Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3421 tentang Doa iftitah dan rukuk Rasulullah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib ini menjelaskan doa-doa yang dibaca Nabi ﷺ pada berbagai gerakan shalat: saat berdiri (iftitah), rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, dan sebelum salam. Isinya penuh tauhid, pengakuan dosa, permohonan ampun, serta permohonan akhlak yang baik. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang menjadi bagian doa iftitah Nabi ﷺ:

QS. Al-An'am [6]: 162

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, melalui jalur 'Ubaidullah bin Abi Rafi', dari 'Abdurrahman al-A'raj, dari ayah Yusuf bin al-Majisyun. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih." Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dari riwayat lain, di antaranya dari Ibnu Abbas dan lainnya.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam al-Majmu' dan al-Adzkar menyebutkan doa iftitah ini sebagai salah satu doa yang sahih dan dianjurkan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas variasi doa iftitah dan menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan beberapa lafazh iftitah kepada para sahabat.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa doa iftitah yang beliau ucapkan dalam kesempatan berbeda.

Penjelasan Rinci

1. Doa Iftitah (Saat Berdiri Shalat)

Nabi ﷺ membuka shalat dengan mengarahkan wajah kepada Allah Yang menciptakan langit dan bumi dengan hanif (lurus, menjauhi kesyirikan). Ini mengandung tauhid murni: shalat, ibadah, hidup, dan mati hanya untuk Allah. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini (QS. Al-An'am: 162) adalah pernyataan tauhid yang sempurna.

Kemudian beliau menyebut Allah sebagai al-Malik (Raja), mengakui sebagai hamba yang telah menzalimi diri dan berbuat dosa, lalu memohon ampunan. Ini menunjukkan tawadhu' dan kebutuhan hamba kepada Rabb-nya. Beliau juga memohon hidayah kepada akhlak terbaik dan dijauhkan dari akhlak buruk — karena akhlak adalah bagian penting dari agama.

2. Doa Rukuk

Saat rukuk, Nabi ﷺ mengucapkan: "Ya Allah, kepada-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri." Lalu beliau menyebut bahwa pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan urat-uratnya tunduk kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa rukuk bukan hanya gerakan fisik, tetapi ketundukan seluruh anggota badan dan hati.

3. Doa Bangkit dari Rukuk (I'tidal)

Beliau mengucapkan pujian: "Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, seluas langit dan bumi dan seluas apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu." Ini menunjukkan luasnya pujian kepada Allah yang tidak terbatas.

4. Doa Sujud

Saat sujud, beliau mengucapkan: "Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya, membentuknya, dan memberikan pendengaran dan penglihatan. Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta." Sujud adalah posisi terdekat hamba dengan Allah, dan doa ini menegaskan pengakuan atas nikmat penciptaan.

5. Doa Sebelum Salam

Doa terakhir yang beliau ucapkan antara tasyahhud dan salam adalah permohonan ampun untuk dosa yang lalu dan yang akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan, serta pengakuan bahwa Allah adalah al-Muqaddim (Yang mendahulukan) dan al-Mu'akhkhir (Yang mengakhirkan).

Pandangan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam al-Adzkar menyebutkan doa-doa ini sebagai bagian dari dzikir shalat yang dianjurkan.
  • Ibn Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa lafazh iftitah, dan semuanya sahih serta bisa diamalkan.
  • Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa doa iftitah ini termasuk yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Ali bin Abi Thalib.
  • Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan Shifat ash-Shalah menilai hadits ini sahih dan menganjurkan mengamalkannya.

Catatan tentang perbedaan pendapat:

Para ulama berbeda pendapat tentang lafazh iftitah yang paling utama. Sebagian memilih "Subhanakallahumma wa bihamdika..." (dari riwayat Abu Sa'id), sebagian memilih "Allahumma baa'id baini..." (dari riwayat Abu Hurairah), dan sebagian memilih doa dalam hadits ini. Menurut Ibn Qayyim dan al-Albani, semuanya boleh diamalkan secara bergantian, karena Nabi ﷺ mengajarkan lafazh yang berbeda kepada sahabat yang berbeda.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu — sepupu sekaligus menantu Nabi ﷺ — memperhatikan dengan sangat teliti bagaimana Rasulullah ﷺ shalat. Beliau meriwayatkan doa-doa ini karena kedekatannya dengan Nabi ﷺ dan keinginannya agar umat Islam meneladani shalat Nabi ﷺ secara sempurna.

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ pernah bersabda: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Al-Bukhari). Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan sifat shalat Nabi ﷺ, termasuk doa-doa dalam hadits ini.

Hikmahnya: seorang mukmin hendaknya memperhatikan shalatnya dengan sungguh-sungguh, karena shalat adalah momen munajat dengan Allah. Doa-doa ini mengajarkan kita untuk selalu merendahkan diri, mengakui dosa, dan memohon ampunan serta akhlak yang baik.

Kesimpulan Praktis

  1. Hendaknya membaca doa iftitah saat memulai shalat, dan boleh memilih salah satu lafazh yang sahih, termasuk doa dalam hadits ini.
  2. Membaca doa rukuk, i'tidal, dan sujud sesuai tuntunan Nabi ﷺ, karena ini memperkaya makna shalat.
  3. Membaca doa sebelum salam yang berisi permohonan ampun untuk dosa yang lalu dan yang akan datang.
  4. Menghadirkan hati dalam setiap doa shalat, karena shalat adalah munajat kepada Allah.
  5. Meneladani akhlak Nabi ﷺ dengan memohon kepada Allah agar diberi akhlak terbaik dan dijauhkan dari akhlak buruk.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?