Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang seorang sahabat yang bermimpi mendengar doa yang diucapkan oleh sebatang pohon ketika sujud. Doa tersebut berisi permohonan agar Allah mencatat pahala, menghapus dosa, menjadikannya simpanan akhirat, dan menerima sujud tersebut sebagaimana Dia menerima sujud Nabi Dawud 'alaihissalam. Kemudian Nabi ﷺ membenarkan mimpi tersebut dengan membacakan ayat sajdah dan mengucapkan doa yang sama ketika sujud. Hadits ini menunjukkan keutamaan doa ketika sujud tilawah dan anjuran untuk memperbanyak doa di dalam sujud.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab "Apa yang Diucapkan dalam Sujud Al-Qur'an", nomor 3424. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini."
Adapun dalil dari Al-Qur'an tentang perintah sujud tilawah, Allah Ta'ala berfirman:
QS. Al-Isra' [17]: 107-109
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا ۙ وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا ۙ وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
"Katakanlah (Muhammad), 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman.' Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya, apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah mereka bersujud, seraya berkata, 'Maha Suci Tuhan kami; sungguh, janji Tuhan kami pasti dipenuhi.' Dan mereka menyungkurkan wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan orang-orang yang berilmu, karena ketika Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka segera tunduk dan bersujud kepada Allah, mengakui kebenaran janji-Nya, dan bertambah khusyuk hati mereka.
Adapun doa yang diucapkan dalam sujud tilawah, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menganjurkan doa yang disebutkan dalam hadits ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Al-Fatawa menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa yang dianjurkan ketika sujud tilawah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama: Tentang Mimpi yang Dialami Sahabat
Dalam hadits ini, seorang sahabat (yang tidak disebutkan namanya) datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan mimpinya. Ia bermimpi sedang shalat di belakang sebatang pohon, dan ketika ia sujud, pohon itu ikut sujud. Ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk bertasbih dan tunduk kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra' [17]: 44 bahwa segala sesuatu bertasbih memuji-Nya, tetapi manusia tidak memahami tasbih mereka.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa pohon dan seluruh makhluk sujud kepada Allah sesuai dengan keadaannya masing-masing. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah yang dilakukan oleh seluruh makhluk, baik yang berakal maupun tidak.
Kedua: Doa yang Diucapkan Pohon
Pohon tersebut mengucapkan doa yang sangat indah:
- Allahumma uktub li biha 'indaka ajran (Ya Allah, catatlah untukku pahala karenanya di sisi-Mu) — memohon agar sujudnya dicatat sebagai pahala.
- Wada' 'anni biha wizran (dan hapuskanlah dosaku karenanya) — memohon agar sujud menjadi penghapus dosa.
- Waj'alha li 'indaka dhukhran (dan jadikanlah ia untukku sebagai simpanan di sisi-Mu) — memohon agar sujud menjadi tabungan akhirat.
- Wa taqabbalha minni kama taqabbalta min 'abdika Dawud (dan terimalah ia dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Dawud) — memohon agar diterima seperti sujud Nabi Dawud.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan pahala, penghapusan dosa, tabungan akhirat, dan penerimaan amal. Ini adalah doa yang sangat lengkap dan menunjukkan kedalaman ilmu pohon tersebut dalam berdoa, yang diajarkan oleh Allah kepadanya.
Ketiga: Tindakan Nabi ﷺ
Ketika Nabi ﷺ mendengar mimpi tersebut, beliau membenarkannya dengan membacakan ayat sajdah dan sujud. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mendengar Nabi ﷺ mengucapkan doa yang sama seperti yang diucapkan pohon dalam mimpi sahabat tersebut. Ini menunjukkan bahwa doa tersebut memang diajarkan oleh Allah dan disukai oleh Nabi ﷺ.
Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ ketika sujud membaca: "Subhanaka Rabbana wa bihamdika, Allahummaghfir li" (Maha Suci Engkau Ya Rabb kami, dan dengan memuji-Mu, Ya Allah ampunilah aku). Ini menunjukkan bahwa memperbanyak doa dalam sujud adalah sunnah.
Keempat: Hukum Sujud Tilawah
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum sujud tilawah:
- Imam Abu Hanifah berpendapat wajib bagi yang membaca ayat sajdah.
- Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad berpendapat sunnah, bukan wajib.
Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur bahwa sujud tilawah adalah sunnah, berdasarkan hadits Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu yang membaca ayat sajdah di atas mimbar lalu turun dan sujud, kemudian di lain waktu tidak sujud, dan beliau berkata: "Allah tidak mewajibkan sujud kecuali jika kita kehendaki." (HR. Al-Bukhari)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Al-Arba'in menjelaskan bahwa sujud tilawah adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan), dan jika seseorang tidak melakukannya, tidak ada dosa baginya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat memperhatikan sujud tilawah. Beliau tidak pernah meninggalkannya ketika membaca ayat sajdah. Suatu ketika, beliau ditanya tentang seseorang yang membaca Al-Qur'an dan sampai pada ayat sajdah, apakah ia wajib sujud? Beliau menjawab bahwa ia disunnahkan untuk sujud. Kemudian beliau menyebutkan bahwa Nabi Dawud 'alaihissalam adalah orang yang paling banyak sujud dan paling banyak berdoa di dalam sujudnya.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menceritakan bahwa sujud adalah keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Oleh karena itu, Nabi ﷺ menganjurkan untuk memperbanyak doa di dalam sujud, karena doa di dalam sujud lebih mustajab. Beliau bersabda: "Adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena doa di dalamnya sangat layak untuk dikabulkan." (HR. Muslim)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa sujud adalah momen terbaik untuk memohon kepada Allah, dan doa yang diajarkan dalam hadits ini adalah doa yang sangat lengkap dan penuh berkah.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak doa ketika sujud, baik dalam shalat maupun sujud tilawah, karena sujud adalah saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya.
- Hafalkan doa dalam hadits ini dan amalkan ketika sujud tilawah: "Allahumma uktub li biha 'indaka ajran, wada' 'anni biha wizran, waj'alha li 'indaka dhukhran, wa taqabbalha minni kama taqabbalta min 'abdika Dawud."
- Jangan meremehkan sujud tilawah — ia adalah sunnah yang dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.
- Mimpi yang baik adalah kabar gembira bagi seorang mukmin, sebagaimana sabda Nabi ﷺ bahwa mimpi baik berasal dari Allah.
- Seluruh makhluk tunduk kepada Allah — ini mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan khusyuk dalam beribadah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.