Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah anjuran agung dari Nabi ﷺ untuk memperbanyak doa memohon al-'afwu (ampunan) dan al-'afiyah (kesehatan/kesejahteraan) kepada Allah. Nabi ﷺ menegaskan bahwa setelah nikmat keyakinan (iman) yang mantap, tidak ada pemberian Allah yang lebih baik bagi seorang hamba daripada al-'afiyah, yaitu kesehatan dan perlindungan dari segala cobaan, baik di dunia maupun di akhirat. Hadits ini mengajarkan kita untuk memprioritaskan doa-doa yang bersifat menyeluruh dan bermanfaat untuk agama serta kehidupan kita.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Ad-Da'awat (Doa-Doa), no. 3558. Berikut teks haditsnya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ رِفَاعَةَ، أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَامَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى فَقَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَامَ الأَوَّلِ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى فَقَالَ " سَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْعَافِيَةِ "
Terjemahan: "Dari Mu'adz bin Rifa'ah, dari ayahnya (Rifa'ah bin Rafi'), ia berkata: 'Abu Bakar Ash-Shiddiq berdiri di atas mimbar, kemudian menangis, lalu berkata: "Rasulullah ﷺ berdiri di atas mimbar pada tahun pertama (Hijrah), kemudian menangis, dan bersabda: 'Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan. Sesungguhnya tidaklah seseorang diberikan setelah keyakinan, sesuatu yang lebih baik daripada kesehatan.'"'" (HR. At-Tirmidzi, no. 3558)
Imam At-Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini berkata: "Hadits ini hasan gharib dari jalur ini, dari Abu Bakar radhiyallahu 'anhu."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini memiliki makna yang sangat dalam dan dijelaskan oleh para ulama besar. Di antaranya:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan tentang keutamaan doa memohon al-'afiyah. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa al-'afiyah mencakup kesehatan badan, hati, dan terlindung dari segala keburukan. Ini adalah doa yang paling komprehensif.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membahas doa-doa yang menggabungkan al-'afwu dan al-'afiyah. Beliau menjelaskan bahwa al-'afwu adalah dihapuskan dosa, sedangkan al-'afiyah adalah dijaga dari segala musibah dan penyakit, serta diberikan kekuatan untuk taat.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa "setelah keyakinan" (ba'dal yaqin) berarti setelah nikmat iman yang merupakan pondasi segala kebaikan. Maka, nikmat terbesar kedua setelah iman adalah al-'afiyah. Karena dengan al-'afiyah, seorang hamba mampu beribadah, bekerja, dan menikmati hidup dengan baik.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang perlu kita pahami:
- Keutamaan Doa "Al-'Afwu" dan "Al-'Afiyah"
Nabi ﷺ secara khusus memerintahkan kita untuk memohon dua hal ini. Ini menunjukkan bahwa keduanya adalah permohonan yang paling utama.
- Al-'Afwu (العفو): Maknanya adalah ampunan yang menghapus dosa-dosa. Ini adalah permohonan agar Allah menutup dan menghapus kesalahan-kesalahan kita.
- Al-'Afiyah (العافية): Maknanya lebih luas dari sekadar kesehatan badan. Ia mencakup:
- Kesehatan badan: Terbebas dari penyakit.
- Kesehatan hati: Terbebas dari penyakit hati seperti hasad, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
- Perlindungan dari musibah: Terlindung dari bencana, kesusahan, dan hal-hal yang menyedihkan.
- Kemudahan dalam ketaatan: Diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
- Keselamatan di akhirat: Terlindung dari siksa kubur dan neraka.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini adalah doa yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat. Karena al-'afiyah di dunia berarti keselamatan dari segala yang tidak disukai, dan al-'afiyah di akhirat berarti keselamatan dari siksa.
