Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3301 tentang Cara menjawab salam ahli kitab

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab ketika menerima salam dari Ahli Kitab (Yahudi/Nasrani) yang mengucapkan "As-Samu 'alaikum" (semoga kematian menimpamu). Kita tidak membalas dengan salam yang sama, tetapi cukup menjawab: "Wa 'alaika" (dan atasmu). Ini bentuk kehati-hatian dan menjaga tauhid serta wala' (loyalitas) kepada kaum mukminin, sekaligus tetap beradab tanpa menzalimi.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an — QS. Al-Mujadilah [58]: 8

وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ

Terjemahan: "Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka memberi salam kepadamu dengan salam yang bukan yang Allah berikan kepadamu."

Hadits terkait:

  • Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan), dan disahihkan oleh Imam At-Tirmidzi dengan status hasan shahih.
  • Hadits semakna juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Ibnu Umar dan Aisyah radhiyallahu 'anhuma, dengan lafaz: "إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ" (Jika Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka katakanlah: "Wa 'alaikum").

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjawab dengan "Wa 'alaika" adalah kesepakatan ulama, dan tidak boleh memulai salam kepada Ahli Kitab.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa larangan memulai salam kepada Ahli Kitab adalah pendapat jumhur, dan membalas dengan "Wa 'alaikum" adalah yang paling kuat.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. Al-Mujadilah [58]: 8 menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan ucapan salam palsu Ahli Kitab yang menyembunyikan keburukan.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Seorang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ dan para sahabat, lalu mengucapkan "As-Samu 'alaikum" — yang berarti "semoga kematian menimpamu" — bukan "As-Salamu 'alaikum" (semoga keselamatan atasmu). Para sahabat yang tidak menyadari tipuan ini menjawab dengan salam biasa. Nabi ﷺ yang mengetahui maksud buruknya segera mengoreksi dan mengajarkan cara menjawab yang benar: "Wa 'alaika" (dan atasmu).

Pemahaman ulama:

  1. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (perawi hadits ini) menyampaikan hadits ini sebagai bagian dari tafsir ayat, menunjukkan bahwa ayat Al-Mujadilah [58]: 8 turun sebagai respons terhadap perilaku Ahli Kitab yang memutar-mutar lidah mereka dalam memberi salam.
  2. Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
  • Tidak boleh memulai salam kepada Ahli Kitab dengan "As-Salamu 'alaikum".
  • Jika mereka memberi salam, jawablah dengan "Wa 'alaikum" saja.
  • Ini adalah ijma' (kesepakatan) ulama.
  1. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan:
  • Hikmahnya adalah menjaga kehormatan Islam dan tidak menyerupai mereka.
  • Namun, jika mereka mengucapkan salam yang benar (As-Salamu 'alaikum), sebagian ulama membolehkan menjawab dengan salam yang semisal, tetapi tetap tidak memulai.
  1. Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini mencela Ahli Kitab yang mengucapkan salam dengan maksud buruk, dan Allah membalas tipuan mereka.
  2. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Ahli Kitab sengaja mengubah salam untuk menyakiti Nabi ﷺ, dan Allah melindungi Nabi-Nya.

Perbedaan pendapat:

  • Jumhur ulama (termasuk An-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Katsir) berpendapat: jawablah dengan "Wa 'alaikum" saja.
  • Sebagian ulama (seperti Al-Awza'i) membolehkan menjawab dengan salam yang lebih baik jika mereka mengucapkan salam yang benar, berdasarkan keumuman QS. An-Nisa [4]: 86.
  • Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur, karena hadits ini secara tegas memerintahkan "Wa 'alaika" dan larangan memulai salam kepada mereka.

Story Telling

Dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — sebagaimana dalam hadits ini — bahwa suatu ketika seorang Yahudi mendatangi majelis Nabi ﷺ dan para sahabat. Dengan lidah yang diputar, ia mengucapkan "As-Samu 'alaikum" yang berarti "kematian atas kalian". Para sahabat yang tidak menyadari tipuan halus itu menjawab dengan salam biasa.

Namun Nabi ﷺ yang hatinya penuh kewaspadaan dan ilmunya luas segera bertanya: "Apakah kalian tahu apa yang dia katakan?" Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu, dia mengucapkan salam ya Nabi Allah." Nabi ﷺ bersabda: "Tidak, dia berkata begini dan begitu (yakni As-Samu 'alaikum). Kembalikan dia kepadaku."

Ketika Yahudi itu dihadapkan kembali, Nabi ﷺ bertanya: "Apakah kamu mengatakan As-Samu 'alaikum?" Ia menjawab: "Ya." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka katakanlah: 'Alaika Ma Qulta' (semoga atasmu apa yang kamu katakan)."

Hikmah: Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk waspada terhadap tipuan halus, namun tetap membalas dengan adil tanpa melampaui batas. Ini adalah pelajaran tentang kecerdasan dalam berinteraksi dan menjaga kemuliaan Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan memulai salam kepada Ahli Kitab dengan "As-Salamu 'alaikum".
  2. Jika mereka memberi salam, jawablah dengan "Wa 'alaikum" atau "Wa 'alaika" — tidak perlu menambahkan "wa rahmatullah".
  3. Waspadalah terhadap tipuan halus dalam ucapan, dan jangan terburu-buru menjawab tanpa memahami maksudnya.
  4. Jaga adab dan kehormatan Islam tanpa menzalimi atau berlaku kasar kepada non-Muslim yang tidak memerangi kita.
  5. Pelajari tafsir ayat QS. Al-Mujadilah [58]: 8 untuk memahami konteks turunnya dan hikmah di baliknya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?