Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3588 tentang Doa dan ruqyah saat sakit dengan menyebut nama Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa dan tata cara ruqyah mandiri yang sangat mudah dan agung ketika merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu. Caranya adalah dengan meletakkan tangan di tempat yang sakit, lalu membaca doa perlindungan kepada Allah dengan menyebut keagungan-Nya, dan mengulanginya sebanyak bilangan ganjil. Ini adalah petunjuk langsung dari Nabi ﷺ yang diajarkan kepada Anas bin Malik, dan merupakan salah satu bentuk tawakal serta ikhtiar batin seorang mukmin.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Tentang Ruqyah Jika Mengalami Penyakit, nomor 3588. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan gharib dari jalur periwayatan ini.

Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sertakan):

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَالِمٍ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، قَالَ قَالَ لِي يَا مُحَمَّدُ إِذَا اشْتَكَيْتَ فَضَعْ يَدَكَ حَيْثُ تَشْتَكِي وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا ثُمَّ ارْفَعْ يَدَكَ ثُمَّ أَعِدْ ذَلِكَ وِتْرًا فَإِنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ حَدَّثَهُ بِذَلِكَ

Terjemahan: Dari Tsabit Al-Bunani, ia berkata: "Wahai Muhammad (bin Salim), jika engkau sakit, letakkan tanganmu di tempat yang sakit, lalu ucapkanlah: 'Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan rasa sakit yang aku rasakan ini.' Kemudian angkat tanganmu, lalu ulangi hal itu sebanyak bilangan ganjil. Sesungguhnya Anas bin Malik telah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ telah memberitahukan hal itu kepadanya."

Doa yang diajarkan dalam hadits ini adalah:

بِسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا

"Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan rasa sakit yang aku rasakan ini."

Kaitan dengan Ulama: Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2202) dari jalur lain. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits-hadits ruqyah ini dan menjelaskan keutamaannya sebagai bentuk pengobatan spiritual yang diajarkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Disyariatkannya Ruqyah Mandiri: Hadits ini menunjukkan bahwa seorang mukmin diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk meruqyah dirinya sendiri ketika sakit. Ini adalah bentuk ikhtiar batin yang bersumber dari wahyu, bukan perbuatan yang tercela. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan panjang lebar tentang pengobatan Nabi ﷺ, termasuk doa-doa perlindungan (ruqyah) yang beliau ajarkan. Beliau menegaskan bahwa doa dan tawakal adalah obat yang paling bermanfaat bagi hati dan tubuh.
  2. Tata Cara yang Diajarkan: Tata caranya jelas dan mudah:
  • Letakkan tangan di tempat yang sakit.
  • Membaca doa perlindungan tersebut.
  • Mengangkat tangan.
  • Mengulanginya sebanyak bilangan ganjil (satu, tiga, lima, dan seterusnya). Ini menunjukkan bahwa perkara ganjil adalah perkara yang dicintai Allah, sebagaimana dalam banyak ibadah lain.
  1. Makna Doa: Doa ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Agung. Dengan menyebut 'Izzah (keagungan/kekuasaan) dan Qudrah (kemampuan) Allah, seorang hamba berlindung dari keburukan rasa sakit yang ia rasakan. Ini adalah bentuk tawadhu dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, bahwa Dialah penyembuh segala penyakit. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya sering menjelaskan bahwa doa dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sesuai dengan kebutuhan adalah cara yang paling utama dalam berdoa.
  2. Perbedaan dengan Riwayat Lain: Dalam Shahih Muslim, lafaz doanya sedikit berbeda, yaitu:

"A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru" (Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan).

Perbedaan lafaz ini menunjukkan keluasan syariat dan keduanya sama-sama shahih. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan, dan beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini memiliki penguat dari riwayat Muslim.

  1. Hikmah Meletakkan Tangan: Meletakkan tangan di tempat yang sakit adalah isyarat untuk merasakan dan memfokuskan hati pada lokasi sakit tersebut. Ini juga bisa menjadi media untuk merasakan kehangatan dan ketenangan, serta menggabungkan antara ikhtiar lahir (sentuhan) dan ikhtiar batin (doa).

Story Telling

Kisah ini mengingatkan kita pada keteladanan para sahabat dalam berinteraksi dengan petunjuk Nabi ﷺ. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan melayani Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun di Madinah. Kedekatannya dengan Nabi ﷺ membuatnya sangat paham detail-detail sunnah, termasuk doa-doa harian.

Dalam riwayat ini, Anas bin Malik tidak hanya menyampaikan doanya saja, tetapi juga tata caranya secara detail kepada generasi setelahnya, yaitu Tsabit Al-Bunani. Tsabit kemudian mengajarkannya pula kepada muridnya, Muhammad bin Salim. Ini menunjukkan bahwa para sahabat dan tabi'in sangat perhatian dalam menjaga dan menyebarkan sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal-hal yang tampak kecil seperti doa ketika sakit. Mereka tidak menganggap remeh petunjuk Nabi ﷺ, karena mereka yakin bahwa seluruh perkataan dan perbuatan beliau adalah kebaikan.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah pentingnya menyampaikan ilmu, sekecil apa pun itu, dan pentingnya mengamalkan sunnah dengan tata cara yang benar sebagaimana diajarkan.

Kesimpulan Praktis

Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:

  1. Amalkan Doa Ini Saat Sakit: Ketika merasakan sakit di bagian tubuh mana pun, segera amalkan doa ini. Letakkan tangan di tempat yang sakit, baca doanya, lalu angkat tangan dan ulangi sebanyak ganjil (misalnya 3 kali).
  2. Yakinlah dengan Kesembuhan dari Allah: Doa ini adalah ikhtiar batin. Kita harus tetap berikhtiar lahir dengan berobat ke dokter atau cara medis lainnya, namun keyakinan kesembuhan mutlak hanya pada Allah.
  3. Jadikan Doa sebagai Senjata: Biasakan berdoa dalam setiap keadaan, terutama saat menghadapi kesulitan. Ini adalah bentuk penghambaan dan pengakuan akan kelemahan kita di hadapan Allah.
  4. Pelajari dan Amalkan Doa-Doa dari Al-Qur'an dan Sunnah: Ini adalah warisan terbaik dari Nabi ﷺ. Jangan menggantinya dengan doa-doa yang tidak jelas sumbernya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?