Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3346 tentang Peristiwa pembelahan dada Nabi saat Isra Mikraj

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa Syaqqus Shadr (pembelahan dada) yang terjadi pada Nabi ﷺ saat beliau berada di dekat Baitullah dalam keadaan antara tidur dan terjaga. Dada beliau dibelah, hati beliau dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, lalu diisi dengan iman dan hikmah. Peristiwa ini adalah salah satu bentuk persiapan Allah ﷻ untuk menguatkan hati Nabi ﷺ sebelum menerima beban kenabian dan wahyu yang berat. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan

Allah ﷻ berfirman:

QS. Asy-Syarh [94]: 1

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

"Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?"

QS. Al-Insyirah [94]: 5-6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

QS. Al-An'am [6]: 125

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ

"Maka barang siapa yang Allah kehendaki mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam."

Hadits terkait

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 3346) dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an, bab tafsir Surat Alam Nasyrah (Asy-Syarh). Sanadnya: Muhammad bin Basysyar → Muhammad bin Ja'far dan Ibnu Abi 'Adi → Sa'id bin Abi 'Arubah → Qatadah → Anas bin Malik → Malik bin Sha'sha'ah.

Hadits serupa juga diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik tentang peristiwa Isra' Mi'raj, dan dari Abu Dzar al-Ghifari (sebagaimana disebutkan At-Tirmidzi di akhir hadits: "وَفِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ").

Kaitan dengan ulama

  • Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (Tabi'in) adalah perawi langsung dalam sanad ini, dan beliau sendiri yang bertanya kepada Anas bin Malik tentang makna "إِلَى كَذَا وَكَذَا".
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pembelahan dada Nabi ﷺ terjadi beberapa kali, dan peristiwa ini menunjukkan persiapan khusus dari Allah ﷻ.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa Syaqqus Shadr terjadi lebih dari satu kali pada usia yang berbeda.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa peristiwa ini adalah mukjizat dan bentuk pemuliaan Allah ﷻ kepada Nabi-Nya.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum

Hadits ini menggambarkan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi ﷺ. Beliau berada di dekat Baitullah (Ka'bah) dalam keadaan antara tidur dan terjaga (bainal na'imi wal yaqzhani) — ini adalah keadaan yang dikenal dalam hadits-hadits tentang Isra' Mi'raj, di mana ruh dan jasad Nabi ﷺ dipersiapkan untuk menerima peristiwa besar.

Kemudian datang malaikat (sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain) membawa wadah emas berisi air Zamzam. Dada Nabi ﷺ dibelah hingga ke bagian bawah perut, hati beliau dikeluarkan, dicuci dengan air Zamzam, lalu dikembalikan ke tempatnya, dan dipenuhi dengan iman dan hikmah.

Pemahaman para ulama

Qatadah bin Di'amah as-Sadusi — sebagai perawi yang langsung menerima hadits ini dari Anas bin Malik — menunjukkan perhatian beliau terhadap detail makna. Beliau bertanya langsung kepada Anas tentang maksud "إِلَى كَذَا وَكَذَا", dan Anas menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah sampai ke bagian bawah perut. Ini menunjukkan bahwa para Tabi'in sangat teliti dalam memahami dan menyampaikan hadits.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan persiapan Nabi ﷺ untuk menerima wahyu. Beliau menyebutkan bahwa pembelahan dada terjadi beberapa kali: pertama saat beliau masih kecil (dalam riwayat Halimah as-Sa'diyah), kemudian sebelum Isra' Mi'raj, dan mungkin pada kesempatan lain. Tujuannya adalah untuk menyucikan hati Nabi ﷺ dari segala kotoran dan memenuhinya dengan iman, hikmah, dan ilmu.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmah pencucian hati dengan air Zamzam: air Zamzam adalah air yang penuh berkah, dan pencucian ini melambangkan penyucian hati dari segala sifat yang tidak layak bagi seorang Nabi. Setelah itu hati beliau dipenuhi dengan iman dan hikmah — dua hal yang menjadi fondasi kenabian.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa peristiwa ini adalah mukjizat yang menunjukkan kedudukan tinggi Nabi ﷺ di sisi Allah ﷻ. Beliau juga menjelaskan bahwa "antara tidur dan terjaga" adalah keadaan di mana ruh tetap sadar namun jasad sedang beristirahat — ini adalah keadaan yang Allah ﷻ pilih untuk mempersiapkan Nabi-Nya menerima peristiwa besar.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa peristiwa Syaqqus Shadr adalah bentuk tarbiyah Ilahiyah (pendidikan dari Allah) untuk Nabi ﷺ. Hati adalah pusat iman dan hikmah, maka Allah ﷻ membersihkannya secara langsung agar Nabi ﷺ siap menerima amanah terbesar dalam sejarah manusia.

