Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa yang dibaca Rasulullah ﷺ ketika menjenguk orang sakit. Doa ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Menyembuhkan, dan kita memohon kesembuhan total yang tidak menyisakan penyakit sedikit pun. Ini adalah sunnah yang mulia dan penuh makna tauhid.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
- Perawi: Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.
- Kitab: Jami' At-Tirmidzi, nomor 3565, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Doa untuk Orang Sakit.
- Status Hadits: Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan.
Teks Hadits (dengan harakat sesuai mushaf):
عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا عَادَ مَرِيضًا قَالَ: "اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا".
Terjemahan:
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Adalah Nabi ﷺ apabila menjenguk orang sakit, beliau berdoa: 'Ya Allah, hilangkanlah penyakit ini, wahai Rabb manusia, dan sembuhkanlah, karena Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.'"
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Bab Doa Ketika Menjenguk Orang Sakit) menyebutkan hadits ini sebagai salah satu doa yang dianjurkan. Beliau menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan yang sempurna karena menggabungkan antara meminta dihilangkannya penyakit dan memohon kesembuhan total.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk tawakal kepada Allah dan pengakuan bahwa kesembuhan sejati hanya dari-Nya, sementara obat dan usaha hanyalah sebab.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengajarkan adab dan doa yang sangat agung ketika menjenguk orang sakit. Mari kita telaah makna setiap bagiannya:
- "اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ" (Ya Allah, hilangkanlah penyakit ini): Kata al-ba's berarti penyakit yang berat atau penderitaan. Doa ini memohon kepada Allah agar menghilangkan rasa sakit dan penderitaan yang dialami oleh orang yang sakit. Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kita terhadap saudara kita.
- "رَبَّ النَّاسِ" (Wahai Rabb manusia): Ini adalah pengakuan bahwa Allah adalah Pemilik, Penguasa, dan Pemelihara seluruh manusia. Hanya Dia yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Dengan menyebut sifat Rabb, kita mengakui bahwa Allah-lah yang mengatur segala urusan hamba-Nya, termasuk urusan kesehatan dan kesembuhan.
- "وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي" (dan sembuhkanlah, karena Engkaulah Maha Penyembuh): Ini adalah inti dari tauhid dalam doa. Kita memohon kesembuhan secara langsung kepada Allah, dan kita mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa keyakinan ini adalah fondasi dari kesembuhan yang hakiki. Obat dan dokter hanyalah perantara, tetapi yang menciptakan kesembuhan adalah Allah semata.
- "لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ" (tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu): Ini adalah penegasan dari poin sebelumnya. Tidak ada satu pun makhluk atau benda yang bisa memberikan kesembuhan secara hakiki. Kesembuhan yang sejati hanyalah milik Allah dan berasal dari-Nya.
- "شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا" (yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit): Ini adalah permohonan untuk kesembuhan yang sempurna dan total. Kita memohon agar Allah menyembuhkan seluruh penyakit, tidak hanya menghilangkan gejalanya, tetapi juga akar penyebabnya, sehingga tidak ada sisa penyakit yang tersisa. Ini menunjukkan harapan yang sempurna kepada Allah.
Pandangan Ulama tentang Hadits Ini:
- Imam At-Tirmidzi menghasankan hadits ini, yang menunjukkan bahwa doa ini shahih dan diamalkan.
- Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi juga menshahihkan hadits ini.
- Para ulama sepakat bahwa doa ini disunnahkan untuk dibaca ketika menjenguk orang sakit, baik dengan mengusap bagian yang sakit (sebagaimana dalam riwayat lain) atau tanpa mengusap.
Story Telling
Dari sahabat yang mulia, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, kita mendapatkan pelajaran berharga. Beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ selalu membaca doa ini ketika menjenguk orang sakit. Ini menunjukkan betapa pentingnya doa dalam proses penyembuhan. Rasulullah ﷺ tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga mengajarkan kita untuk bersandar kepada Allah, Sang Maha Penyembuh.
Dalam riwayat lain (Shahih Al-Bukhari dan Muslim), dari Aisyah radhiyallahu 'anha, disebutkan bahwa ketika menjenguk orang sakit, Rasulullah ﷺ juga mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanannya sambil membaca doa ini. Hal ini menunjukkan gabungan antara ikhtiar lahiriah (mengusap) dan ikhtiar batiniah (doa). Ini adalah sunnah yang sempurna yang patut kita contoh.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan Doa Ini: Bacalah doa ini ketika menjenguk saudara kita yang sakit. Ini adalah sunnah yang penuh berkah.
- Yakinlah pada Kekuasaan Allah: Ketika berdoa, yakini dalam hati bahwa hanya Allah yang bisa menyembuhkan. Obat dan dokter hanyalah perantara.
- Gabungkan dengan Usaha: Selain berdoa, tetaplah berikhtiar dengan berobat kepada dokter dan menggunakan obat-obatan yang halal.
- Ajarkan kepada Orang Lain: Sebarkan doa ini kepada keluarga dan teman-teman agar mereka juga bisa mengamalkannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.