Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3525 tentang Doa Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām untuk konsistensi ibadah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi anjuran Nabi ﷺ untuk memperbanyak dan konsisten berdoa dengan menyebut nama Allah "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām" (Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan). Namun perlu diketahui, para ulama hadits menilai riwayat ini tidak mahfuzh (tidak terjaga) dari jalur periwayatan Anas bin Malik. Yang lebih shahih adalah riwayat dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal (disandarkan langsung kepada Nabi ﷺ tanpa menyebut sahabat). Meski demikian, makna dan kandungan doa ini tetap shahih dan dianjurkan, karena banyak dalil lain yang menyebutkan nama Allah yang agung ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، حَدَّثَنَا الْمُؤَمِّلُ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: "أَلِظُّوا بِيَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ"

Makna: "Bersikaplah konsisten (terus-menerus) dengan (doa): 'Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.'"

Catatan At-Tirmidzi: Beliau berkata setelah meriwayatkannya: "Hadits ini gharib (asing) dan bukan mahfuzh (tidak terjaga). Yang benar, hadits ini diriwayatkan dari Hammad bin Salamah, dari Humaid, dari Al-Hasan (Al-Bashri), dari Nabi ﷺ (secara mursal). Dan ini lebih shahih. Mu`ammil keliru dalam periwayatannya, ia mengatakan: 'dari Hammad, dari Humaid, dari Anas.' Dan tidak ada yang mengikuti riwayatnya."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷺ berfirman:

﴿تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ﴾

"Maha Berkah nama Tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan." (QS. Ar-Rahman [55]: 78)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah ﷻ adalah Pemilik sifat Al-Jalāl (Keagungan) dan Al-Ikrām (Kemuliaan/Kedermawanan), yang menjadi dasar doa ini.

Hadits Shahih Pendukung:

Dalam Shahih Muslim, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berdoa ketika shalat malam:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ"

Dan dalam riwayat lain, Nabi ﷺ mengajarkan doa: "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām" sebagai doa yang mustajab. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik dengan sanad yang shahih).

Penjelasan Rinci

1. Kedudukan Hadits Ini

Imam At-Tirmidzi sendiri menjelaskan bahwa hadits dari jalur Anas ini tidak mahfuzh. Artinya, periwayatan Mu`ammil bin Isma'il yang menyebutkan Anas sebagai perawinya adalah keliru. Yang lebih tepat, hadits ini diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, yaitu Al-Hasan langsung menisbahkan perkataan ini kepada Nabi ﷺ tanpa menyebut sahabat yang meriwayatkannya.

Para ulama hadits seperti Imam Adz-Dzahabi dan Al-Albani juga menilai riwayat ini dha'if (lemah) dari jalur Anas. Namun, bukan berarti kandungannya ditolak, karena:

  • Maknanya sesuai dengan Al-Qur'an (QS. Ar-Rahman: 78).
  • Ada hadits shahih lain yang menganjurkan doa dengan nama ini.
  • Para ulama tetap menyebutkan hadits ini dalam kitab-kitab doa sebagai fadhail a'mal (keutamaan amal) dengan catatan kelemahannya.

2. Makna "Alizhū" (أَلِظُّوا)

Kata "alizhū" berasal dari kata al-izhzha yang berarti terus-menerus, konsisten, dan tidak putus-putus. Maksudnya: "Janganlah kalian tinggalkan doa ini, perbanyaklah dan istiqamahlah dalam mengucapkannya."

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa doa dengan nama-nama Allah yang agung memiliki pengaruh besar dalam terkabulnya permohonan. Dan "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām" termasuk Ismul A'zham (nama Allah yang paling agung) menurut sebagian ulama.

3. Makna "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām"

  • Al-Jalāl: Keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan sifat. Allah ﷻ Maha Agung, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan semua makhluk tunduk di hadapan kebesaran-Nya.
  • Al-Ikrām: Kemuliaan dan kedermawanan. Allah ﷻ Maha Mulia, Maha Pemurah, yang memberikan karunia tanpa diminta dan melimpahkan kebaikan kepada hamba-Nya.

Imam As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa menggabungkan kedua nama ini dalam doa mengandung makna: "Wahai Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia, agungkanlah kami, muliakanlah kami, dan janganlah Engkau hinakan kami."

4. Hikmah Doa Ini

Doa ini mengajarkan kita untuk:

  • Mengakui keagungan Allah di hadapan-Nya, sehingga kita merasa kecil dan tawadhu'.
  • Mengharap kemuliaan dari Allah, karena hanya Allah yang bisa memuliakan dan menghinakan.
  • Istiqamah dalam berdoa, karena kata "alizhū" menunjukkan kesinambungan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri — seorang tabi'in yang sangat zuhud dan banyak menangis karena takut kepada Allah — sering kali berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang agung. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat memahami makna Al-Jalāl dan Al-Ikrām. Suatu ketika, beliau ditanya tentang doa yang paling sering diucapkannya, beliau menjawab: "Aku memohon kepada Allah agar Dia memuliakanku dengan ketaatan dan tidak menghinakanku dengan kemaksiatan."

Ini menunjukkan bahwa para salaf memahami doa "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām" bukan sekadar lafadz, tetapi juga penghayatan bahwa kemuliaan sejati hanya diperoleh dengan taat kepada Allah, dan kehinaan datang dari bermaksiat kepada-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah doa "Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām" dalam berbagai kesempatan, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sujud, setelah shalat, dan di sepertiga malam terakhir.
  2. Pahami maknanya: Kita sedang memanggil Allah dengan sifat keagungan dan kemuliaan-Nya, memohon agar Dia memuliakan kita di dunia dan akhirat.
  3. Istiqamahlah: Kata "alizhū" mengajarkan kita untuk tidak bosan dan terus-menerus berdoa, karena doa adalah ibadah dan tanda ketergantungan kita kepada Allah.
  4. Tetap berpegang pada dalil shahih: Meskipun riwayat ini lemah dari jalur Anas, kandungannya didukung oleh Al-Qur'an dan hadits shahih lainnya, sehingga tetap bisa diamalkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi