Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3383 tentang Dzikir terbaik laa ilaaha illallah dan doa terbaik alhamdulillah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita dua kalimat yang sangat agung dan ringan di lisan namun berat di timbangan. Pertama, sebaik-baik dzikir adalah kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), karena ini adalah inti dari seluruh ajaran para nabi. Kedua, sebaik-baik doa adalah "Al-ḥamdulillāh" (segala puji bagi Allah), karena memuji Allah adalah bentuk doa yang paling sempurna—kita menyerahkan segala urusan dan memohon dengan mengakui kebesaran-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab Tentang Doa Orang Muslim yang Diterima, nomor 3383. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib (baik dan asing/gharib karena hanya diriwayatkan melalui satu jalur periwayatan).

Teks Hadits (sebagaimana dalam riwayat):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَثِيرٍ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ"

Makna Ringkas: Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik dzikir adalah 'Lā ilāha illallāh', dan sebaik-baik doa adalah 'Al-ḥamdulillāh'."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah [2]: 152)

Ayat ini menunjukkan perintah dzikir dan syukur, dan puncak dzikir adalah kalimat tauhid, sedangkan puncak syukur adalah memuji Allah dengan "Al-ḥamdulillāh".

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi (dalam Sunan-nya) menilai hadits ini hasan gharib dan menyebutkan bahwa Ali bin Al-Madini (guru Imam Al-Bukhari) dan lainnya meriwayatkan hadits ini dari Musa bin Ibrahim.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (dalam Silsilah Ash-Shahihah dan Shahih At-Tirmidzi) menilai hadits ini shahih berdasarkan jalur-jalur penguatnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna hadits ini dengan sangat mendalam:

1. Makna "Sebaik-baik Dzikir adalah Lā ilāha illallāh"

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa kalimat tauhid ini adalah inti dakwah seluruh rasul. Allah berfirman: "Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'" (QS. An-Nahl [16]: 36). Maka dzikir yang paling utama adalah yang mengandung pengesaan Allah dan menafikan segala sesembahan selain-Nya.
  • Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa kalimat "Lā ilāha illallāh" memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan seorang muslim. Ia adalah kalimat yang membersihkan hati dari syirik, menghilangkan kesombongan, dan menanamkan keikhlasan. Beliau juga menyebutkan bahwa kalimat ini adalah "kepala" dari segala dzikir.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dzikir yang paling utama adalah yang mengandung tauhid, karena tauhid adalah pondasi agama dan kunci diterimanya amal.

2. Makna "Sebaik-baik Doa adalah Al-ḥamdulillāh"

  • Imam At-Tirmidzi sendiri dalam bab ini meriwayatkan hadits dari Nabi ﷺ bahwa doa yang tidak didahului dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ maka doanya terhijab (terhalang). Maka memulai doa dengan "Al-ḥamdulillāh" adalah cara terbaik.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa memuji Allah sebelum berdoa adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau menyebutkan hadits Fadhalah bin 'Ubaid bahwa Nabi ﷺ mendengar seseorang berdoa tanpa memuji Allah, maka beliau bersabda: "Salah seorang dari kalian berdoa dengan tergesa-gesa..." kemudian beliau mengajarkan agar memulai dengan pujian dan shalawat.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa "Al-ḥamdulillāh" adalah pujian kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Ketika seorang hamba memuji Allah, seakan-akan ia berkata: "Ya Allah, Engkau Maha Terpuji, Engkau Maha Pemberi nikmat, maka kabulkanlah doaku." Ini adalah bentuk doa yang paling agung karena mengandung pengakuan akan kebesaran dan kemurahan Allah.

3. Hubungan antara Dzikir dan Doa

  • Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa dzikir adalah puncak ibadah hati, sedangkan doa adalah puncak permohonan seorang hamba. Ketika keduanya digabungkan—bertauhid dan memuji Allah—maka seorang hamba telah menghadirkan dua hal terbesar: pengakuan akan keesaan Allah dan pengakuan akan segala kebaikan-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah—sahabat yang meriwayatkan hadits ini—bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik dzikir adalah Lā ilāha illallāh, dan sebaik-baik doa adalah Al-ḥamdulillāh." (HR. At-Tirmidzi)

Para ulama menyebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat mencintai hadits-hadits tentang keutamaan dzikir. Beliau sendiri dikenal sebagai imam yang banyak berdzikir dan berdoa. Suatu ketika beliau ditanya tentang doa yang paling mustajab, beliau menjawab dengan mengutip makna hadits ini: "Doa yang diawali dengan pujian kepada Allah dan diakhiri dengan pujian kepada-Nya." Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami dan mengamalkan hadits ini dalam kehidupan mereka.

Hikmah: Kalimat yang ringan di lisan ini ternyata memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Maka jangan pernah meremehkan dzikir dan pujian kepada Allah, karena justru di situlah kunci terkabulnya doa.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengucapkan "Lā ilāha illallāh" setiap saat, karena ia adalah dzikir yang paling utama dan membersihkan hati dari kesyirikan.
  2. Biasakanlah memulai doa dengan "Al-ḥamdulillāh" dan memuji Allah, karena itu adalah cara terbaik agar doa kita diterima.
  3. Gabungkan keduanya dalam dzikir harian kita, misalnya setelah shalat, di pagi dan petang hari.
  4. Jangan meremehkan kalimat yang ringan, karena di sisi Allah ia sangat agung dan berat dalam timbangan amal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.