Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3449 tentang Doa meminta kebaikan dan berlindung dari keburukan angin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika melihat angin bertiup. Doa ini mencakup permintaan kebaikan dari angin itu sendiri, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang dibawanya, serta permohonan perlindungan dari keburukan yang serupa. Ini adalah bentuk tawakal dan pengakuan bahwa segala sesuatu datang dari Allah, baik maupun buruk, dan kita memohon kepada-Nya agar diberikan yang terbaik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Apa yang Diucapkan Jika Angin Kencang, nomor 3449. Beliau menilai hadits ini hasan (baik).

Teks Arab Hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الأَسْوَدِ أَبُو عَمْرٍو الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ عَائِشَةَ، رضى الله عنها قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا رَأَى الرِّيحَ قَالَ " اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ رضى الله عنه وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ .

Terjemahan: Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Ketika Nabi ﷺ melihat angin, beliau berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikannya, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan apa yang diutus dengannya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan apa yang diutus dengannya.'"

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, kemudian Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." (QS. Al-A'raf [7]: 57)

Ayat ini menunjukkan bahwa angin bisa menjadi pembawa rahmat (kebaikan) dan bisa juga menjadi pembawa azab (keburukan), sebagaimana disebutkan dalam ayat lain tentang angin yang membinasakan kaum 'Ad.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk pengakuan seorang hamba bahwa urusan seluruhnya berada di tangan Allah. Angin bisa menjadi rahmat dan bisa menjadi azab, maka Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa doa ini memiliki makna yang sangat dalam:

  1. "Allahumma inni as'aluka min khairiha" (Ya Allah, aku meminta kebaikannya) - Ini adalah permohonan agar angin tersebut menjadi kebaikan bagi kita, seperti angin yang membawa hujan, menyuburkan tanaman, atau mendinginkan udara.
  2. "Wa khairi ma fiha" (dan kebaikan apa yang ada di dalamnya) - Ini mencakup kebaikan yang terkandung dalam angin itu sendiri, seperti manfaat yang Allah ciptakan di dalamnya.
  3. "Wa khairi ma ursilat bihi" (dan kebaikan apa yang diutus dengannya) - Ini mencakup kebaikan yang dibawa oleh angin tersebut, seperti awan yang membawa hujan, atau hal-hal baik lainnya yang Allah kehendaki.
  4. "Wa a'udzu bika min syarriha" (dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya) - Ini adalah permohonan perlindungan dari keburukan angin itu sendiri, seperti angin yang sangat kencang yang merusak.
  5. "Wa syarri ma fiha" (dan keburukan apa yang ada di dalamnya) - Ini mencakup keburukan yang terkandung di dalamnya.
  6. "Wa syarri ma ursilat bihi" (dan keburukan apa yang diutus dengannya) - Ini mencakup keburukan yang dibawa oleh angin tersebut, seperti angin azab yang membinasakan kaum 'Ad dan Tsamud.

Imam As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa angin adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Terkadang Allah menjadikannya rahmat bagi hamba-Nya, dan terkadang menjadikannya azab bagi orang-orang yang durhaka. Maka seorang mukmin diajarkan untuk selalu memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan dalam segala keadaan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Beliau tidak hanya meminta kebaikan, tetapi juga berlindung dari keburukan, karena manusia tidak mengetahui apa yang tersembunyi di balik suatu kejadian. Ini adalah bentuk tawakal yang sempurna.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika angin kencang datang, para sahabat Nabi ﷺ sangat khawatir. Dalam riwayat lain dari Shahih Muslim, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

"Apabila hari berawan atau angin bertiup kencang, wajah Rasulullah ﷺ terlihat berubah (khawatir), dan beliau mondar-mandir keluar masuk. Apabila hujan turun, beliau menjadi tenang dan gembira."

Aisyah bertanya tentang hal itu, maka beliau ﷺ menjawab: "Wahai Aisyah, aku khawatir angin ini membawa azab. Sedangkan hujan adalah rahmat."

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah dan betapa dalamnya rasa takut beliau kepada Allah, meskipun beliau adalah manusia yang paling dicintai Allah dan dosa-dosanya telah diampuni. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan tanda-tanda alam dan selalu berdoa kepada Allah dalam setiap keadaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan doa ini dan amalkan setiap kali melihat angin bertiup, baik kencang maupun tidak.
  2. Pahami maknanya bahwa kita memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan dalam segala hal.
  3. Jadikan ini sebagai kebiasaan untuk selalu berdoa dalam setiap keadaan, karena doa adalah senjata orang mukmin.
  4. Jangan meremehkan tanda-tanda alam, karena bisa jadi itu adalah peringatan atau rahmat dari Allah.
  5. Perbanyak istighfar dan taubat ketika melihat hal-hal yang mengkhawatirkan, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?