Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan sebuah dzikir yang ringan di lisan tetapi agung di sisi Allah, yaitu: "Allāhu akbaru kabīran, wal-ḥamdulillāhi katsīran, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā" — “Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.” Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa pintu-pintu langit dibuka untuk kalimat ini. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pun tidak pernah meninggalkan dzikir ini setelah mendengarnya dari Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Dalil Al-Qur’an
Dzikir seperti ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala:
QS. Al-Ahzab [33]: 41-42
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah bagi kaum mukminin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah, dan menyebutkan bahwa dzikir pagi dan petang termasuk amalan yang sangat dianjurkan.