- Kedudukan "Al-'Afiyah" Setelah "Al-Yaqin" (Keyakinan)
Sabda Nabi ﷺ, "Tidak ada yang diberikan kepada seseorang setelah keyakinan, yang lebih baik daripada kesehatan," menunjukkan bahwa:
- Nikmat terbesar adalah iman yang yakin (al-yaqin). Ini adalah fondasi segalanya. Tanpa iman, semua nikmat dunia tidak ada artinya.
- Nikmat terbesar kedua adalah al-'afiyah. Mengapa? Karena dengan kesehatan dan keselamatan, seseorang dapat:
- Melaksanakan ibadah dengan sempurna.
- Mencari rezeki yang halal untuk keluarga.
- Berbuat baik kepada sesama.
- Menikmati karunia Allah yang halal di dunia.
- Tanpa al-'afiyah, segala potensi kebaikan menjadi terhambat. Orang sakit tidak bisa berpuasa dengan sempurna, tidak bisa shalat dengan khusyuk, dan tidak bisa bekerja dengan optimal.
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zadul Ma'ad sering kali menekankan bahwa kesehatan adalah nikmat yang paling sering dilupakan manusia. Banyak orang yang sehat tidak menyadari nikmat ini hingga mereka sakit. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk selalu memohon al-'afiyah.
- Tangisan Nabi ﷺ dan Abu Bakar
Dalam hadits ini, disebutkan bahwa Nabi ﷺ dan Abu Bakar menangis ketika menyampaikan atau mengingat hadits ini. Tangisan ini adalah tangisan karena takut kepada Allah dan karena merasakan keagungan serta pentingnya pesan ini. Ini juga menunjukkan betapa besar perhatian Nabi ﷺ terhadap umatnya, hingga beliau menangis memikirkan hal-hal yang paling bermanfaat untuk disampaikan. Ini adalah pelajaran tentang kelembutan dan kasih sayang seorang pendidik kepada murid-muridnya.
Story Telling
Kisah tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang menangis di atas mimbar adalah pemandangan yang sangat mengharukan. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling memahami ajaran beliau.
Suatu ketika, Abu Bakar berdiri di mimbar dan menangis. Para sahabat yang hadir pun terharu melihatnya. Kemudian beliau menyampaikan wasiat Nabi ﷺ ini. Ini menunjukkan bahwa Abu Bakar sangat ingin mewariskan wasiat terbaik dari Nabi ﷺ kepada umat. Beliau tidak mewariskan harta atau kekuasaan, tetapi mewariskan doa yang paling agung.
Hikmah dari kisah ini adalah kita sebagai umat Islam hendaknya saling mengingatkan tentang hal-hal yang paling penting dalam hidup, yaitu iman dan doa memohon keselamatan. Sebagaimana Abu Bakar menyampaikan wasiat Nabi ﷺ, kita pun hendaknya menyampaikan kebaikan ini kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman kita.
Kesimpulan Praktis
Dari hadits ini, ada beberapa poin yang bisa kita amalkan:
- Perbanyaklah berdoa dengan lafaz: "Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'afiyah" (Ya Allah, aku memohon ampunan dan kesehatan). Doa ini bisa dibaca setiap hari, terutama di waktu-waktu mustajab seperti setelah shalat, di sepertiga malam terakhir, dan di hari Jumat.
- Sadarilah bahwa nikmat kesehatan adalah nikmat yang sangat besar. Jangan sia-siakan kesehatan yang Allah berikan untuk hal-hal yang sia-sia atau maksiat. Gunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
- Jangan lupa memohon ampunan (al-'afwu) atas dosa-dosa kita. Kesehatan tanpa ampunan tidak akan menyelamatkan kita di akhirat. Keduanya harus dimohon secara bersamaan.
- Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Ini adalah warisan terbaik dari Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
- Jadikan iman (al-yaqin) sebagai prioritas utama. Setiap nikmat yang kita miliki hanyalah pelengkap. Yang terpenting adalah keimanan kita kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.