Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3566 tentang Doa perlindungan dari murka dan siksa Allah dalam witir

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ dan beliau baca dalam shalat witir. Isinya adalah permohonan perlindungan kepada Allah dari kemurkaan dan siksa-Nya, serta pengakuan bahwa kita tidak mampu memuji Allah secara sempurna. Doa ini mengajarkan kita adab yang sangat tinggi kepada Allah: merasa takut, butuh, dan tunduk sepenuhnya di hadapan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Doa Witir, nomor 3566. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib dari jalur Ali bin Abi Thalib.

Berikut teks doa dalam hadits tersebut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan keselamatan-Mu (maaf-Mu) dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksa) Engkau. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."

Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 486), dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ membaca doa ini ketika selesai salam dari shalat witir.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah besar dari doa ini:

  1. Adab Meminta Perlindungan: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk berlindung kepada sifat-sifat Allah yang sesuai. Kita berlindung dengan ridha (keridhaan) Allah dari sakhat (kemurkaan)-Nya, dan berlindung dengan mu'afah (keselamatan/maaf) dari 'uqubah (hukuman)-Nya. Ini menunjukkan bahwa keselamatan hanya bisa didapat dengan rahmat dan maaf dari Allah.
  2. Makna "A'udzu bika minka" (Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu): Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah pengakuan bahwa tidak ada tempat berlindung dari Allah kecuali kepada Allah sendiri. Kita tidak bisa lari dari ketetapan dan kehendak-Nya. Ini adalah puncak ketundukan dan kepasrahan seorang hamba.
  3. Pengakuan Ketidakmampuan Memuji: Kalimat "la uhshi tsana'an 'alaika" (aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu) adalah puncak adab dalam berdoa. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa ini adalah pengakuan bahwa akal dan lisan manusia sangat terbatas untuk memuji Allah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang tiada batas. Pujian yang paling agung adalah pujian yang Allah sendiri ajarkan kepada makhluk-Nya, dan Allah lebih tahu bagaimana memuji diri-Nya sendiri.
  4. Kandungan Tauhid dan Khusyuk: Doa ini adalah intisari dari rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sering menyebutkan bahwa doa ini mengandung penyempurnaan tauhid, karena seorang hamba menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah dan mengakui kelemahan dirinya di hadapan kebesaran-Nya.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menyentuh tentang doa ini. Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ membaca doa ini, beliau melakukannya dengan penuh penghayatan. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah ﷺ biasa berdoa dalam witirnya: 'Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu...'."

Kisah ini menunjukkan bahwa doa bukan sekadar lafaz, tetapi penghayatan hati. Bayangkan, seorang Nabi yang ma'shum (terjaga dari dosa) saja merasa sangat butuh perlindungan Allah dan mengakui ketidakmampuannya memuji Allah. Maka bagaimana dengan kita yang penuh dengan kekurangan dan dosa? Kita jauh lebih membutuhkan doa ini dan penghayatan di dalamnya.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Menghafal dan Membaca Doa Ini: Sangat dianjurkan untuk membaca doa ini setelah salam shalat witir, sebagaimana contoh Nabi ﷺ.
  2. Menghayati Maknanya: Saat membaca, renungkan bahwa kita sedang berlindung dari murka Allah dan memohon keselamatan dari hukuman-Nya.
  3. Merendahkan Diri: Doa ini mengajarkan kita untuk tidak sombong dalam beribadah. Kita akui bahwa pujian dan ibadah kita sangatlah sedikit dan tidak sebanding dengan kebesaran Allah.
  4. Menjadikannya Doa Harian: Doa ini bisa dibaca kapan saja, tidak hanya di witir, terutama saat merasa takut, cemas, atau ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.