Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari dua surat terakhir dalam Al-Qur'an, yaitu Surat Al-Falaq dan An-Nas. Keduanya dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain (dua surat perlindungan). Nabi ﷺ menyatakan bahwa Allah menurunkan ayat-ayat yang tidak ada bandingannya, karena kandungannya yang sempurna dalam memohon perlindungan kepada Allah dari segala keburukan, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab: Dari Surah Al-Mu'awwidhatain, nomor 3367. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
Ayat Al-Qur'an yang dimaksud dalam hadits:
Allah ﷻ berfirman:
Surat Al-Falaq [113]: 1-5
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (falaq), dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.'"
Surat An-Nas [114]: 1-6
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'"
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa kedua surat ini adalah surat perlindungan yang agung. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa tidak ada satu pun ayat dalam kitab-kitab Allah yang semisal dengan kedua surat ini, karena keduanya mencakup semua bentuk perlindungan dari segala keburukan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan kedua surat ini sangatlah besar. Mari kita rinci:
- Makna "Ayat-ayat yang tidak ada yang seperti itu":
Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini dan menilainya hasan shahih. Para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa keistimewaan ini karena kedua surat ini mencakup perlindungan dari semua jenis keburukan secara menyeluruh. Tidak ada surat lain yang menggabungkan permohonan perlindungan dari keburukan makhluk, keburukan malam, keburukan sihir, keburukan hasad, dan keburukan bisikan setan secara lengkap seperti dalam dua surat ini.
- Kandungan Surat Al-Falaq:
- "Tuhan yang menguasai subuh": Ini mencakup perlindungan dari segala keburukan yang terjadi di alam semesta.
- "Kejahatan makhluk-Nya": Ini adalah permohonan perlindungan yang umum dari semua makhluk yang bisa membahayakan.
- "Kejahatan malam apabila gelap gulita": Perlindungan dari keburukan yang datang di malam hari, saat kejahatan dan binatang buas berkeliaran.
- "Kejahatan tukang sihir": Perlindungan dari kejahatan sihir yang dilakukan dengan media tali yang diikat sambil ditiup.
- "Kejahatan orang yang dengki": Perlindungan dari bahaya orang yang tidak suka melihat kebaikan orang lain.
- Kandungan Surat An-Nas:
- Dimulai dengan tiga sifat Allah: Rabb (Tuhan yang memelihara), Malik (Raja yang menguasai), dan Ilah (Sembahan yang berhak disembah). Ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang layak dimintai perlindungan.
- "Kejahatan was-was al-khannas": Ini adalah setan yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia, lalu bersembunyi ketika manusia mengingat Allah. Ini adalah musuh terbesar yang tidak terlihat.
- "Dari golongan jin dan manusia": Menjelaskan bahwa pembisik itu bisa dari kalangan jin (setan) atau dari kalangan manusia yang juga bisa membisikkan kejahatan.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Badai' Al-Fawaid menjelaskan bahwa kedua surat ini adalah obat yang paling sempurna untuk penyakit hati dan gangguan dari makhluk, karena keduanya mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dari semua sumber keburukan.
Story Telling
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhni radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
> "Aku pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda: 'Wahai Uqbah, maukah engkau aku ajari surat yang paling utama yang pernah diturunkan?' Aku menjawab: 'Tentu, wahai Rasulullah.' Maka beliau mengajarkanku: 'Qul a'udzu bi rabbil falaq' dan 'Qul a'udzu bi rabbin nas'. Kemudian shalat dimulai, dan beliau membacakan kedua surat itu dalam shalat. Setelah selesai, beliau menoleh kepadaku dan berkata: 'Wahai Uqbah, bacalah keduanya setiap kali engkau tidur dan bangun. Tidak ada seorang pun yang meminta perlindungan dengan yang semisal keduanya.'"
(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam An-Nasa'i dengan sanad yang shahih)
Hikmah dari kisah ini:
Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan pengajaran kedua surat ini kepada para sahabat, bahkan mengajarkannya secara khusus kepada Uqbah bin Amir. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita membaca dan mengamalkan kedua surat ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum tidur, sebagai benteng perlindungan dari segala keburukan.
Kesimpulan Praktis
- Baca kedua surat ini setiap hari, terutama sebelum tidur, setelah shalat, dan di waktu pagi dan petang sebagai dzikir perlindungan.
- Yakinlah bahwa kedua surat ini adalah perlindungan terbaik dari segala keburukan, baik yang terlihat maupun tersembunyi, dari gangguan jin, manusia, sihir, dan hasad.
- Amalkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, karena manfaatnya hanya akan dirasakan oleh orang yang meyakininya dan mengamalkannya dengan hati yang hadir.
- Ajarkan kedua surat ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, sebagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.