Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3446 tentang Doa naik kendaraan dan memohon ampunan kepada Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab naik kendaraan (dulu: onta, kini: mobil, motor, dll). Intinya adalah memulai dengan bismillah, memuji Allah, membaca doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an (QS. Az-Zukhruf: 13-14), lalu mengakui kelemahan diri dan memohon ampunan. Bagian yang sangat indah adalah kabar bahwa Allah sangat senang (ajaib) kepada hamba-Nya yang berdoa memohon ampunan, karena itu adalah bukti keimanan dan ketundukan hamba kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an (Doa Naik Kendaraan):

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Az-Zukhruf [43]: 13-14:

لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ * وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Terjemahan: "Agar kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu mengingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan: 'Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.'"

2. Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 3446):

Hadits ini diriwayatkan dari Ali bin Rabi'ah, dari sahabat mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk pengakuan bahwa manusia tidak mampu menundukkan kendaraan kecuali dengan izin Allah. Ini mengajarkan rasa syukur dan tawadhu.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini termasuk dzikir yang dianjurkan saat naik kendaraan, dan beliau mengutip hadits ini sebagai dalil.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan dua hal: (1) mengingat nikmat Allah yang menundukkan kendaraan, dan (2) mengingat akan kembali kepada Allah, yang mendorong seseorang untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Adab Naik Kendaraan:

  • Membaca Bismillah saat akan menaiki kendaraan. Ini adalah bentuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah.
  • Membaca Alhamdulillah setelah berada di atas kendaraan, sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan.
  • Membaca doa dari Al-Qur'an (QS. Az-Zukhruf: 13-14), yang berisi pengakuan bahwa Allah-lah yang menundukkan kendaraan tersebut, dan kita tidak mampu melakukannya tanpa kuasa-Nya.
  • Membaca Alhamdulillah 3x, Allahu Akbar 3x, dan doa ampunan sebagai penutup.

2. Makna "Allah 'Ajaib' (Yanjabu) dari Hamba-Nya":

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa "keajaiban" (ajaib) Allah di sini adalah keridhaan dan kecintaan-Nya kepada hamba yang berdoa memohon ampunan. Ini bukan berarti Allah "heran" seperti manusia, karena Allah Maha Mengetahui segalanya. Tetapi ini adalah ungkapan bahwa Allah sangat menyukai dan menghargai hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan.

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa doa ini mengandung tiga pilar taubat:

  1. Pengakuan dosa ("aku telah menzalimi diriku")
  2. Permohonan ampunan ("maka ampunilah aku")
  3. Pengakuan keesaan Allah dalam pengampunan ("tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau")

3. Hikmah Tertawanya Nabi ﷺ:

Tertawa di sini adalah ekspresi kegembiraan dan kebahagiaan Nabi ﷺ karena mendengar kabar bahwa Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang berdoa seperti ini. Ini menunjukkan bahwa doa ini sangat dicintai Allah.

4. Pelajaran dari Perkataan Ali bin Abi Thalib:

Ali radhiyallahu 'anhu dengan sengaja mencontohkan langsung apa yang dilakukan Nabi ﷺ, agar para sahabat dan generasi setelahnya bisa belajar. Ini menunjukkan pentingnya menyebarkan ilmu dan mengajarkan sunnah kepada orang lain.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (semoga Allah merahmatinya) sangat memperhatikan adab-adab dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat naik kendaraan. Beliau selalu membaca doa ini dengan khusyuk dan mengajarkannya kepada murid-muridnya. Suatu ketika, beliau ditanya mengapa sangat teliti dalam menjaga adab-adab kecil seperti ini. Beliau menjawab: "Sesungguhnya aku mempelajari adab dari para ulama salaf, dan mereka mempelajarinya dari para sahabat, dan para sahabat mempelajarinya dari Nabi ﷺ. Dan Nabi ﷺ adalah sebaik-baik teladan."

Kisah ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman bukan hanya pada ibadah besar, tetapi juga pada adab-adab kecil yang sering dianggap remeh. Naik kendaraan adalah aktivitas sehari-hari, namun Islam mengajarkan agar kita senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca doa naik kendaraan setiap kali kita menaiki kendaraan, baik itu mobil, motor, atau transportasi umum.
  2. Mulai dengan bismillah dan akhiri dengan doa ampunan, sebagai bentuk tawadhu di hadapan Allah.
  3. Sadari bahwa semua kendaraan adalah nikmat Allah yang harus disyukuri, bukan hasil kemampuan kita semata.
  4. Perbanyak istighfar dan doa ampunan, karena Allah sangat senang mendengar hamba-Nya memohon ampunan.
  5. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, sebagaimana Ali bin Abi Thalib mencontohkan dan mengajarkannya kepada Ali bin Rabi'ah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi