Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3557 tentang Mengangkat satu jari saat berdoa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab berdoa, yaitu ketika berdoa dengan isyarat jari, dianjurkan hanya menggunakan satu jari (jari telunjuk) sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Yang Maha Esa. Isyarat dengan satu jari ini juga melambangkan tauhid, bahwa hanya Allah satu-satunya yang dituju dalam doa.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
  • Kitab: Jami' At-Tirmidzi, no. 3557, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ
  • Status: Hasan Shahih Gharib menurut Imam At-Tirmidzi

Teks Hadits (Arab Berharakat):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلاَنَ، عَنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلاً كَانَ يَدْعُو بِأُصْبُعَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "أَحِّدْ أَحِّدْ"

Terjemahan: Dari Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki berdoa dengan dua jarinya, maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Buatlah satu, buatlah satu."

Penjelasan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi (dalam kitabnya Al-Jami') menjelaskan makna hadits ini: "Jika seseorang berisyarat dengan dua jarinya ketika berdoa pada saat tasyahhud (dalam shalat), maka ia tidak boleh berisyarat kecuali dengan satu jari." (Lihat: Sunan At-Tirmidzi, no. 3557, bab tentang doa)
  • Imam An-Nawawi (dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab) menjelaskan bahwa isyarat dengan satu jari (jari telunjuk) saat berdoa adalah sunnah, karena lebih menunjukkan keikhlasan dan pengagungan kepada Allah semata. Beliau merujuk pada hadits ini dan praktik para sahabat.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah) menilai hadits ini shahih dan menjelaskan bahwa larangan menggunakan dua jari adalah untuk menghindari keserupaan dengan isyarat yang tidak sesuai dengan adab doa.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengajarkan adab yang sangat halus dalam berdoa, yaitu tentang isyarat tangan. Ketika seorang laki-laki berdoa dengan mengangkat dua jarinya (mungkin jari telunjuk dan jari tengah), Rasulullah ﷺ langsung menegurnya dengan sabda: "أَحِّدْ أَحِّدْ" (Buatlah satu, buatlah satu). Maksudnya, gunakanlah hanya satu jari, yaitu jari telunjuk.

Makna dan Hikmah:

  1. Simbol Tauhid: Isyarat dengan satu jari melambangkan keesaan Allah. Dalam berdoa, kita hanya memohon kepada Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ini sejalan dengan firman Allah:
  • QS. Al-Ikhlas [112]: 1-2

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

  • QS. Al-Baqarah [2]: 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

  1. Adab dalam Shalat: Imam At-Tirmidzi secara khusus mengaitkan hadits ini dengan isyarat saat tasyahhud dalam shalat. Dalam shalat, ketika duduk tasyahhud, disunnahkan untuk berisyarat dengan jari telunjuk sambil menggerakkannya sedikit, sebagai tanda pengagungan kepada Allah dan pengakuan tauhid. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan lainnya.
  2. Larangan Berlebihan: Menggunakan dua jari bisa dianggap sebagai bentuk ghuluw (berlebihan) dalam berdoa. Doa adalah ibadah yang membutuhkan kekhusyukan dan ketundukan, bukan gerakan yang berlebihan. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kesederhanaan dan fokus dalam berdoa.

Pendapat Ulama:

  • Imam Asy-Syafi'i (dalam Al-Umm) menganjurkan isyarat dengan satu jari saat tasyahhud, berdasarkan hadits ini dan praktik para sahabat.
  • Imam Ahmad bin Hanbal juga berpendapat demikian, sebagaimana diriwayatkan oleh para pengikutnya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin) menjelaskan bahwa isyarat dengan satu jari adalah sunnah, dan tidak boleh menggunakan dua jari karena bertentangan dengan perintah Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Malik bin Anas (dalam Al-Muwatha') bahwa ketika para sahabat duduk tasyahhud, mereka biasa berisyarat dengan jari telunjuk. Bahkan, Imam Malik sendiri melihat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma melakukan hal itu. Beliau berkata: "Aku melihat Abdullah bin Umar, apabila duduk dalam shalat, ia meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan tangan kanannya di atas lutut kanannya, lalu ia menggenggam jari-jarinya kecuali jari telunjuk, dan ia berisyarat dengannya ketika berdoa." (HR. Muslim, no. 580)

Kisah ini menunjukkan bahwa praktik isyarat dengan satu jari sudah menjadi kebiasaan para sahabat yang mulia, sebagai bentuk pengamalan langsung dari sunnah Nabi ﷺ. Mereka sangat teliti dalam mengikuti petunjuk beliau, bahkan dalam hal sekecil isyarat jari sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Gunakan satu jari (jari telunjuk) ketika berdoa dengan isyarat, terutama saat tasyahhud dalam shalat.
  2. Jangan menggunakan dua jari atau lebih, karena bertentangan dengan sunnah.
  3. Fokuskan hati hanya kepada Allah ketika berdoa, jangan sibuk dengan gerakan yang berlebihan.
  4. Amalkan adab ini dengan ikhlas, karena setiap sunnah memiliki hikmah yang dalam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.