Kaitan dengan Surat Asy-Syarh

Hadits ini diriwayatkan dalam bab tafsir Surat Alam Nasyrah (Asy-Syarh), karena ayat "أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ" (Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?) memiliki kaitan erat dengan peristiwa pembelahan dada ini. Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menghubungkan antara pembelahan dada secara fisik dengan pelapangan dada secara maknawi — keduanya menunjukkan bahwa Allah ﷻ memberikan kapasitas luar biasa kepada Nabi ﷺ untuk menerima wahyu, menghadapi tantangan, dan menyampaikan risalah.

Perbedaan pendapat di antara ulama

Para ulama berbeda pendapat tentang berapa kali peristiwa Syaqqus Shadr terjadi:

  1. Pendapat pertama: Terjadi dua kali — saat kecil (bersama Halimah) dan saat Isra' Mi'raj. Ini pendapat yang dirajihkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani.
  2. Pendapat kedua: Terjadi tiga kali atau lebih. Ibnu Katsir menyebutkan kemungkinan lebih dari dua kali berdasarkan penggabungan riwayat.

Namun yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat yang menyatakan bahwa peristiwa ini terjadi lebih dari satu kali, dan masing-masing memiliki hikmah dan konteks tersendiri. Yang jelas, semua riwayat menunjukkan bahwa ini adalah bentuk pemuliaan dan persiapan Allah ﷻ untuk Nabi-Nya.

Story Telling

Dikisahkan oleh Anas bin Malik — pelayan Nabi ﷺ yang setia — dari Malik bin Sha'sha'ah, bahwa suatu ketika Nabi ﷺ berada di dekat Ka'bah. Dalam keadaan antara sadar dan tidur, beliau mendengar suara yang memanggil. Lalu datanglah malaikat membawa wadah emas berisi air Zamzam yang dingin dan segar.

Dada Nabi ﷺ dibelah dengan lembut, hati beliau yang mulia dikeluarkan, lalu dicuci dengan air Zamzam — air yang paling berkah di muka bumi. Setelah bersih, hati itu dikembalikan ke tempatnya, dan dipenuhi dengan iman yang kokoh serta hikmah yang dalam.

Qatadah — seorang Tabi'in yang mulia — ketika mendengar hadits ini dari Anas, beliau tidak hanya menerima begitu saja, tetapi bertanya dengan penuh perhatian: "Apa maksud 'sampai ke sini'?" Anas pun menjelaskan dengan detail. Ini menunjukkan betapa para salafus shalih sangat menjaga ketelitian dalam ilmu.

Hikmah: Allah ﷻ mempersiapkan hati Nabi ﷺ secara khusus karena hati adalah wadah iman dan sumber hikmah. Jika hati bersih dan penuh iman, maka seluruh anggota badan akan mengikuti. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Ingatlah, di dalam tubuh ada segumpal daging; jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ingatlah, ia adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan Praktis

  1. Hati adalah pusat iman dan hikmah — jagalah kebersihannya dengan dzikir, istighfar, dan amal saleh.
  2. Peristiwa Syaqqus Shadr adalah mukjizat dan bukti pemuliaan Allah ﷻ kepada Nabi ﷺ, yang menunjukkan bahwa kenabian bukanlah usaha manusia, melainkan pilihan dan persiapan Allah ﷻ.
  3. Air Zamzam memiliki keberkahan — sebagaimana digunakan untuk mencuci hati Nabi ﷺ, maka minumlah dengan niat yang baik dan doa.
  4. Teladani ketelitian para salaf — seperti Qatadah yang bertanya langsung untuk memahami hadits dengan benar, kita pun harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
  5. Surat Asy-Syarh mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan Allah ﷻ melapangkan dada Nabi ﷺ — maka kita pun memohon kepada Allah ﷻ agar melapangkan dada kita untuk menerima kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?