamdani dari Buraid bin Abu Maryam dari Anas), sehingga para ulama seperti Al-Albani menilainya hasan karena saling menguatkan. Ini menunjukkan bahwa hadits ini tetap dapat dijadikan dalil untuk keutamaan berdoa antara adzan dan iqamah.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama membedakan antara "antara adzan dan iqamah" untuk shalat wajib dan shalat lainnya. Namun yang tampak dari keumuman lafaz hadits, waktu tersebut berlaku untuk semua adzan dan iqamah, sebagaimana dipahami Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar. Yang paling kuat adalah keumuman lafaz hadits, sehingga berlaku untuk shalat wajib maupun sunnah yang memiliki adzan dan iqamah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik رضي الله عنه—pelayan Nabi ﷺ yang mulia—meriwayatkan hadits ini. Beliau adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ dan banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang waktu-waktu yang baik untuk berdoa, dan Nabi ﷺ pun mengabarkan bahwa di antara waktu yang doanya tidak ditolak adalah antara adzan dan iqamah. Anas رضي الله عنه meriwayatkan hal ini agar umat setelahnya tidak menyia-nyiakan waktu mulia tersebut.

Hikmah: Betapa banyak orang yang mendengar adzan lalu sibuk dengan urusannya, padahal di depannya terbentang waktu mustajab yang singkat namun penuh berkah. Salafus shalih sangat menjaga waktu-waktu ini. Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi'in yang masyhur) dikenal sangat bersungguh-sungguh dalam berdoa dan memanfaatkan waktu-waktu mulia, karena beliau memahami bahwa doa adalah ibadah yang agung.

Kesimpulan Praktis

  1. Manfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa, karena Nabi ﷺ mengabarkan doa pada waktu itu tidak ditolak.
  2. Perbanyak doa memohon ampunan dan keselamatan, sebagaimana judul bab dalam kitab At-Tirmidzi, karena keduanya termasuk doa yang paling dibutuhkan hamba.
  3. Jangan menyia-nyiakan waktu singkat itu dengan hal yang tidak bermanfaat; isi dengan doa, dzikir, dan istighfar.
  4. Yakinlah pada pengabulan doa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 186 bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa.
  5. Ikuti pemahaman para ulama Ahlus Sunnah dalam mengamalkan hadits ini, tanpa berlebihan (ghuluw) dan tanpa meremehkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?