Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3469 tentang Keutamaan dzikir Subhanallah wa bihamdih seratus kali

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengajarkan satu dzikir yang ringan di lisan namun sangat berat timbangannya di sisi Allah, yaitu membaca "Subhanallahi wa bihamdihi" (سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ) sebanyak 100 kali di pagi hari dan 100 kali di sore hari. Siapa yang mengamalkannya, maka pada Hari Kiamat tidak ada seorang pun yang datang dengan amalan yang lebih utama darinya, kecuali orang yang membaca dzikir yang sama persis atau bahkan lebih banyak darinya. Ini menunjukkan keutamaan dzikir ini sangatlah agung dan pahalanya tidak terbatas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, nomor 3469, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini hasan shahih gharib.

Dalil lain yang menguatkan keutamaan dzikir ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:

QS. Thaha [20]: 130

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, agar engkau merasa tenang."

Ayat ini memerintahkan kita untuk bertasbih memuji Allah di pagi dan sore hari, yang sejalan dengan dzikir dalam hadits di atas.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa hal penting dari hadits ini:

1. Makna Dzikir "Subhanallahi wa bihamdihi"

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makna "Subhanallahi wa bihamdihi" adalah: "Aku menyucikan Allah dari segala kekurangan dan keburukan, serta aku memuji-Nya dengan pujian yang sempurna." Dzikir ini menggabungkan dua ibadah besar: pensucian Allah dari segala aib dan pujian kepada-Nya atas segala keutamaan dan nikmat-Nya.

2. Keutamaan yang Luar Biasa

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan dzikir ini. Seseorang yang membacanya 100 kali di pagi hari akan datang pada Hari Kiamat dengan amalan yang sangat agung, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa mengungguli amalannya kecuali orang yang membaca dzikir yang sama atau lebih banyak.

3. Hikmah di Balik Angka 100

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa penetapan angka 100 kali ini adalah murni dari Nabi ﷺ, dan kita tidak perlu mencari-cari hikmah di baliknya secara mendalam. Yang penting adalah ketaatan kita untuk melaksanakan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Namun, secara umum, angka ini menunjukkan bahwa Allah ingin memberikan kemudahan bagi hamba-Nya: dzikir yang ringan (hanya beberapa detik) namun pahalanya sangat besar.

4. Waktu Pelaksanaan

Hadits ini menyebutkan "hina yushbihu wa hina yumsii" (ketika pagi dan ketika sore). Para ulama menjelaskan bahwa waktu pagi dimulai setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari tergelincir, dan waktu sore dimulai setelah shalat Ashar hingga sebelum matahari terbenam. Ini adalah waktu-waktu yang penuh berkah dan dianjurkan untuk berdzikir di dalamnya.

5. Apakah Boleh Lebih dari 100 Kali?

Rasulullah ﷺ bersabda: "kecuali seseorang yang melakukan hal yang sama seperti dia, atau menambahkannya." Ini menunjukkan bahwa seseorang boleh menambah dzikir ini lebih dari 100 kali, dan itu adalah keutamaan yang lebih besar. Namun, yang terpenting adalah menjaga konsistensi minimal 100 kali di pagi dan sore hari.

6. Keutamaan Dzikir Ini di Sisi Allah

Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa dzikir adalah makanan hati dan ruh. Jika hati seseorang dipenuhi dengan dzikir kepada Allah, maka ia akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki. Dzikir "Subhanallahi wa bihamdihi" adalah dzikir yang ringan di lisan namun sangat dicintai oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa dua kalimat ini ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menarik tentang keutamaan dzikir ini. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mengeluh kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, ajaran Islam ini banyak bagiku. Maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Kisah ini menunjukkan bahwa di tengah kesibukan dan banyaknya tuntutan hidup, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita satu amalan yang ringan namun sangat besar manfaatnya: selalu berdzikir kepada Allah. Dan di antara dzikir yang paling utama adalah "Subhanallahi wa bihamdihi" yang jika dibaca 100 kali di pagi dan sore hari, akan menjadi tabungan pahala yang sangat besar untuk Hari Kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah dzikir "Subhanallahi wa bihamdihi" sebanyak 100 kali di pagi hari (setelah Subuh hingga sebelum Dzuhur) dan 100 kali di sore hari (setelah Ashar hingga sebelum Maghrib).
  2. Niatkan ikhlas karena Allah dan yakini bahwa ini adalah amalan yang dicintai oleh-Nya.
  3. Jaga konsistensi dalam mengamalkannya, karena amalan yang sedikit namun istiqamah lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak namun tidak konsisten.
  4. Boleh menambah lebih dari 100 kali jika mampu, karena itu adalah keutamaan yang lebih besar.
  5. Ajaklah keluarga dan orang-orang terdekat untuk mengamalkan dzikir ini, karena ini adalah warisan berharga dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?