Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3556 tentang Allah Maha Malu dan Dermawan terhadap doa hamba

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa Allah Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Ketika seorang hamba mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya, Allah malu mengembalikan tangan itu kosong tanpa memberi apa pun. Karena itu, berdoalah dengan penuh harap dan adab, yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan permintaan hamba-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 3556 (Kitab Doa-doa). Imam At-Tirmidzi menyebutnya hasan gharib, dan sebagian perawi meriwayatkannya tanpa menyandarkan langsung kepada Nabi (mauquf).

Teks hadits:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Dermawan. Dia malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan tertolak."

Dalil pendukung tentang adab mengangkat tangan dan berdoa, di antaranya firman Allah:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

QS. Al-Baqarah [2]: 186 — "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menyentuh dua nama Allah yang agung: Al-Hayiy (Maha Malu) dan Al-Karim (Maha Dermawan). Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab-kitab beliau tentang doa menjelaskan bahwa "malu" pada Allah bukanlah malu karena kekurangan, melainkan malu yang sempurna dan mulia — Dia malu menyia-nyiakan hamba yang memohon kepada-Nya. Ini menunjukkan betapa luas kedermawanan Allah.

Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa mengangkat kedua tangan adalah salah satu adab doa yang paling utama dan disunnahkan, karena menunjukkan kerendahan hati dan pengharapan penuh kepada Allah. Ibn Rajab al-Hanbali menekankan bahwa doa adalah ibadah, dan Allah mencintai hamba yang sering meminta kepada-Nya.

Para ulama dari daftar, seperti Syeikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya, menegaskan bahwa kedekatan Allah kepada hamba-Nya dan pengabulan doa adalah bukti kasih sayang-Nya. Syeikh Ibn Baz dan Syeikh al-Utsaimin juga mengingatkan agar doa disertai keyakinan (yakin) dan tidak tergesa-gesa, sebagaimana hadits lain yang shahih.

Catatan: Imam At-Tirmidzi menyebut sebagian perawi meriwayatkannya tanpa menyandarkan kepada Nabi (mauquf pada Salman). Namun maknanya tetap sahih dan didukung dalil-dalil lain tentang keutamaan doa dan adab mengangkat tangan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, sahabat yang mulia, meriwayatkan sabda Nabi ﷺ ini kepada para tabi'in. Para salaf seperti Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah bin Di'amah as-Sadusi sangat menekankan doa dan adabnya. Al-Hasan al-Bashri pernah mengingatkan bahwa seorang hamba hendaknya tidak bosan berdoa, karena Allah Maha Dermawan dan tidak akan mengembalikan tangan hamba-Nya dengan kosong. Hikmahnya: jangan ragu meminta kepada Allah, sebab Dia lebih malu menyia-nyiakan hamba-Nya daripada hamba itu sendiri.

Kesimpulan Praktis

  • Angkatlah kedua tangan saat berdoa dengan penuh harap dan kerendahan hati.
  • Yakinlah bahwa Allah Maha Dermawan dan tidak akan mengembalikan doa dengan sia-sia.
  • Berdoalah dengan adab: memuji Allah, bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan tidak tergesa-gesa.
  • Jangan bosan berdoa, karena pengabulan bisa berupa diberi, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?