Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3577 tentang Keutamaan istighfar dengan doa khusus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan satu kalimat istighfar yang sangat agung pahalanya, yaitu Astaghfirullāhal-‘Aẓīm alladhī lā ilāha illā huwal-Ḥayyul-Qayyūmu wa atūbu ilaih. Keutamaannya begitu besar, sampai-sampai dosa besar seperti lari dari medan perang pun diampuni jika seseorang mengucapkannya dengan penuh kejujuran dan keyakinan. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah bagi hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Dalam Doa untuk Tamu, nomor 3577. Beliau menilai hadits ini gharib (hanya diketahui dari satu jalur periwayatan ini).

Meskipun hadits ini dinilai gharib, para ulama besar dari kalangan Ahlus Sunnah tetap mengamalkan dan menganjurkan dzikir ini karena kandungannya yang sangat agung, yaitu memadukan istighfar (permohonan ampun) dengan tauhid (pengakuan keesaan Allah) dan penetapan sifat-sifat-Nya yang sempurna.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, seorang ulama ahli hadits abad modern yang termasuk dalam rujukan kita, menshahihkan hadits ini dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Shahih al-Kalim ath-Thayyib. Beliau menjelaskan bahwa meskipun sanadnya gharib, maknanya sangat kuat dan didukung oleh dalil-dalil lain tentang keutamaan istighfar dan tauhid.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan kabar gembira yang luar biasa bagi setiap muslim. Lafadz istighfar ini memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya sangat istimewa:

  1. Mengandung Tauhid (Pengakuan Keesaan Allah): Kalimat "alladhī lā ilāha illā huw" adalah inti dari tauhid. Ini adalah pengakuan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Ini adalah syarat utama diterimanya amal dan diampuninya dosa. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Madarijus Salikin sering menekankan bahwa istighfar yang disertai tauhid adalah istighfar yang paling sempurna.
  2. Mengandung Penetapan Sifat-Sifat Allah yang Agung: "Al-‘Aẓīm" (Maha Agung), "Al-Ḥayy" (Maha Hidup), dan "Al-Qayyūm" (Maha Berdiri Sendiri, Maha Mengurus). Sifat-sifat ini menunjukkan kesempurnaan Allah dalam Dzat, kehidupan, dan pengaturan-Nya terhadap seluruh alam. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa nama Al-Qayyum mengandung makna bahwa Allah Maha Sempurna dalam kekuasaan-Nya, tidak lemah, tidak lalai, dan tidak butuh kepada sesuatu pun. Menyebut nama-nama ini dalam istighfar menumbuhkan rasa harap dan takut yang kuat kepada Allah.
  3. Mencakup Taubat: Kalimat "wa atūbu ilaih" (dan aku bertaubat kepada-Nya) adalah komitmen untuk meninggalkan dosa, menyesalinya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Istighfar tanpa taubat hanyalah ucapan di lisan. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam kitab Az-Zuhd sering menukil perkataan ulama salaf bahwa istighfar yang sebenarnya adalah yang disertai dengan taubat dan meninggalkan dosa.

Mengapa dosa lari dari medan perang disebut? Lari dari medan perang adalah salah satu dosa besar yang disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. Al-Anfal [8]: 16). Dengan menyebutkan dosa sebesar ini, hadits ini ingin menunjukkan bahwa rahmat dan ampunan Allah jauh lebih luas dari dosa apa pun. Ini bukan berarti kita boleh meremehkan dosa besar, tetapi ini adalah dorongan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits-hadits seperti ini menunjukkan besarnya keutamaan suatu amal, namun tetap harus diimbangi dengan kejujuran hati dan kesungguhan dalam bertaubat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Fudail bin 'Iyadh rahimahullah, seorang ulama besar tabi'ut tabi'in yang terkenal dengan kezuhudan dan ilmunya. Suatu malam, beliau mendengar seseorang membaca firman Allah: "Dan orang-orang yang telah berbuat dosa besar atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka..." (QS. Ali Imran [3]: 135).

Fudail bin 'Iyadh kemudian menangis tersedu-sedu dan berkata, "Betapa agungnya kabar gembira ini bagi orang-orang yang berdosa! Allah memanggil mereka untuk memohon ampun. Maka, janganlah sekali-kali seorang hamba berputus asa dari rahmat Allah, meskipun dosanya sebesar gunung." Beliau kemudian menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dengan penuh keyakinan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan Dzikir Ini: Bacalah dzikir Astaghfirullāhal-‘Aẓīm alladhī lā ilāha illā huwal-Ḥayyul-Qayyūmu wa atūbu ilaih setiap hari, terutama di waktu sahur, setelah shalat, atau kapan saja kita merasa berdosa.
  2. Yakinlah dengan Janji Allah: Jangan pernah meremehkan dosa, tetapi jangan pula berputus asa dari rahmat Allah. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat.
  3. Perbaiki Hati: Istighfar ini harus keluar dari hati yang jujur menyesali dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Bukan sekadar ucapan di lisan.
  4. Jadikan Kebiasaan: Jadikan dzikir ini sebagai wirid harian. Semakin sering kita mengucapkannya dengan penuh penghayatan, semakin besar harapan kita untuk mendapatkan ampunan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?